• Latest

SESAT PIKIR

November 14, 2021
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

SESAT PIKIR

Redaksiby Redaksi
November 14, 2021
Reading Time: 6 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

          Oleh Syamsuarni Setia

         

Banyak kesesatan dipamerkan dalam medsos yang membahayakan moralitas anak bangsa. Kali ini saya tidak menyinggung problem sesat moral koruptor, tapi sesat pikir lain yang tak kalah boomingnya. Ada sesat pikir hobbi pamer hoax, sesat pikir  hatespeech dengan assesoir/pernak pernik fitnah dan pelecehan seperti kasus terakhir membenarkan pelecehan kalimat tauhid. Sesat-sesat ini agar tidak terjebak di dalamnya perlu diilmui secara otodidak berhubung tidak diajar di pendidikan formal. Saya perhatikan, bagi sosok yang sesat pikir, menjadikan medsos sebagai menu harian untuk menanamkan paham sesatnya dengan celoteh usang tentang hoax, ujar kebencian, fitnah dan rasa tidak senang pada seseorang, kelompok dan organisasi.  

Di medsos menurut amatan saya ada dua pelaku sesat pikir yang dipertontonkan, yaitu: “pelaku fallacy” dan “pelaku paralogisme”. Keduanya sengaja menyesatkan orang lain. Kaum pelaku fallacy ini selalu berusaha dengan sadar memengaruhi dengan argumentasi yang menyesatkan agar terkesan kehebatannya, walaupun audien yang mendengar berusaha meluruskan sesatnya. Sedangkan pelaku paralogisme tidak menyadari kekurangan dirinya, tapi sadar dia sedang berbual, sehingga dia tidak bertanggung jawab pada setiap argumen atau pendapat yang dikemukakannya. 

Baik pelaku fallacy maupun paralogisme, pada umumnya adalah para pelaku sesat pikir yang menyimpan tendensi  pribadi seperti sudah terlanjur membenci karena dipengaruhi oleh situasi dan kondisi lain seperti sosok yang dibenci sering mengkritik atau berseberangan dengan tokoh idolanya. Contoh di medsos sesat pikir yang dibangun dengan pernak pernik pelecehan sering melontarkan kritik pedas terhadap pemerintahan sekarang, sedangkan si pelaku sesat pikir merasa tidak senang sehubungan menyangkut tokoh idolanya.

Sebagai mantan Detektif Sesat Pikir selama karier sebagai ASN yang sering  menelaah dan memberi rekomendasi tindak lanjut terhadap penyimpangan bidang sesat mengelola finansial, aparatur, proyek dan pengelolaan tupoksi entitas aparatur beberapa priode, ada beberapa langkah untuk menjaga diri tidak terperangkap pada jebakan sesat pikir. Namun bukanlah obat mujarrab, semuanya terserah pada pribadi masing-masing, karena basic kepribadian punya tipikal beda. Ada yang kritis dan ada yang tidak kritis. Bahayanya tipikal tidak kritis sering dibuai oleh mimpi-mimpi yang nikmat. Sebaliknya tipikal kritis cepat sadar tersentak dari roh-roh jahat yang memperdaya.

Untuk referensi, sekadar sumbang saran, agar tidak terperdaya pada kaum fallacy dan paralogisme perlu dibaca:

Pertama, “Penyesatan Opini”, karya Adian Husaini, M.A.

Kedua, “Tren Pluralisme Agama, Tinjauan Kritis”, karya Dr. Anis Malik Thoha.

Ke tiga, “Gerakan Theosofi di Indonesia” karya Artawijaya. 

Ke empat, “ Peradilan Yang Sesat”, karya Hermann Mostar (Gerhart Herman). 

Mudah-mudahan  hari ini kita mampu mengusir roh dan anasir-anasir jahat yang menyesatkan langkah kita, melalui zikir-zikir kepada Allah Subhanahu Wata’ala, di samping juga mengilmui diri secara otodidak, karena ada pepatah “tak kenal maka tak sayang”. 

Dengan mengenal “sesat pikir” menjadi ibrah bagi kita untuk menyayangi ketidak-sesatan, sehingga kita sebagai penempuh jalan menemukan the straight path (jalan yang lurus), sebagaimana dikatakan oleh Alwi Alatas dl bukunya The Straight Path:

“Kita semua adalah penempuh jalan.

 Sebagian memilih jalan kemuliaan

 dan kebahagiaan sejati

 Selebihnya memilih jalan kehinaan

 dan kesengsaraan abadi”.

Selamat menjalani hari-hari manis. Di depan telah menunggu rintangan dan tantangan. Apakah kita sebagai penempuh jalan memilih jalan kemuliaan atau jalan kehinaan?. Mudah -mudahan kita tidak salah pilih. Semua penyesat pikir yang menggoda hari-hari kita dapat kita lawan, sehingga kita tidak tersesat seperti orang-orang yang sudah terlanjur tersesat.

         Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh !.

(Dahlia 11, Bna 03 Nop 2021)

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
ADVERTISEMENT

(sekali-kali dakwah, siapa takut…)

                   ???

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Angin November

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com