POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

SESAT PIKIR

RedaksiOleh Redaksi
November 14, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

 

          Oleh Syamsuarni Setia

         

Banyak kesesatan dipamerkan dalam medsos yang membahayakan moralitas anak bangsa. Kali ini saya tidak menyinggung problem sesat moral koruptor, tapi sesat pikir lain yang tak kalah boomingnya. Ada sesat pikir hobbi pamer hoax, sesat pikir  hatespeech dengan assesoir/pernak pernik fitnah dan pelecehan seperti kasus terakhir membenarkan pelecehan kalimat tauhid. Sesat-sesat ini agar tidak terjebak di dalamnya perlu diilmui secara otodidak berhubung tidak diajar di pendidikan formal. Saya perhatikan, bagi sosok yang sesat pikir, menjadikan medsos sebagai menu harian untuk menanamkan paham sesatnya dengan celoteh usang tentang hoax, ujar kebencian, fitnah dan rasa tidak senang pada seseorang, kelompok dan organisasi.  

Di medsos menurut amatan saya ada dua pelaku sesat pikir yang dipertontonkan, yaitu: “pelaku fallacy” dan “pelaku paralogisme”. Keduanya sengaja menyesatkan orang lain. Kaum pelaku fallacy ini selalu berusaha dengan sadar memengaruhi dengan argumentasi yang menyesatkan agar terkesan kehebatannya, walaupun audien yang mendengar berusaha meluruskan sesatnya. Sedangkan pelaku paralogisme tidak menyadari kekurangan dirinya, tapi sadar dia sedang berbual, sehingga dia tidak bertanggung jawab pada setiap argumen atau pendapat yang dikemukakannya. 

Baik pelaku fallacy maupun paralogisme, pada umumnya adalah para pelaku sesat pikir yang menyimpan tendensi  pribadi seperti sudah terlanjur membenci karena dipengaruhi oleh situasi dan kondisi lain seperti sosok yang dibenci sering mengkritik atau berseberangan dengan tokoh idolanya. Contoh di medsos sesat pikir yang dibangun dengan pernak pernik pelecehan sering melontarkan kritik pedas terhadap pemerintahan sekarang, sedangkan si pelaku sesat pikir merasa tidak senang sehubungan menyangkut tokoh idolanya.

Sebagai mantan Detektif Sesat Pikir selama karier sebagai ASN yang sering  menelaah dan memberi rekomendasi tindak lanjut terhadap penyimpangan bidang sesat mengelola finansial, aparatur, proyek dan pengelolaan tupoksi entitas aparatur beberapa priode, ada beberapa langkah untuk menjaga diri tidak terperangkap pada jebakan sesat pikir. Namun bukanlah obat mujarrab, semuanya terserah pada pribadi masing-masing, karena basic kepribadian punya tipikal beda. Ada yang kritis dan ada yang tidak kritis. Bahayanya tipikal tidak kritis sering dibuai oleh mimpi-mimpi yang nikmat. Sebaliknya tipikal kritis cepat sadar tersentak dari roh-roh jahat yang memperdaya.

Untuk referensi, sekadar sumbang saran, agar tidak terperdaya pada kaum fallacy dan paralogisme perlu dibaca:

📚 Artikel Terkait

PERAN GURU  BK DALAM PEMBINAAN  AKHLAK SISWA DI SEKOLAH

Menjarah Dalam Musibah

Bike to work,why not?

Walikota Malang Doyan Kopi Aceh

Pertama, “Penyesatan Opini”, karya Adian Husaini, M.A.

Kedua, “Tren Pluralisme Agama, Tinjauan Kritis”, karya Dr. Anis Malik Thoha.

Ke tiga, “Gerakan Theosofi di Indonesia” karya Artawijaya. 

Ke empat, “ Peradilan Yang Sesat”, karya Hermann Mostar (Gerhart Herman). 

Mudah-mudahan  hari ini kita mampu mengusir roh dan anasir-anasir jahat yang menyesatkan langkah kita, melalui zikir-zikir kepada Allah Subhanahu Wata’ala, di samping juga mengilmui diri secara otodidak, karena ada pepatah “tak kenal maka tak sayang”. 

Dengan mengenal “sesat pikir” menjadi ibrah bagi kita untuk menyayangi ketidak-sesatan, sehingga kita sebagai penempuh jalan menemukan the straight path (jalan yang lurus), sebagaimana dikatakan oleh Alwi Alatas dl bukunya The Straight Path:

“Kita semua adalah penempuh jalan.

 Sebagian memilih jalan kemuliaan

 dan kebahagiaan sejati

 Selebihnya memilih jalan kehinaan

 dan kesengsaraan abadi”.

Selamat menjalani hari-hari manis. Di depan telah menunggu rintangan dan tantangan. Apakah kita sebagai penempuh jalan memilih jalan kemuliaan atau jalan kehinaan?. Mudah -mudahan kita tidak salah pilih. Semua penyesat pikir yang menggoda hari-hari kita dapat kita lawan, sehingga kita tidak tersesat seperti orang-orang yang sudah terlanjur tersesat.

         Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh !.

(Dahlia 11, Bna 03 Nop 2021)

(sekali-kali dakwah, siapa takut…)

                   ???

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Angin November

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00