POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

AKIDI TIO, RATNA SARUMPAET DAN KETIDAKWAJARAN SIKAP

RedaksiOleh Redaksi
August 3, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Satria Dharma

Berdomisili di Surabaya

Saya punya teman di WAG yang menurut saya sikapnya aneh dan tidak wajar. Begitu muncul berita bahwa sumbangan 2 T dari Akidi Tio itu adalah penipuan mereka langsung ‘bersorak’. Dengan gembira mereka menyebarkannya di WAG sambil mengolok-olok orang-orang yang memuji sumbangan tersebut. Dahlan Iskan, beberapa tokoh, dan selebiriti medsos yang memuji-muji sumbangan ini habis diolok-olok oleh mereka. Saya juga termasuk yang diolok-olok karena saya menulis pujian pada Akidio Tio dengan mengutip ayat Alquran Surat Al-Hadid ayat 10. 

Yang menjadi keheranan saya adalah mengapa mereka justru gembira dan sangat senang bahwa sumbangan tersebut adalah prank dan penipuan? Saya sendiri saat itu merasa sedih jika itu benar-benar penipuan. Mengapa? Karena saya sangat berharap bahwa sumbangan tersebut benar-benar terwujud dan bisa membantu masyarakat Sumsel seperti yang sudah dijanjikan. 

Alangkah senangnya jika sumbangan itu benar-benar terwujud dan warga Sumsel dapat terbantu dengan sumbangan tersebut. Saya sedih jika ternyata itu harapan kosong. 

📚 Artikel Terkait

Nik Nur Madihah: A Rising Literary Star in the Malay World

MENUMBUHKAN MOTIVASI PADA SISWA

Kumpulan Puisi Leni Marlina, Padang

Peradaban yang Dilabeli: Stigma, Sejarah Kolonial, dan Ketimpangan Global

Tapi mengapa mereka justru bersikap sebaliknya? Mengapa mereka tidak antusias dengan adanya berita orang yang mau menyumbang sebesar 2 T tersebut? Kalau mereka tidak percaya begitu saja dan bersikap ‘wait and see’ saya masih bisa mengerti. Tapi kalau mereka justru senang dan gembira ketika mengetahui bahwa ini penipuan benar-benar di luar logika saya. Kok malah gembira sih…?! What’s wrong with you? Kok malah gembira jika sumbangan tersebut tidak menjadi kenyataan? Apa yang membuat kalian begitu gembira?

Setelah saya pikir-pikir ternyata sebagian dari mereka adalah orang-orang yang sama yang bersikap aneh bin weird ketika peristiwa Ratna Sarumpaet mengaku dipukuli oleh beberapa orang sampai mukanya bengkak dulu di Bandara Bandung pada September 2018. Ketika berita itu muncul saya merasa marah dan sedih sekaligus. Saya benar-benar marah bahwa ada sekumpulan orang yang begitu tega memukuli seorang wanita tua berusia 70 tahun lebih sampai demikian parahnya. Saya sampai gemetar membaca beritanya. Saya sungguh sedih dan berempati pada apa yang terjadi pada Ratna Sarumpaet. Tetapi ketika ternyata berita pemukulan itu tidak benar, maka saya sungguh merasa lega. Ya, Allah, ternyata itu hanya bohong belaka. Syukurlah kalau begitu. Saya sungguh tidak marah pada Ratna Sarumpaet meski sampai sekarang tetap tidak paham mengapa ia sampai harus melakukan kebohongan yang membuat banyak orang yang membelanya malu besar. 

Teman-teman saya ini sebaliknya justru marah dan kecewa bahwa pemukulan itu ternyata bohong dan mereka merasa dikerjain. Mereka berharap agar pemukulan tersebut benar-benar terjadi agar mereka bisa melampiaskan tuduhan-tuduhan sepihak mereka bahwa telah terjadi kekejaman dan upaya pembungkaman pada seorang aktivis pendukung Prabowo. Saya merasa lega bahwa itu bukan pemukulan, tapi sebaliknya mereka malah marah dan berharap agar pemukulan itu benar-benar terjadi. Mereka bersikeras bahwa memang terjadi pemukulan dan mereka menuntut pelakunya diusut, ditangkap dan diadili karena perbuatan kejinya tersebut. 

Ketika Ratna Sarumpaet mengaku bahwa itu hanyalah karangannya belaka, mereka merasa kecewa dan marah pada Ratna Sarumpaet. Kok aneh dan tega banget sih berharap agar Ratna Sarumpaet benar-benar dihajar dan dipukuli sampai bengkak wajahnya? What’s wrong with you, bro? Kok malah berharap agar pemukulan itu adalah kenyataan?

Meski sudah berusia setua ini dan merasa sudah banyak makan asam, garam, dan rawon, ternyata masih banyak hal yang menjadi misteri bagi saya. Contohnya ya dua hal tersebut. Apa yang saya anggap sebagai sebuah kewajaran malah dianggap sebagai hal yang tidak wajar oleh beberapa teman saya. Begitu juga sebaliknya. 

Seorang teman yang saya ajak diskusi malah berpendapat bahwa sikap mereka itu bukan ketidakwajaran, tapi ketidakwarasan. Mungkin dia hanya ingin solider pada saya dan ingin menenangkan saya.

Surabaya, 3 Agustus 2021

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

OPTIMALISASI GOOGLE CLASSROOM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN JARAK JAUH GURU ABAD XXI

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00