• Latest

AKIDI TIO, RATNA SARUMPAET DAN KETIDAKWAJARAN SIKAP

Agustus 3, 2021
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
AKIDI TIO, RATNA SARUMPAET DAN  KETIDAKWAJARAN SIKAP - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Essay | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

AKIDI TIO, RATNA SARUMPAET DAN KETIDAKWAJARAN SIKAP

Redaksi by Redaksi
Agustus 3, 2021
in Essay
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Satria Dharma

Berdomisili di Surabaya

Saya punya teman di WAG yang menurut saya sikapnya aneh dan tidak wajar. Begitu muncul berita bahwa sumbangan 2 T dari Akidi Tio itu adalah penipuan mereka langsung ‘bersorak’. Dengan gembira mereka menyebarkannya di WAG sambil mengolok-olok orang-orang yang memuji sumbangan tersebut. Dahlan Iskan, beberapa tokoh, dan selebiriti medsos yang memuji-muji sumbangan ini habis diolok-olok oleh mereka. Saya juga termasuk yang diolok-olok karena saya menulis pujian pada Akidio Tio dengan mengutip ayat Alquran Surat Al-Hadid ayat 10. 

Yang menjadi keheranan saya adalah mengapa mereka justru gembira dan sangat senang bahwa sumbangan tersebut adalah prank dan penipuan? Saya sendiri saat itu merasa sedih jika itu benar-benar penipuan. Mengapa? Karena saya sangat berharap bahwa sumbangan tersebut benar-benar terwujud dan bisa membantu masyarakat Sumsel seperti yang sudah dijanjikan. 

Alangkah senangnya jika sumbangan itu benar-benar terwujud dan warga Sumsel dapat terbantu dengan sumbangan tersebut. Saya sedih jika ternyata itu harapan kosong. 

Tapi mengapa mereka justru bersikap sebaliknya? Mengapa mereka tidak antusias dengan adanya berita orang yang mau menyumbang sebesar 2 T tersebut? Kalau mereka tidak percaya begitu saja dan bersikap ‘wait and see’ saya masih bisa mengerti. Tapi kalau mereka justru senang dan gembira ketika mengetahui bahwa ini penipuan benar-benar di luar logika saya. Kok malah gembira sih…?! What’s wrong with you? Kok malah gembira jika sumbangan tersebut tidak menjadi kenyataan? Apa yang membuat kalian begitu gembira?

Setelah saya pikir-pikir ternyata sebagian dari mereka adalah orang-orang yang sama yang bersikap aneh bin weird ketika peristiwa Ratna Sarumpaet mengaku dipukuli oleh beberapa orang sampai mukanya bengkak dulu di Bandara Bandung pada September 2018. Ketika berita itu muncul saya merasa marah dan sedih sekaligus. Saya benar-benar marah bahwa ada sekumpulan orang yang begitu tega memukuli seorang wanita tua berusia 70 tahun lebih sampai demikian parahnya. Saya sampai gemetar membaca beritanya. Saya sungguh sedih dan berempati pada apa yang terjadi pada Ratna Sarumpaet. Tetapi ketika ternyata berita pemukulan itu tidak benar, maka saya sungguh merasa lega. Ya, Allah, ternyata itu hanya bohong belaka. Syukurlah kalau begitu. Saya sungguh tidak marah pada Ratna Sarumpaet meski sampai sekarang tetap tidak paham mengapa ia sampai harus melakukan kebohongan yang membuat banyak orang yang membelanya malu besar. 

Teman-teman saya ini sebaliknya justru marah dan kecewa bahwa pemukulan itu ternyata bohong dan mereka merasa dikerjain. Mereka berharap agar pemukulan tersebut benar-benar terjadi agar mereka bisa melampiaskan tuduhan-tuduhan sepihak mereka bahwa telah terjadi kekejaman dan upaya pembungkaman pada seorang aktivis pendukung Prabowo. Saya merasa lega bahwa itu bukan pemukulan, tapi sebaliknya mereka malah marah dan berharap agar pemukulan itu benar-benar terjadi. Mereka bersikeras bahwa memang terjadi pemukulan dan mereka menuntut pelakunya diusut, ditangkap dan diadili karena perbuatan kejinya tersebut. 

Ketika Ratna Sarumpaet mengaku bahwa itu hanyalah karangannya belaka, mereka merasa kecewa dan marah pada Ratna Sarumpaet. Kok aneh dan tega banget sih berharap agar Ratna Sarumpaet benar-benar dihajar dan dipukuli sampai bengkak wajahnya? What’s wrong with you, bro? Kok malah berharap agar pemukulan itu adalah kenyataan?

Meski sudah berusia setua ini dan merasa sudah banyak makan asam, garam, dan rawon, ternyata masih banyak hal yang menjadi misteri bagi saya. Contohnya ya dua hal tersebut. Apa yang saya anggap sebagai sebuah kewajaran malah dianggap sebagai hal yang tidak wajar oleh beberapa teman saya. Begitu juga sebaliknya. 

Baca Juga

AKIDI TIO, RATNA SARUMPAET DAN  KETIDAKWAJARAN SIKAP - 3e9b60a1 45e7 42c0 811f 85cdab43f330 | Essay | Potret Online

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
AKIDI TIO, RATNA SARUMPAET DAN  KETIDAKWAJARAN SIKAP - 9154bb9b 6587 4b8f baa1 a1aa4a22f49c | Essay | Potret Online

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026
AKIDI TIO, RATNA SARUMPAET DAN  KETIDAKWAJARAN SIKAP - b4654f4d dc1c 4611 b1bc 982b3692e7d1 | Essay | Potret Online

Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Januari 2, 2026

Seorang teman yang saya ajak diskusi malah berpendapat bahwa sikap mereka itu bukan ketidakwajaran, tapi ketidakwarasan. Mungkin dia hanya ingin solider pada saya dan ingin menenangkan saya.

ADVERTISEMENT

Surabaya, 3 Agustus 2021

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post

OPTIMALISASI GOOGLE CLASSROOM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN JARAK JAUH GURU ABAD XXI

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com