• Latest

ORANG-ORANG YANG KECEWA

Juli 25, 2021
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

ORANG-ORANG YANG KECEWA

Redaksiby Redaksi
Juli 25, 2021
Reading Time: 4 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Satria Dharma 

Berdomisili di Surabaya 

Adalah orang-orang yang tidak bisa menerima realita yang berbeda dari ekspektasinya. Dia berharap hari cerah dan ternyata hujan turun. Padahal dia sudah membayangkan jalan-jalan bersama pacarnya dengan baju barunya. Tapi orang yang bodoh dan kecewa adalah orang yang sudah tahu bahwa mendung sangat tebal, tapi tetap memakai baju barunya dan tetap berharap bisa berjalan-jalan dengan pacarnya,  lalu hujan turun dengan derasnya. Dia kecewa merasa dikhianati oleh sikap optimisnya. Bukan sikap optimisnya yang salah, tapi ekspektasinya yang tidak disesuaikan dengan realita yang ada. Dia tidak bisa menerima realita.

Tapi jika kita bersikap realistis dan menyesuaikan ekspektasi kita sesuai dengan realita, alias menerima keadaan apa adanya dan menyadarinya, maka kita tidak akan pernah merasa kecewa. Jika hari cerah kita berharap dapat menikmatinya bersama dengan orang yang kita kasihi. Jika mendung tebal kita menerima realita dan membuat rencana lain. Kita menyesuaikan ekspektasi kita sesuai dengan realita dan kita tetap bersyukur. 

Apakah kita termasuk orang bodoh yang akan selalu kecewa karena memasang ekspektasi yang tidak sesuai dengan realita? 

Baca Juga

Memaknai Kibaran Bendera Putih di Aceh

Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika

Maret 20, 2026
Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum

Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum

Maret 30, 2026
Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026

Jelas sekali bahwa saat ini kita sedang dilanda pandemi. Itu adalah REALITA yang harus kita terima. Saat ini bukanlah masa yang normal sebagaimana biasanya. Hujan sedang turun dengan derasnya. Mengharapkan agar bisa jalan-jalan di bawah matahari yang cerah adalah tidak realistis dan jelas hanya akan membuat diri kita kecewa. Kita jelas akan tampak bodoh, jika tidak bisa menerima realita tersebut. Mahasiswa yang berdemo tidak menerima PPKM adalah sebuah pameran kebodohan, karena tidak bisa menerima realita. 

Jadi kalau Anda marah pada pemerintah karena membuat berbagai aturan pada saat pandemi ini, maka itu adalah SEBUAH KEBODOHAN yang disebabkan oleh ketidakmampuan Anda untuk menerima realita. Bukan hujannya yang salah, tapi ekspektasi Anda agar bisa berjalan-jalan di bawah sinar matahari yang tidak realistis.

Jangan membiarkan diri Anda terus berada dalam kondisi denial tidak bisa menerima realita. Betapa pun derasnya hujan, toh akan berhenti. Tak perlu membasahi diri dan baju baru Anda. Pandemi ini juga akan berlalu. Terima saja fakta dan realita yang ada dan syukuri kondisi apa pun yang kita miliki. Mari kita pikirkan apa kegiatan yang bermanfaat di dalam rumah ketika hujan deras turun.

Ingat bahwa bukan peristiwanya yang penting, tapi bagaimana kita bersikap terhadap peristiwa itu yang menjadikan kita seperti kita sekarang ini. 

ADVERTISEMENT

Surabaya, 25 Juli 2021

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Kader

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com