• Latest

Kader

Juli 25, 2021
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kader

Redaksiby Redaksi
Juli 25, 2021
Reading Time: 4 mins read
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Oleh Ahmad Rizali 

Berdomisili di Depok

Jangan alergi dengan kader, karena sesungguhnya menjadi guru adalah pekerjaan mendidik kader anak bangsa. Dalam organisasi, kaderisasi adalah sebuah kewajiban, apalagi organisasi Negara. Gajah Mada lupa (atau tak menemukan kader yang tepat) mendidik kader dan Majapahit pelan, namun pasti runtuh.

Organisasi hebat akan memiliki banyak kader hebat. Contohnya Partai Golkar yang tak kekurangan Kader, karena sejak usia muda Partai ini sudah mendidik kadernya melalui organisasi masa usia muda. Beberapa partai mulai mengikuti jejak Golkar dengan menyiapkan kader sejak muda. 

Baca Juga

IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

Februari 16, 2026
Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026

Seringkali seorang tokoh karena kuatir organisasi yang mereka pimpin, apalagi ikut mendirikan, runtuh. Mereka tak tega melepaskan cengkeraman kekuasaannya kepada lapis di bawahnya. Sehingga pelan namun pasti, kader kader potensial mulai “mufaraqah” pindah kendaraan. 

Ketika alm. Presiden Soeharto sedemikian kuatnya ketokohannya, mayoritas rakyat Indonesia merasa tak ada yang pantas menggantikan beliau. Hal ini mirip ketika alm Soekarno jaya dan bahkan wakil Rakyat mentabalkan beliau menjadi Presiden Seumur Hidup dan Soekarno yang oleh sahabat-sahabat terdekatnya dianggap mabuk kekusaan, menerima pengangkatan itu. 

“Last minute” alm Soeharto menyadari bahwa dirinya sudah harus “Lengser Keprabon” dan mengikuti ucapannya bahwa dirinya wudah TOP (Tua Ompong Peot) dan sebelum desakan membesar, menyatakan “Berhenti”. Jika kita lihat situasi 1998 itu, jika Soeharto masih ingin bertahan, saya yakin bisa memberi perintah melibas pendemo. 

Ciri bahwa kader sudah jadi adalah, ketika sang tokoh sudah tidak lagi dilibatkan dan terlibat dlm keputusan strategis dan tatanilai organisasi tetap dipatuhi meski djalankan dengan style berbeda. Konteks menjadi penting meski substansi yang subtil tetap dijaga. Ciri kaderisasi gagal adalah ketika sang tokoh masih saja ikut ditarik tarik ikut dalam membuat keputusan besar dan lebih parah lagi, meski ikut namun tatanilai justru berubah dan sang tokoh ikut menjadi stempel pengesah.

Kaderisasi itu mirip bertanam pohon, sesuai jenis pohonnya, maka adakalanya wajib dilindungi dari gangguan cuaca, gulma dan predator. Kader gagal adalah mereka yang sudah saatnya ditinggal dari gangguan namun masih dilindungi. Pengader gagal adalah mereka yang masih nongkrong melindungi kader yang sudah saatnya dilepas untuk “fight” dan merecoki dengan style yang sudah usang. 

ADVERTISEMENT

Selalu muncul menjadi tokoh pengader memang nikmat, namun bukankah lebih nikmat menikmati kesuksesan kader dari jauh sambil menikmati hari hari “me time” dan sesekali menerima undangan kader minum kopi mengudap jajanan ringan, sembari saling berkisah tentang heroisme dan patriotisme ?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Terhadap Prodi Bimbingan dan Konseling

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com