POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Praktik Baik Kontribusi Sekolah Perempuan Untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

RedaksiOleh Redaksi
July 1, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

  

Oleh: Iva Hashanah

Berdomisili di Sidoarjo, Java Timur

Sudah hampir satu tahun Lilik dan kawan-kawannya di Gresik harus berjibaku menyelamatkan ekonomi keluarganya akibat suami mereka di PHK karena pendemi.  Lilik adalah leaderdi Sekolah Perempuan yang mayoritas beranggotakan perempuan miskin dan penyintas kawin anak mendirikan usaha makanan minuman bagi anggotanya agar dapur mereka terus mengepul. Situasi lebih buruk dialami tetangga desa yang berinisial IS, perempuan miskin kawin di usia anak yang tak berdaya “dijual” suaminya melalui media sosial. Suami yang berdalih karena kebutuhan rumah tangga, sejak dia yang berprofesi penabuh kendang ini tak ada panggilan lagi selama pendemi.

Dua potret perempuan yang menikah di usia anak ini memberikan informasi bahwa hidup bersama pendemi bagi perempuan tidak mudah bahkan bisa menjadi kiamat jika tidak kritis dan kreatif menghadapinya. Perempuan di Indonesia yang masih rentan didera bentuk-bentuk ketidakadilan berbasis gender seperti kawin di usia anak, kekerasan dalam rumah tangga, eksploitasi ekonomi. 

KPS2K Jawa Timur dalam sebuah hasil asesmen di 3 kota Jawa Timur terhadap beban kerja perempuan di masa pendemi yang naik dari rata-rata 12 jam menjadi hampir 20 jam sehari terutama bagi mereka yang harus bekerja dari rumah (work from home).

📚 Artikel Terkait

Aceh di Persimpangan Kuasa Global

Burung Balam Kami

Teman

Maguen Food Menawarkan Produk Sehat dan Praktis

Permohonan dispensasi kawin di pengadilan agama seluruh Indonesia menembus 64.000 permohonan. Data ini naik jika dibandingkan tahun 2019 ada 23.865 permohonan. Sedangkan BPS, Bapenas, UNICEF dan Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak Universitas Indonesia dalam laporan “Pencegahan Perkawinan Anak:Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda” yang diluncurkan tahun 2020 menyatakan perempuan berumur 20-24 tahun yang menikah sebelum berusia 18 tahun diperkirakan ada sekitar 1.220.900 orang pada tahun 2018. Data ini memperkuat laporan dari Global Gender DAP Report 2020-2021, Indonesia turun peringkat dari 85 ke 101 dari 156 negara. Tahun 2019 sebelum Covid-19 masih diperingkat 85 dengan skor 0,70. Potret ketimpangan gender dimonitor dari empat dimensi utama partisipasi dan kesempatan ekonomi, tingkat Pendidikan, kesehatan dan harapan hidup, pemberdayaan politik.

Dapat dibayangkan jika jutaan anak perempuan menikah di usia dini akan lebih rentan mengalami kemiskinan. Perkawinan anak dapat dikorelasikan dengan lama masa Pendidikan, jumlah pengangguran terbuka, kesehatan ibu dan anak, rentan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga serta kemarginalisasian lainnya. Dengan kata lain Indonesia akan lebih sulit mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan terutama yang berkaitan langsung dengan Tujuan SDGs pada pilar Sosial yang terdiri dari Tujuan 1)Tanpa Kemiskinan, 2)Tanpa Kelaparan, 3)Kehidupan Sehat dan Sejahtera, 4) Pendidikan Berkualitas, 5) Kesetaraan Gender.

Menjadi sangat penting saat ini, mendorong semua pihak agar melakukan pencegahan dan mengatasi kecenderungan meningkatnya praktik kawin anak yang dipicu pendemi. Dengan membangun ketahanan masyarakat miskin yang berada pada kondisi rentan, dapat belajar dari keberhasilan Sekolah Perempuan di Gresik. Upaya Lilik dan kawan-kawan sebagai penyintas kawin anak mampu menjadi pelaku perubahan sosial ditengah-tengah komunitasnya, mereka melakukan pendekatan one on onedan pengorganisasian untuk merubah mental model lingkungannya bahwa kawin anak tidak akan membawa masa depan yang lebih baik bagi anak-anak.

Bahkan dengan pola pemberdayaan kritis ini, terbukti Sekolah Perempuan sigap mengadvokasi berbagai program pemerintah tepat sasaran, mendirikan usaha-usaha yang bisa diakses oleh para perempuan didesanya melalui pondok jamu yang sangat potensial di saat pendemi. Mereka juga mengaktifkan pos pengaduan mandiri jika ada tetangga yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga maupun kesulitan lain seperti menghadapi sekolah anak secara daring.


Upaya yang dilakukan oleh Lilik dan Sekolah Perempuan membuktikan bahwa mereka mampu mempertahankan kondisi agar tidak terjerumus pada situasi kemiskinan yang parah akibat pendemi, justru menjadi sebuah inisiatif yang dapat membantu mempercepat pencapaian tujuan SDGs. Dan akan merubah perempuan miskin seperti IS menjadi pelopor pembangunan di desanya.

 

 

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Masa Depan Mereka

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00