POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

“ASA ANAK NEGERI” MIMPI YANG MENJADI NYATA

RedaksiOleh Redaksi
June 30, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dewi Sofiana

SPL Nasional Nyalanesia, berdomisili di Bireun, Aceh.

 

 

Moment launchingbuku karya siswa selalu menorehkan kebahagiaan  di hati  saya. Melihat para siswa menggenggam buku hasil karya mereka, adalah sebuah kebahagiaan yang tak terlukis kata. Segala kelelahan yang teramu dalam perjuangan “membidani” karya – karya anak bangsa tersebut menguap tuntas tatkala melihat tulisan karya mereka sudah berwujud dalam sebuah buku.

Masih teringat jelas dalam ingatan ketika saya terpilih dan bergabung dengan sebuah gerakan literasi nasional yang bernama Gerakan Menulis Buku (GMB) Indonesia pada pertengahan Juli 2020 lalu, setelah melalui serangkaian tahapan uji dan penilaian. Bersama dengan 41 pegiat literasi terpilih dari seluruh Indonesia, saya akan turut ambil bagian untuk membumikan dan mengampanyekan gerakan literasi khususnya di daerah sendiri. 

Saya berasal dari Kabupaten Bireuen. Kabupaten ini  juga merupakan daerah kelahiran saya. sehingga tidaklah heran jika saya memiliki  hubungan emosional dan panggilan hati yang kuat untuk daerah yang berjuluk kota juang tersebut. Dalam upaya menyukseskan Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nasional, GMB Indonesia yang sekarang sudah berganti nama menjadi Nyalanesia melakukan pemilihan Sosialisator Program Literasi (SPL) Nasional. 

Seperti yang telah saya singgung di atas, alhamdulilah saya berhasil terpilih dari 3000-an peserta yang mendaftar. Pada saat itu dari Aceh  terpilih hanya dua orang, saya dari Bireuen dan satu lainnya dari Gayo Lues. Kesempatan ini adalah gerbang awal bagi saya untuk menunjukkan dan menjalankan komitmen yang sudah saya teguhkan dalam hati, yakni ingin berbuat sesuatu untuk kemajuan literasi khususnya di daerah kelahiran saya, yaitu Kabupaten Bireuen.


📚 Artikel Terkait

Raudhah Ramadan

Menjelajah 5 Tempat Wisata Menarik di Bangkok

Sultan Hamid  II dan Soeharto Sama-sama Belum Diakui Pahlawan Nasional

Kesenian Khas Simeulue Nandong Ditampilkan Siswa SMKN 3 Sinabang di Pentas Seni dan Budaya

Menurut saya, literasi adalah ruh pendidikan. Pendidikan tak akan maju jika literasi tak hidup di dalamnya. Budaya literasi mesti ditumbuh kembangkan terutama di kalangan pelajar, karena mereka adalah generasi bangsa yang kelak akan melanjutkan estafet kehidupan di masa depan. Berpijak dari pandangan inilah, saya mulai mengayun langkah dan berbuat tentang bagaimana memotivasi dan menggugah kesadaran literasi di kalangan siswa. Untuk memantapkan langkah tak lupa saya awali dengan doa “ Ya Allah, mudahkanlah hamba dalam melangkah dan berbuat untuk kemajuan literasi ”.

Sekolah  yang saya jadikan pijakan pertama untuk  mengawali kerja mulia  ini adalah madrasah tempat dimana saya mengajar sehari-hari. Sebuah madrasah swasta sederhana yang terletak di kawasan pedesaan Kecamatan Juli yaitu Desa Juli Mee Teungoh. Madrasah ini tidak memiliki banyak siswa, hanya sekitar 75 orang yang terdiri dari kelas 1 sampai 3. Di madrasah inilah saya telah mengabdi sebagai guru honorer lebih dari 10 tahun yang lalu. Hampir semua siswanya berasal dari keluarga ekonomi rendah dan latar belakang orang tua dengan pendidikan rendah pula. Tapi kondisi ini tidak melemahkan semangat saya dalam memotivasi mereka untuk terus maju dan meraih prestasi, tak terkecuali menggugah dan merangsang minat literasi terhadap mereka. Saya mengajak anak didik untuk rajin membaca dan menghasilkan karya tulis. Bahkan untuk menyisiati minimnya buku di perpustakaan madrasah, saya mengupayakan kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bireun  dalam bentuk kunjungan mobil perpustakaan keliling ke madrasah kami agar bisa di akses oleh siswa. 

Dalam pelaksanaanya, program literasi yang sedang dijalankan   ikut terkendala oleh pandemi covid -19 yang membuat kegiatan sekolah menjadi tidak normal. Untuk memacu semangat siswa didik, sering saya sampaikan berulang – ulang kepada mereka bahwa pandemi telah melumpuhkan pendidikan, tetapi pandemi tidak boleh melumpuhkan kreatifitas dan semangat berkarya. Saya ajak mereka untuk menghasilkan karya tulis berupa puisi dan akan membukukan karya tersebut menjadi antologi bersama melalui Program GSMB Nasional. 

Tidak mudah memang. Apalagi melakukan suatu hal baru yang belum pernah dilakukan, yakni menulis buku. Meskipun saya bukan guru Bahasa Indonesia, tetapi dengan segenap kemampuan yang dimiliki saya terus mencoba membimbing, melatih dan menyemangati siswa agar tidak berhenti di tengah jalan. Hasilnya, banyak puisi berhasil ditulis oleh para siswa. Saya hargai setiap tulisan mereka meskipun belum semuanya layak disebut sebagai tulisan yang bagus, karena target awal saya bukanlah pada  kualitas tulisan, melainkan tumbuhnya motivasi  menulis dalam diri mereka. Mereka mau menulis saja sudah patut diapresiasi dan diacungi jempol, mengingat budaya menulis di kalangan siswa pada umumnya masih tergolong rendah dan sepi peminat.


Berkat latihan terus menerus, akhirnya mereka mulai mampu menulis dan menyampaikan ide dengan tulisan dan bahasa yang bagus. Beragam ide dan tema tertuang dalam puisi – puisi yang mereka tulis. Hasil tersebut semakin menumbuhkan rasa percaya diri pada diri siswa. Dalam waktu satu bulan sudah terkumpul ratusan puisi. Tibalah waktunya  untuk menyeleksi puisi terbaik untuk dibukukan sebagai antologi  siswa Madrasah Tsanawiyah Swasta Juli.

Bagaikan mimpi rasanya ketika buku antologi karya siswa dengan proses yang tidak mudah itu telah terbit. Sesuatu yang sempat dirasa mustahil itu akhirnya menjelma menjadi kenyataan yang amat membahagiakan. Kebahagian semakin membuncah, ketika digelar launching buku secara sederhana di halaman madrasah yang turut dihadiri oleh orang tua siswa. Sebuah keharuan bagi saya melihat rona bahagia tergambar jelas di wajah siswa penulis dan orang tua yang mendampinginya sembari menggenggam erat buku impian mereka. Pencapaian ini semakin meneguhkan bukti bahwa sekolah di desa dengan segala keterbatasannya bukan penghalang untuk berkarya dan menembus batas dalam berkreatifitas. Komitmen, semangat, dan usaha sungguh – sungguh adalah tangga untuk mewujudkan keberhasilan.  

Berlatar pegunungan desa yang menyejukkan mata, acara launching buku berlangsung dengan amat berkesan. Kebahagiaan berpendar pada wajah guru, siswa dan wali siswa atas pencapaian yang berhasil diraih tersebut. Harapannya semoga nyala literasi terus bergelora dan akan lahir buku – buku berikutnya dari tangan para anak negeri.

Dewi Sofiana

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Agar Tubuh Tetap Sehat, Warga Diimbau Manfaatkan RTH Terdekat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00