• Latest

PUISI-PUISI ALI HAMZAH

Juni 28, 2021
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

PUISI-PUISI ALI HAMZAH

Redaksiby Redaksi
Juni 28, 2021
Reading Time: 11 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

SURAT UNTUK DUA DARA SATU AGAM

(Untuk Tiga Buah Hati)

 

Kurebahkan sukma dengan balutan jasad yang mulai renta

langkah kaki tak lagi seimbang

tangan tak lagi kuat menjangkau asa

hanya tinggal sukma yang kian meronta

akankah sampai kutitipkan Sembahku kepadamu anak-anakku

 

Sejauh mata memandang

langit tak lagi biru

mawar tak lagi ranum

bulan tak lagi purnama

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

bintang-bintang tak lagi bersinar

bahkan matahari pun tak lagi bercahaya

akankah sampai kuulurkan sajadah kepadamu anak-anakku

agar kau tadahkan tangan

untuk lafatkan

Allahumma firlana

untukku

​

Secercah warta menggores tajam

telinga mendengar

alunan ombak tak lagi syahdu

kicau camar tak lagi merdu

desiran angin tak lagi sejuk

desauan dedaunan tak lagi menenteramkan pipit

lantunan nina bobok bulan tak lagi menidurkan bintang

akankah sampai warkahku  untukmu anak-anakku

agar kau tahu

siapa yang kau sembah

agar kau paham

arti hidup dan kehidupan

 

Sementara,

rindu mulai mendera

sepi mulai mengangkasa

risau mulai meracau

galau mulai menghimbau

 

Dalam sunyi aku sendiri

menangkap sepi di pucuk hidung sendiri

sukma merana memandang asa yang terperangkap dalam siksa

akankah engkau anak-anakku dua dara satu agam

mampu mengeja sepi memuji Ilahi

agar aku nanti tak sendiri 

dalam sepi                           

​​​​​​​​​

Manggeng, 8 April 2020

​​​​​​​​

ENTAHLAH

 

Aku 

di sini

asyik menimang-nimang sepi

matahari terus berlari

mennggalkan bebukitan

 

Entah apa

yang melenakan kalbu

hingga aku hanya bermimpi menyunting bulan

dengan mahar bayangan semu.

Entahlah.

​​​​​Lhang, 9 April 2021


 

MENGEJA  LANGKAH

Kalbuku

patah dan jatuh ke tanah kerontang

tak berpenghuni

 

kalbuku

tenggelam dan hanyut ke lautan

tak bertuan agung

 

Sunyiku

mengeja  langkah kemarin

 

: ke mana semangat akan kusandarkan

 Tuhan!

​​​

​​​​​Ujung Serangga, 12 April 2021

 

 

 

 

 

 

 

 

ADVERTISEMENT

 

 

BIODATA

Assalamualaikum warahmatullahi warakatuh.

Saya bernama Ali Hamzah dengan nama Pena Hamzah Zaiby, dilahirkan di sebuah desa kecil dan terpencil, yaitu Desa Pasi Merapat, Kecamatan Kandang, Kabupaten Aceh Selatan bertepatan tanggal 31 Desember 1968, buah cinta dari (Alm) Zainuddin dan (Alm) Salbiyah. Putra bungsu dari 6 bersaudara ini mulai berkiprah di dunia sastra, terutama menulis puisi sejak  tahun 1990, tapatnya masa-masa kuliah   di FKIP Unsyiah  yang sekarang USK Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia.

Kini terus menulis dan menulis. Karya-karya yang dimuat di media massa, seperti di Serambi Indonesia, Atjeh Post, Warta Unsyiah, Swadesi, Waspada, dan Majalah Kiprah, dan lain-lain.

Sekarang aktif sebagai guru , tepatnya sebagai Guru SMA Negeri 8 Aceh Barat Daya, dan sebagai dosen terbang di beberapa perguruan tinggi di Kabuapaten  Aceh Barat Daya.

Demikian biodata singkat saya dan terima kasih atas segalanya.

​​​​

​​​​​​​Manggeng, 27 Juni 2021

​​​​​​​​Penulis,

​​​​​​​​

​​​​​​​​Ali Hamzah 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 339x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 300x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 287x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 261x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Discussion about this post

Next Post

Bahas Program Kerja, FKUB Kota Banda Aceh Laksanakan Rapat Koordinasi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com