• Latest

KPK, Riwayatmu Kini

Mei 12, 2021
29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
Ilustrasi dua kelompok manusia yang terpisah dengan perbedaan warna, menggambarkan prasangka, bias sosial, dan pengelompokan in-group dan out-group.”

Memahami Prasangka: Mengapa Kita Mudah Menilai Orang Lain Secara Keliru

April 10, 2026
3271b064-e5af-478a-be77-3253443f27da

Media Sosial: Meningkatkan atau Menurunkan Kepercayaan Diri Remaja?

April 10, 2026
IMG_0722

Make-Up dan Self-Confidence Pada Remaja Perempuan dalam Perspektif Psikologi

April 10, 2026
Kota Batavia abad ke-18 dengan kanal, bangunan kolonial, dan suasana senja yang muram di sekitar Kali Besar.

Geger Pecinan 1740 Mengubah Wajah Nusantara Selamanya

April 10, 2026
667109a2-c370-4108-8a9c-7dcb1a0a1d44

Normalisasi “Chatting” Tanpa Batas: Pergeseran Makna Khalwat di Era Digital

April 10, 2026
KPK, Riwayatmu Kini - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Bingkai Utama | Potret Online

Dari Instrumen ke Otoritas: Ketika Algoritma Menggeser Kedaulatan Keputusan Manusia

April 10, 2026
Ilustrasi korban perempuan mengalami tekanan dan diskriminasi akibat pelecehan seksual di media sosial

Diskriminasi terhadap Korban Pelecehan Seksual di Media Sosial

April 10, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

KPK, Riwayatmu Kini

Redaksi by Redaksi
Mei 12, 2021
in Bingkai Utama, Indonesiana, KPK
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ahmad Rizali 
Berdomisili di Depok
Ketika KPK digagas, saya mengenal beberapa tokoh yang ikut mendiskusikannya. Ada almarhum Mar’ie Muhammad, Sudirman Said, Arief Surowidjojo, Kemal Stamboel, Erry Riana Erry Riyana Hardjapamekas (ERH), itu tokoh yang saya kenal dan akhirnya ERH dan Amin Sunaryadi (sekarang Komut PLN) menjadi salah dua pimpinan KPK. 
Jaman KPK dipimpin Antasari Azhar itu, sayapun ikut membantu merumuskan sebuah buku Pendidikan Anti Korupsi dan 9 nilainya. Meski ketika diserahkan ke Mendiknas Bambang Soedibjo, buku itu ditelantarkan, namun saya bangga dan puas mampu memandu puluhan guru pilihan mapel PAI, PKN/IPS/Sejarah dan BP menghasilkan buku itu.
Saya juga pernah menemani salah satu staf KPK saat mendeklarasikan Sekolah Anti Korupsi di SMAN5 Surabaya bareng cak Satria Dharma dan kagum kpd integritas staf KPK yg sama sekali tidak mau minum suguhan dari sekolah, sekalipun hanya air dari botol kemasan yg dibeli sekolah. Meskipun saat itu saya juga berfikir “sebuah sikap yg berlebihan”. Namun tak heran, ERH sendiri saat menjadi Ketua MWA UI dan saya sekretarisnya, sejumlah barang hadiah ketika menjabat, tak dibawa pulang ketika purna tugas.
Integritas KPK saat itu ultimate. Namun, kepercayaan saya tumbang ketika seorang calon perempuan yg kami kawal menjadi Komisioner ketika sudah siap diajukan ke DPR, “ditebang” ditengah jalan oleh pansel dengan isu “Korupsi” oleh teriakan Jendral Polisi yg bahkan melabrak kantor sang calon bareng dengan tokoh ICW, tanpa bukti sama sekali dan tak pernah diberkas. Terbentuklah Komisioner sebelum Firli Bahuri ini. 
Jadi, ketika UU KPK terbentuk dan pansel memilih Firli dan yg lain, kemudian ada kegaduhan TWK dan 75 staf senior yg “sering menyelamatkan wajah” KPK dengan gebrakannya menangkapi “kakap”, ternyata tak lulus TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) yg soalnya konon tak berkaitan dg urusan pekerjaan itu, maka saya tak kaget lagi. Buat saya sebagai warga negara pembayar pajak, jika KPK sudah tak berguna dan sama saja dengan Polisi dan Jaksa, sebaiknya dibubarkan saja. Pindahkan para pekerjanya ke aparat penegak hukum no Komisi. Daripada menghabiskan APBN.

Baca Juga

Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
Ilustrasi artikel

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026
KPK, Riwayatmu Kini - 5378093c cf48 4f44 b7f7 38a4c2f751e1 | Bingkai Utama | Potret Online

Digempur +62 Siang Malam, Akhirnya KPK Jemput Gus Yaqut dan Jebloskan ke Rutan Lagi

Maret 24, 2026
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Related Posts

29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de
Artikel

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
Ilustrasi dua kelompok manusia yang terpisah dengan perbedaan warna, menggambarkan prasangka, bias sosial, dan pengelompokan in-group dan out-group.”
Psikologi Sosial

Memahami Prasangka: Mengapa Kita Mudah Menilai Orang Lain Secara Keliru

April 10, 2026
3271b064-e5af-478a-be77-3253443f27da
BIngkai Remaja

Media Sosial: Meningkatkan atau Menurunkan Kepercayaan Diri Remaja?

April 10, 2026
IMG_0722
Artikel

Make-Up dan Self-Confidence Pada Remaja Perempuan dalam Perspektif Psikologi

April 10, 2026
Next Post

Tim Gabungan Forkopimda Kota Banda Aceh Tutup Sejumlah Dagangan PKL dan Pedagang Kaki Lima dan Pedangang Musiman

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com