POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Orasi Pendidikan Hari Kartini Institut KAPAL Perempuan 2021

RedaksiOleh Redaksi
April 22, 2021
🔊

Dengarkan Artikel



Oleh Iva Hashanah

Berdomisi di Sidoarjo, Jawa Timur

Aku selalu bingung ketika ingin memanggil Kartini tiap tahunnya, tetap Ibu, Raden Ajeng, Kakak, Nenek, atau siapa? Tapi aku ingat ketika Pramudya Ananta Toer menulis buku “Panggil Saja Aku Kartini,”. Mungkin ini panggilan sayang yang membahagiakan Kartini, karena ia ingin dianggap setara. Kartini dan Pendidikan, mungkin ini tidak asing bagi kita semua, tetapi jika Kartini dan Pendidikan Kritis Adil Gender mungkin banyak yang mengerenyitkan dahinya. Mungkin ekspresi ini tanda sedang berpikir karena tidak tahu atau jarang diulas.
Aku tertarik dengan deretan kata yang ada dalam surat-surat Kartini seperti kalimat ini, “Seorang guru bukan hanya sebagai pengasah pikiran saja, melainkan juga pendidik budi pekerti, tetapi apalah artinya pandai dalam ilmu yang hendak diajarkan itu, apabila ia tidak dapat menerangkannya secara jelas kepada murid-murid.”
Jika dia masih hidup, tentu ada banyak kesempatan bertanya bahkan mendebatnya. Syukurnya kita masih diwarisi kecerdasannya melalui tulisannya. Bakatnya menulis sungguh membantu perjuangan kita saat ini. Jadi dapatlah aku benang merahnya. Jika punya ilmu banyak, cobalah menuangkan dalam tulisan, kira-kira begitu menurutku.
Perempuan ini, memberikan makna pendidikan yang amat luas dan dalam. Luas karena tidak hanya mengusik pendidikan sebagai sebuah sistem yang menghadirkan kepragmatisan dan target kelulusan saja.
Pemikiran Kartini yang mendalam justru menyampaikan pesan atas filosofi pendidikan yang maha dasyat. Pendidikan yang melintas batas. Pendidikan baginya adalah sebuah pembebasan dari sebuah tirani. Tirani yang tercipta karena kelas sosial ekonomi, “Antara aku bangsawan dan kau adalah rakyat jelata.”

Mengajari tentang apa itu politik identitas berwajah Suku dan Ras, “Karena aku orang Jawa pribumi dan kau orang kulit putih yang bisa semaunya menindas.”. Sebuah pemberontakan yang terkurung dalam tembok kokoh, “Hanya karena aku perempuan dan kau begitu bebas karena menjadi laki-laki.”

Pendidikan bagi Kartini menjadi sebuah media untuk meregenarasi budi pekerti. Oh ternyata budi pekerti, empati itu tidak hadir begitu saja seperti kodrat, tapi sebuah proses yang harus diupayakan dan dirawat terus menerus. “Dan terhadap pendidikan itu janganlah hanya akal yang dipertajam, tetapi budi pun harus dipertinggi,” begitu kutipan dari suratnya yang penuh kritik yang dalam.

📚 Artikel Terkait

Demokrasi sebagai Alat Menjinakkan Negara Lain (Analisis dalam Perspektif Global)

Mencicipi Jajanan Jadul “Suwar -Suwir” Hingga Makan Malam di Warung “Bu Ony”

CATATAN TENTANG ORANG GILA DAN WARAS

NAMAKU DILAH, SEORANG PRT

Kartini buat aku adalah sosok feminis lintas aliran, sebagai perempuan yang dilahirkan tepat di tanah airnya yang terjajah. Di usia yang belia dia hadirkan sekolah perempuan yang memecahkan dinding-dinding kaca bentukan budaya Patriarki.

Makanya dia lantang mengatakan, “Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.”

Kartini memberikan banyak pelajaran tentang Pendidikan kritis adil gender, yang saat ini sangat dibutuhkan kehadirannya. Bagi para perempuan yang masih terbatasi karena kondisi geografisnya, mereka yang masih berdiam di lereng gunung, pulau-pulau, pemukiman kumuh, dan di manapun tempatnya. Bagi mereka yang masih berjibaku dengan sistem yang tak berpiihak serta budaya Patriarki yang masih harus dipanuti, serta ajaran agama yang sering kali menakut-nakuti perempuan dengan nerakanya.

Tapi ada kabar baik untuk Kartini. Saat ini ada banyak sekolah perempuan seperti yang dia pikirkan dan idam-idamkan, telah lahir dan sedang bertumbuh dari ujung Barat dan Timur Indonesia. Saat ini mereka sudah pintar mendobrak tirani yang dulu pernah dirasakan Kartini.

Masa pandemi ini memberikan situasi yang istimewa bagiku, untuk bisa merasakan betapa tidak enaknya dan terbatasinya ragawi ini. Betapa kalutnya hati tidak dapat bercengkerama dengan kawan satu ideologi dan bergaul dengan para kolega.

Tapi aku masih beruntung masih ada dunia lain yang bisa diarungi dan dijelajah, meski itu hanya perjumpaan sebatas ukuran pas photo KTP. Tentu ini tak seberapa pedih jika dibanding penderitaannya saat itu.

Terima kasih Kartini. Mungkin raganya sudah tak bersama kita, namun jejak-jejak pikirannya yang cerdas seakan tak habis untuk jadikan amunisi melawan ketidakadilan gender yang masih tumbuh di abad ini.

Ditulis beberapa menit setelah berhasil mendapatkan suntikan vaksin C-19, Kamis, 22 April 2021, Sidoarjo pada pukul 13.15 WIB

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

KULINER TRADISIONAL KHAS ACEH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00