Oleh Faizan Nubza
Sambut sebuah hari dalam kerinduan yang telah menepi ke sebuah kalbu
Rasanya kerinduan itu enggan berlayar ke kalbu yang lain
Namun apa hendak kukata
Bahwa sang rindu telah menancapkan sauh rindu ke dalam lubuk hati terdalam
Sungguh aku rindu pada insan di benak jiwa
Seakan sang rindu itu tak mau berpisah dalam sang kalbu
Damai terasa kala sang rindu mengalir syahdu di relung-relung jiwa
Hembusan sang angin seakan mengerti akan hatiku
Yang sedang merindu kepadanya
Seolah sang angin berbisik kepadaku “Kan kusampaikan rindumu padanya”
Sungguh aku rindu pada insan di benak jiwa
Andai kubisa menjamahmu
Ku kan selalu mencoba di dekatmu
Sang angin hembuslah hawa rindu ini kepadanya sejukan ia
Dengan tiupan sepoimu dan dengan haha syahduku ini
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.











Discussion about this post