POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puasa dan Membaca

RedaksiOleh Redaksi
April 14, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ahmad Rizali
Berdomisili di Depok
Mungkin karena terbawa kebiasaan masa bocah dan remaja yang dengan cara membaca apa saja saat bulan puasa, maka untuk sebagian manusia mampu menjadikan membaca sebagai pengurang rasa lapar, cemas, resah, gundah gulana, kesepian dan lain sebagainya.
Bagaimana tidak? Jika saat bulan puasa yang disiapkan adalah berjilid jilid buku cersil, novel apapun (kadangkala ada yang tak sengaja sedikit porno, karena kuatir mengurangi nilai puasa, disingkirkan), bahkan yang cerita bergambar (cergam) silat, hero dan petualangan.
Jelas membaca kitab suci di masa itu bukanlah pilihan utama, hanya karena akan ada “pemeriksaan” jumlah lembar atau juz, maka mandatori dilaksanakan. Membaca kitab suci juga menjadi “prasyarat utama” sebelum membaca “kitab” sembarang kalir itu dan ketika sudah ada setoran bacaan kitab langit, maka kesenangan kitab bumi tak terusik.
Jika masa lalu, hanya membaca dan mendengar radio adalah satu-satunya “pengalih rasa lapar” seperti siaran sandiwara radio, maka jaman semakin berubah. Munculah gambar hidup yang tayang di televisi. Namun masih tertolong, karena masih ada jamannya saat “blanktime” siaran TV. Kemudian teknologi menggantikan semua penghilang rasa lapar itu hingga saat ini. 
Ada masa kaum babby boomer merasakan indahnya bulan ramadan dengan membaca sepuasnya, bermain sepuasnya dan beribadah sepuasnya serta tidur sepuasnya. Kadangkala, makan saat berbuka sepuasnya sampai “kemlakaren” alias kekenyangan dan dilakukan “pengerokan” dengan entong alias sendok nasi kayu di punggung. Jadi, meski libur sekolah di saat itu, kaum sekolahan dan santri tak pernah kekurangan kegiatan dan tiba tiba malam likuran.
Ketika malam likuran, meski kegiatan membaca tak putus, namun persentase membaca kitab suci meninggi karena mengejar “insentif”. Malam hari juga semakin sedikit waktu tidur karena ikut ikutan begadang dengan kaum tua seusai salat tarawih dan tadarus. Biasanya, semua tepar seperti ikan di TPI di saat usai ceramah subuh hingga waktu Dhuha/terbit matahari. Tiba tiba datanglah malam Lebaran.
Bayangkan proses “belajar” yang terjadi di komunitas sekitar masjid saat itu dan kami juga seringkali tak sadar bahwa tidak sedikit di antara kawan kawan itu adalah keluarga non muslim yang juga ikut libur panjang puasa. Ramadan di masa bocah kaum babby boomer memang indah dan tak terlupakan dan menjadi landasan kami senang membaca.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 121x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 92x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 82x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Mengemis, Sektor Bisnis Keluarga, Menjaja Iba

Hijau yang Bicara

Jeju Ala Pohon Ceubrek dan Nimby Syndrom

Sajak-sajak di Langit Gaza

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
197
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Jadwal Pelayanan di Disdukcapil Kota Banda Aceh Selama Bulan Ramadan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00