• Latest

Puasa dan Membaca

April 14, 2021
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puasa dan Membaca

Redaksiby Redaksi
April 14, 2021
Reading Time: 3 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ahmad Rizali
Berdomisili di Depok
Mungkin karena terbawa kebiasaan masa bocah dan remaja yang dengan cara membaca apa saja saat bulan puasa, maka untuk sebagian manusia mampu menjadikan membaca sebagai pengurang rasa lapar, cemas, resah, gundah gulana, kesepian dan lain sebagainya.
Bagaimana tidak? Jika saat bulan puasa yang disiapkan adalah berjilid jilid buku cersil, novel apapun (kadangkala ada yang tak sengaja sedikit porno, karena kuatir mengurangi nilai puasa, disingkirkan), bahkan yang cerita bergambar (cergam) silat, hero dan petualangan.
Jelas membaca kitab suci di masa itu bukanlah pilihan utama, hanya karena akan ada “pemeriksaan” jumlah lembar atau juz, maka mandatori dilaksanakan. Membaca kitab suci juga menjadi “prasyarat utama” sebelum membaca “kitab” sembarang kalir itu dan ketika sudah ada setoran bacaan kitab langit, maka kesenangan kitab bumi tak terusik.
Jika masa lalu, hanya membaca dan mendengar radio adalah satu-satunya “pengalih rasa lapar” seperti siaran sandiwara radio, maka jaman semakin berubah. Munculah gambar hidup yang tayang di televisi. Namun masih tertolong, karena masih ada jamannya saat “blanktime” siaran TV. Kemudian teknologi menggantikan semua penghilang rasa lapar itu hingga saat ini. 
Ada masa kaum babby boomer merasakan indahnya bulan ramadan dengan membaca sepuasnya, bermain sepuasnya dan beribadah sepuasnya serta tidur sepuasnya. Kadangkala, makan saat berbuka sepuasnya sampai “kemlakaren” alias kekenyangan dan dilakukan “pengerokan” dengan entong alias sendok nasi kayu di punggung. Jadi, meski libur sekolah di saat itu, kaum sekolahan dan santri tak pernah kekurangan kegiatan dan tiba tiba malam likuran.
Ketika malam likuran, meski kegiatan membaca tak putus, namun persentase membaca kitab suci meninggi karena mengejar “insentif”. Malam hari juga semakin sedikit waktu tidur karena ikut ikutan begadang dengan kaum tua seusai salat tarawih dan tadarus. Biasanya, semua tepar seperti ikan di TPI di saat usai ceramah subuh hingga waktu Dhuha/terbit matahari. Tiba tiba datanglah malam Lebaran.
Bayangkan proses “belajar” yang terjadi di komunitas sekitar masjid saat itu dan kami juga seringkali tak sadar bahwa tidak sedikit di antara kawan kawan itu adalah keluarga non muslim yang juga ikut libur panjang puasa. Ramadan di masa bocah kaum babby boomer memang indah dan tak terlupakan dan menjadi landasan kami senang membaca.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 351x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 254x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 21, 2026
Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Maret 17, 2026

Discussion about this post

Next Post

Jadwal Pelayanan di Disdukcapil Kota Banda Aceh Selama Bulan Ramadan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com