POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Memimpin Bangsa, Buku, Visi dan Pendidikan

RedaksiOleh Redaksi
March 29, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok, 

 

Menganggur, meskipun seorang sahabat mengatakan “haram hukumnya” memicuku membayar utang membaca berbagai buku yang ”  kujanjikan dalam hati” akan kubaca, jadilah entah berapa puluh ribu halaman sudah kuhabiskan membacanya. 

 

Menggagas dan menemani kawan kawan dalam Gernas Tastaka membuatku tercebur membaca esai pendek, jurnal hingga buku tebal tentang “Learning”bagaimana manusia belajar menurut ahli sains yang memelajari otak. Bagaimana otak menusia belajar matematika, apa dampak cara pembelajaran yang buruk dan lain sebagainya. 

 

Aku pun terpaku dengan begitu banyak data statistik tentang kinerja murid Indonesia dalam membaca, sains dan matematika di jenjang SD/MI. Berpuluh laporan studi yang saling mendukung hasil dalam angka angka itu. Semuanya membuatku dan kawan-kawan semakin yakin ada masalah dalam pembelajaran ketiga “ilmu alat” dasar itu dan haqqul yaqin pilihan menerjuni Gernas Tastaka.

 

Ketika iseng mencari bacaan yang lebih menghibur dan jelas buatku adalah cerita silat, alamak, kesasar dan jatuh cinta dengan kisah Pendekar Tanpa Nama, karya Seno Gumira. Pentalogi yang masing-masing berhalaman 1000an ini ternyata bersilatnya hanya alurnya saja, isinya lebih banyak filsafat dan telaah serta tafsir ajaran Hindu dan Budha serta sejarah Mataram dan Sriwijaya abad ke 6 dan 7 dan kerajaan- kerajaan di Asean serta kekaisaran Tiongkok jaman dinasti Tang. 

 

Buku ini seakan menjadi pemicu dan penerang ketika membaca buku tentang perbandingan pendidikan di Cina dan USA yang ditulis pendidik imigran Cina dari Universitas Michigan. Tulisan Seno tentang bagaimana kaisar Cina menyeleksi pegawai terbaiknya dikisahkan kembali oleh Prof. Zhao dalam buku “Catch Up or Leading The Way“. Aku semakin faham konteks ujian jaman Kaisar dan ujian di jaman modern ini yang sudah out of context.

 

Sebelumnya, sudah kukhatamkan “Finnish Lessons” Pasi Sahlberg, sebuah kisah sukses negeri kecil di Skandinavia yang terbelakang dan berubah dalam berpuluh tahun menjadi negeri makmur berbasis iptek, dengan pendidikan dasar terbaik di dunia. Negeri asal produk telepon genggam Nokia lahir. 

 

Sesekali,  kubaca artikel pendek di medsos tentang penelitian “brain science” dan “Math Education”, namun sebuah buku Tahun 2015 yang ditulis seorang pakar akademikus dan praktisi yang bekerja untuk PBB, CIA, FBI, Pentagon, Senat Amerika, Kementrian LN Amerika dan ahli Cina berjudul “100 Years Marathon” seakan akan menjadi sebuah muara sintesis pemikiran bagaimana manusia manusia memimpin bangsanya. 

📚 Artikel Terkait

Ketika Allah Tidak Lagi Menegur dengan Suara

Kebijakan dan Praktik Diskriminatif dalam Pendidikan Tinggi

Sekumpulan Puisi Mustiar, Ar

Puisi Zab Bransah

 

 

Visi

 

Dari semua buku yang aku sebutkan di tulisan sebelumnya, kebesaran sebuah bangsa, baik itu Tiongkok di jaman sebelum kelahiran Isa Almasih, negara superpower di abad ke 7 dan 8, Majapahit di abad ke 14 hingga USA, Tiongkok dan Finlandia di abad ke 20 dan 21, selalu kulihat jelasnya impian pendiri bangsa dan pemimpinnya. Bahkan kadangkala hanya dari sekelompok suku kecil, lantas menjadi sebuah bangsa yang besar. 

 

Tentulah impian yang berbentuk visi ini mereka perjuangkan dengan segala cara, penaklukan tanpa darah, tipu muslihat hingga banjir darah. Perang saudara di Amerika menurut catatan sejarah, membunuh sejuta lebih manusia Amerika di abad ke 17 itu. Revolusi Kebudayaan Mao, selain digerus saat revolusi, kegagalan panen juga membunuh jutaan rakyat Cina. 

 

Namun, tak ada pemimpin besar yang bersih dari cipratan darah dan musuh. Sejak sebelum masehi Alexander Zulkarnain, kaisar Cina pemersatu Shi Huang Ti hingga Gajahmada dengan Majapahit sampai ke perang dingin. Namun seorang pengarang menulis bahwa abad ke 21 adalah abad yang paling sedikit darah tertumpah karena perang. 

 

Visi itu pula yang menyebabkan semua pemimpin nyaris selalu mencari “musuh bersama” untuk menyatukan rakyat yang dipimpinnya. Tidak cukup musuh yang ada di depan mata seperti penyakit menular, kebodohan dan kemiskinan, namun sosok bangsa lain. Tiongkok kuno memiliki musuh bersama Tibet, Uigur dan Mongolia serta Viet. Di era modern menempatkan USA sebagai musuh bersama yang mesti harus menunggu 1 abad untuk dapat mengalahkannya.

 

Sejak Tjokroaminoto hingga Husni Thamrin, Muh. Yamin dan Soekarno, aku yakin mereka terinspirasi dengan kebesaran kerajaan Sriwijaya di abad ke 7 dan Majapahit di abad ke 14. Tiongkok sudah lebih dahulu selalu menarik visi bangsanya dengan filosofi Konfusius yang lahir sebelum Isa as dan dengan menggunakan strategi pencapaian Visi dengan kisah- kisah muslihat perang di jaman Sam Kok yang juga sebelum Masehi. The Art of War karya Sun Tsu diimplementasi dalam konteks masa kini.

 

Saking seriusnya pimpinan Tiongkok membangun negerinya, mereka mematok 100 tahun untuk mencapai tujuan dan menempatkan USA sebagai musuh utama, sekalipun dengan tipu muslihat yang dipelajari dari jaman Sam Kok, USA adalah negeri paling utama dalam membantu pertumbuhan ekonomi Tiongkok hingga sekarang PDB (ppp) sudah menyelip USA. Ujar penulis buku “100 Year Marathon”, Tiongkok menipu USA seperti Tom Sawyer menipu kawannya mencat pagar rumahnya tanpa sadar ditipu. 

 

Tiongkok juga menulis ulang sejarah bangsanya dan sejarah USA yang diajarkan di sekolah- sekolah Tiongkok sesukanya dan mayoritas tanpa bukti nyata, bahkan dengan memutarbalikan fakta, hanya untuk “memastikan” USA adalah musuh besar bersama. Pemimpin Tiongkok juga meminjam tangan USA mendiskreditkan Rusia, padahal merupakan sekutu sesama penganut aliran komunis. 

 

Dalam film Gravity tahun 2013, yang dibintangi G.Cloney dan Sandra Bullock, dikisahkan 2 astronot ini akan terancam oleh serpihan dan dampak satelit Sovyet yang dihancurkan dari bumi oleh negeri itu karena sudah tak berguna dan tertolong oleh stasiun Ruang Angkasa Cina. Faktanya, ujar Michael Phillsbury sang pengarang “100 Tahun Maraton”, tidak mungkin terjadi, karena Tiongkok tidak akan semudah itu mengijinkan stasiun ruang angkasanya dipakai dan fakta nyata, satu satunya negeri yang menembak hancur satelitnya di orbit dengan senjata dari bumi adalah Tiongkok pada tahun 2007. 

 

Rusia yang sudah mengecil kena diskreditkan via film dan Tiongkok menjadi hero dengan fakta yang sebaliknya. Ternyata persepsi rakyat USA pun sudah termakan propaganda Tiongkok dan Hollywood juga menyasar rakyat Tiongkok agar menonton. Jika fakta yang difilmkan, jelas akan dilarang masuk ke sana.

 

Pemimpin Tiongkok pun untuk menjalankan visinya melakukan semua cara, mencuri, membajal dan memalsu Teknologi canggih USA yang dibuktikan dengan berulangkali penangkapan spion mereka. Seorang spion yang tertangkap adalah insinyur yang bekerja puluhan tahun di dunia Industri penerbangan dan Angkasa USA. Saat digrebek, ditemukan 350.000 halaman dokumen rahasia yang siap dikirim ke negerinya. Aku kagum dengan kesetiaan para Spion itu.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Sehimpun Puisi Masinta

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00