POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Kopi, Si Hitam Yang Manis

RedaksiOleh Redaksi
January 3, 2019
🔊

Dengarkan Artikel

Ilustrasi : Sumber di Lokasi.com
Oleh : Zuhriati Rahmah 
Mahasiswi Program Studi Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Kopi, siapa yang tidak mengenal minuman yang satu ini. Dengan ciri warnanya yang hitam legam, serta rasa yang pahit dan aroma yang kuat dan khas, minuman ini merupakan salah satu minuman khas rakyat Aceh. Saat duduk, bercengkerama bersama teman dan sanak saudara, kurang lengkap rasanya tanpa ditemani secangkir kopi. Mulai dari acara khusus hingga santai, pasti kopi selalu disajikan di depan masyarakat. Hingga kebiasaan ngopi sudah melekat dan tidak bisa dipisahkan lagi dari keseharian masyarakat Aceh.
Berawal dari kebiasaan inilah, seorang lelaki yang mempunyai semangat tinggi mulai berpikir untuk menciptakan usaha yang berkaitan dengan bisnis kopi. Beliau bernama Pak Taufik. Bagi penikmat kopi, nama ini sudah sangat familiar didengar. Ya, benar sekali, Taufik ini adalah nama salah satu warung kopi yang mempunyai reputasi yang  baik di mata masyarakat. Warung kopi yang terletak hampir di seluruh Aceh hingga di beberapa kota di Sumatera Utara, merupakan primadona bagi pelanggan setianya. Karena kopi yang disajikan disini berbeda rasanya dengan tempat yang lain. Pelanggan kopi di warung ini sangat ramai, mulai dari pagi hingga dini hari.
Awalnya, Pak Taufik hanyalah seorang pekerja di salah satu warung kopi terkenal yang ada di Banda Aceh. Ia bekerja sebagai penyaring kopi di tempat awalnya dia bekerja. Karena tertantang untuk membuka bisnis kopi baru dengan harapan mendapatkan keuntungan, dengan bermodal keberanian  dan keahlian yang didapatnya dahulu pada tempat pertama ia bekerja, ia memutuskan untuk membuka “Taufik Kopi”. Pada saat akan membuka usaha ini, beliau meminjam modal yang didapatkan dari koperasi ditambah dengan modal pribadi. Baik yang berasal dari diri sendiri maupun yang diberikan oleh kerabat dan teman-temannya.
Saat awal membuka usaha ini, Pak Taufik menentukan terlebih dahulu lokasi usaha yang akan dirintisnya ini. Saat itu, warung yang pertama kali berada di Jl. Pocut Baren. Di warung ini, desain dan fasilitas yang diberikan awalnya tidak seberapa. Bangunannya sendiri berkonsep rumah tradisional Aceh yang terdiri dari papan kayu dan bambu sebagai anyaman dindingnya. Selain itu, kesulitan awal yang dirasakan oleh Pak Taufik saat pertama kali membuka usaha ini adalah kurangnya tenaga kerja yang ahli dan berpengalaman dalam menyaring kopi. Karena cara penyaringan kopi sangat berpengaruh terhadap rasa kopi yang akan disajikan nanti. Hingga akhirnya Pak Taufik turun sendiri untuk mencari pekerja dan mengajari mereka agar mereka mampu untuk menyaring kopi dengan baik. Setelah mereka mampu bekerja dengan baik, Pak Taufik akan membiarkan mereka bekerja serta mengontrol mereka saja.
Hingga saat ini, Pak Taufik sudah memiliki kilang kopi sendiri untuk membuat bubuk kopi. Selain untuk mendapatkan profit lebih, Pak Taufik juga berharap kilang kopi yang ada sekarang dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kilang kopi dengan cara membuka lapangan kerja bagi yang lainnya.
Dalam memproduksi bubuk kopi dengan cita rasa dan kualitas yang baik, Pak Taufik membeli langsung biji kopi dari petani kopi yang berada di Takengon. Selain itu, proses membuat bubuk kopinya pun dilakukan dengan cara memanggang menggunakan tungku api tradisional serta kayu bakar agar menghasilkan aroma kopi yang wangi dan rasa yang nikmat.
Usaha warung kopi yang dirintis oleh Pak Taufik sudah berjalan kurang lebih 12 tahun lamanya. Selain menjadi pengusaha, Pak Taufik juga aktif menjadi pemateri pada seminar-seminar motivasi yang ada pada perguruan tinggi maupun instansi lainnya. Pak Taufik selalu berusaha untuk memberi semangat dan motivasi bagi masyarakat agar tidak takut untuk memulai suatu bisnis.
“Untuk memulai suatu bisnis, kita harus berani untuk menghadapi segala macam risiko, menjadi pribadi yang optimis serta tidak mudah menyerah. Selain itu, jadilah pribadi yang dekat dengan Allah serta jangan lupa untuk bersedekah. Karena pada harta yang telah dititipkan kepada kita terdapat hak orang lain.” Itulah kata-kata motivasi hidup dari Pak Taufik.
Mulanya hanya berawal dari segelas kopi hitam yang pahit, rasa pahit itu kini berubah menjadi suatu hasil yang manis. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Powerful Kejagung

Perempuan Berjuang Melawan Bau Busuk

Tidak Ada Rangking Kelas, Semua Siswa Berprestasi

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Menyimak Pengalaman Ibex Mengembangkan Distro di Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00