• Latest

SEPASANG BATU DI TEPI DANAU LAUT TAWAR

Oktober 26, 2018
SEPASANG BATU DI TEPI DANAU LAUT TAWAR - IMG_0091 | Aceh Tengah | Potret Online

Indonesia antara Iman dan Sistem: Mengapa Kita Tertinggal dari China dan Barat

April 13, 2026
651a665d-a972-4237-889b-3f896bd0ff78

Komitmen dan Konsistensi Sebagai Penakar Etika, Moral dan Akhlak Mulia Yang bersifat Ilahiyah

April 12, 2026
1ac9c27f-7427-4c6a-b3f3-76cd09bc22ae

Selangkangan Borjuis

April 12, 2026
dc7b6933-d445-40b2-9886-71a08edbedd9

Menghalau Petaka Intelektual: Refleksi Sains dan Iman ala Al-Ghazali.

April 12, 2026
IMG_0751

Macet Menulis? Jangan Paksa! Lakukan Ini Saja (Resep dari Larry L. King)

April 12, 2026
de17d6a0-a45b-4472-ab39-12da2eea3a53

Perundingan Damai Gagal, Siap-siap Iran vs Amerika Perang Lagi

April 12, 2026
ilustrasi stereotip budaya komunikasi Aceh

Benarkah Orang Aceh Kasar? Tinjauan Psikologi dan Budaya

April 12, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Antara Efek Jera dan Keadilan

April 12, 2026
  • #22859 (tanpa judul)
  • Al-Qur’an
  • Disclaimer
  • Home
  • Kirim Naskah
  • Penulis
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • ToS
Senin, April 13, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

SEPASANG BATU DI TEPI DANAU LAUT TAWAR

Redaksi by Redaksi
Oktober 26, 2018
in Aceh Tengah, Cerita, Danau laut tawar, Legenda, Pidie Jaya
Reading Time: 7 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Oleh Cut  Alya  Allyva 
Pelajar KELAS Vll-2  SMP N 1 Bandar Dua, Pidie Jaya, Aceh
Pada zaman dahulu kala di negeri Aceh, hiduplah seorang gadis berparas cantik.  Si gadis amat menyanyangi dan mencintai keluarganya. Begitu pun keluarganya amat menyanyangi dan mencintai gadis itu.
Kecantikan  gadis tersebut terdengar sampai ke negeri seberang lautan. Seorang pemuda tampan yang berasal  dari keluarga terhormat datang ke desa  dimana si gadis tinggal. Si pemuda mengajukan pinangannya untuk memperistri si gadis. Si gadis tidak semerta- merta menerima pinangan itu, ia harus berembuk dahulu dengan keluarganya .
 “Tampaknya,  ia pemuda yang baik dan bertanggung jawab.  Sikapnya santun dan bersahaja. Pantas kiranya ia  menjadi suamimu,” kata ayah si gadis.  Si gadis akhirnya menerima pinangan si pemuda setelah keluarganya memberi restu padanya.
Pesta pernikahan pun lantas dilangsungkan dengan  amat meriah.  Segenap keluarga, kerabat, sahabat  dan tetangga datang dengan wajah suka cita untuk menjadi saksi pernikahan si gadis. Setelah beberapa hari tinggal di desa tempat si gadis berada , si pemuda pun mengajak si gadis yang telah menjadi istrinya itu untuk kembali ke kampung halamannya di seberang lautan.
Meski telah menjadi istri si pemuda, hati si gadis sesungguhnya amat berat meninggalkan keluarga dan juga desa tempat tinggalnya itu. Namun, dia harus mengikuti ajakan suaminya sebagai tanda kesetiaan dan baktinya pada suaminya. 
Sebelum berangkat, ayah si gadis berpesan, “wahai anakku , tinggallah baik-baik di negeri  suamimu. Ingatlah pesanku, selama engkau dalam perjalanan jangan sekali-kali engkau menoleh ke belakang.  Jangan sekali-kali engkau melakukannya.  Niscaya engkau akan menjadi batu!”
“ baiklah ayah ,“   ujar si gadis menyanggupi.
           Si gadis dan suaminya pun pergi meninggalkan   desa itu untuk memulai perjalanan jauh menuju negeri seberang lautan.  Dari desa tempat tinggalnya, si gadis harus menembus kepekatan hutan belantara, mendaki bukit dan menyebrangi danau laut tawar. Selama dalam perjalanannya si gadis tetap teguh  memegang pesan ayahandanya.  Sama sekali dia tidak berani menolehkan wajahnya ke belakang, hingga tibalah keduanya di danau laut tawar.  Dengan menaiki sebuah sampan , si gadis  dan suaminya menyebrangi danau laut tawar.
         
  
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Tentang Aku dan Mereka

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com