POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Aceh Tengah

SEPASANG BATU DI TEPI DANAU LAUT TAWAR

Redaksi by Redaksi
Oktober 26, 2018
in Aceh Tengah, Cerita, Danau laut tawar, Legenda, Pidie Jaya
0
Oleh Cut  Alya  Allyva 
Pelajar KELAS Vll-2  SMP N 1 Bandar Dua, Pidie Jaya, Aceh
Pada zaman dahulu kala di negeri Aceh, hiduplah seorang gadis berparas cantik.  Si gadis amat menyanyangi dan mencintai keluarganya. Begitu pun keluarganya amat menyanyangi dan mencintai gadis itu.
Kecantikan  gadis tersebut terdengar sampai ke negeri seberang lautan. Seorang pemuda tampan yang berasal  dari keluarga terhormat datang ke desa  dimana si gadis tinggal. Si pemuda mengajukan pinangannya untuk memperistri si gadis. Si gadis tidak semerta- merta menerima pinangan itu, ia harus berembuk dahulu dengan keluarganya .
 “Tampaknya,  ia pemuda yang baik dan bertanggung jawab.  Sikapnya santun dan bersahaja. Pantas kiranya ia  menjadi suamimu,” kata ayah si gadis.  Si gadis akhirnya menerima pinangan si pemuda setelah keluarganya memberi restu padanya.
Pesta pernikahan pun lantas dilangsungkan dengan  amat meriah.  Segenap keluarga, kerabat, sahabat  dan tetangga datang dengan wajah suka cita untuk menjadi saksi pernikahan si gadis. Setelah beberapa hari tinggal di desa tempat si gadis berada , si pemuda pun mengajak si gadis yang telah menjadi istrinya itu untuk kembali ke kampung halamannya di seberang lautan.
Meski telah menjadi istri si pemuda, hati si gadis sesungguhnya amat berat meninggalkan keluarga dan juga desa tempat tinggalnya itu. Namun, dia harus mengikuti ajakan suaminya sebagai tanda kesetiaan dan baktinya pada suaminya. 
Sebelum berangkat, ayah si gadis berpesan, “wahai anakku , tinggallah baik-baik di negeri  suamimu. Ingatlah pesanku, selama engkau dalam perjalanan jangan sekali-kali engkau menoleh ke belakang.  Jangan sekali-kali engkau melakukannya.  Niscaya engkau akan menjadi batu!”
“ baiklah ayah ,“   ujar si gadis menyanggupi.
           Si gadis dan suaminya pun pergi meninggalkan   desa itu untuk memulai perjalanan jauh menuju negeri seberang lautan.  Dari desa tempat tinggalnya, si gadis harus menembus kepekatan hutan belantara, mendaki bukit dan menyebrangi danau laut tawar. Selama dalam perjalanannya si gadis tetap teguh  memegang pesan ayahandanya.  Sama sekali dia tidak berani menolehkan wajahnya ke belakang, hingga tibalah keduanya di danau laut tawar.  Dengan menaiki sebuah sampan , si gadis  dan suaminya menyebrangi danau laut tawar.
         
  
Previous Post

Mengubah Sampah Menjadi Barang Yang membawa Berkah

Next Post

Tentang Aku dan Mereka

Next Post

Tentang Aku dan Mereka

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah