• Latest

ABK, Anak Berbalut Keistimewaan

Oktober 19, 2018

Agama yang Meninabobokan atau Menggerakkan? Dari Mimbar ke Realitas, Mencari Kembali Ruh Peradaban

April 16, 2026
Mahasiswa menunda tugas sambil bermain ponsel di depan laptop

Mengapa Kita Menunda Tugas Penting? Memahami Academic Self-Handicapping

April 16, 2026
3B16BCC9-5860-4D88-89D6-B676DAE2E109

Bertanya Soal Kartu Aceh Carong

April 16, 2026
Ilustrasi remaja menggunakan TikTok dengan ekspresi reflektif, menggambarkan pencarian informasi kesehatan mental di media sosial.

Ketika TikTok Menjadi “Psikolog”: Tren Self-Diagnosis Kesehatan Mental pada Gen Z

April 16, 2026
Ilustrasi ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah dengan latar peta dan simbol energi global

Konflik Amerika Serikat–Iran 2026: Sejarah Panjang dan Kebuntuan Diplomasi

April 16, 2026
Ilustrasi kecemasan orang dewasa yang berkaitan dengan pengalaman masa kecil

Kecemasan Tanpa Sebab? Bisa Jadi Berasal dari Luka Masa Kecil

April 16, 2026
e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a

Proses (yang) Kreatif

April 16, 2026
4add8591-3107-4510-963e-05d84dc12c4e

Politik, Tradisi Intelektual, dan Krisis Arah Kepemimpinan

April 15, 2026
Kamis, April 16, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

ABK, Anak Berbalut Keistimewaan

Redaksi by Redaksi
Oktober 19, 2018
in ABK, Kesehatan, POTRET CCDE, Sehati
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh : dr.Farah Febriani

Berdomisili di Kota Banda Aceh
Di sebuah sekolah yang terletak di tengah kota Banda Aceh.
Plang yang tertera pada lampu merah telah menunjukkan angka 5, ini pertanda sebentar lagi Raudah akan segera sampai pada sebuah sekolah yang dituju. Sudah dua minggu berlalu, Raudah masih tetap bersemangat untuk menjadi volunteerpada sekolah tersebut. Ia yakin, kehadirannya tidak akan sia-sia. Di sana tersebar ilmu, pengalaman, arti kesabaran dan tentunya rasa kebersyukuran.
Ia memarkirkan motor hitamnya yang bermerek “Yamaha” di parkiran belakang sekolah tersebut. Kini, di depannya telah berdiri sebuah gedung kokoh berlapis cat warna-warni. Di sebelah kanan gedung terdapat beberapa alat permainan yang berupa ayunan, jembatan bergoyang, ban mobil dan kayu pengukur keseimbangan. Sekolah ini terlihat sederhana dan menarik. Terdiri dari tiga ruang belajar, dapur, kamar mandi, ruang kerja serta ruang konsultasi. Ya, situasi seperti ini yang membuat sekolah ini begitu berbeda dengan sekolah biasanya karena di dalamnya juga telah terdapat anak-anak istimewa yang siap untuk menimba ilmu dengan segala perilaku uniknya.
Sebut saja Saushan. Ia adalah seorang anak laki-laki berwajah bulat dan berpostur tinggi. Kulitnya putih, menambah ketampanan sosok laki-laki yang terpancar dari dirinya. Hari ini genap tujuh bulan ia melaksanakan terapi. Selain siswa dapat bersekolah, mereka juga bisa melaksanakan terapi pada pagi dan siang harinya. 
“ Ambil apa lagi, Nanny? Tanyanya sambil mencari-cari benda yang akan digunakan selama terapi. “ Ayo, apa lagi?” Raudhah menjawab sambil balik bertanya.
“Ahaaaaa,, poster, meronce, apalagi Nanny?” Tanyanya lagi.
Raudah menjelaskan dengan penuh kesabaran. Menurutnya, Saushan butuh konsentrasi penuh untuk dapat mengingat kembali apa yang seharusnya ia lakukan. Shaushan terdiagnosa “Hiperkatif bagian konsentrasi”. Ia jarang menatap mata lawan berbicara ketika berinteraksi dengannya. Namun, ia adalah sosok yang peka dan perhatian. Sehari saja Raudah tidak masuk, ia pasti akan bertanya,” Nanny Raudah kemana?”
Uniknya mereka. Di satu sisi, mungkin dipandang memiliki kekurangan, namun tidak menurut Raudhah. Ia melihat mereka sebagai sosok yang istimewa, penyejuk mata dan melatih rasa kesabaran dan kebersyukuran bagi kita yang terlahir sempurna.
***
Berbicara tentang ABK, mayoritas kita akan terbersit bahwa ABK adalah Anak Berkebutuhan Khusus. Ya, dari segi bahasa ABK adalah akronim dari anak berkebutuhan khusus. Namun, penulis ingin mengubah pola pikir teman-teman agar menganggap bahwa anak ABK layaknya seperti anak-anak pada umumnya. Mereka sudah pasti memiliki keistimewaan tersendiri. Mengapa? Karena Allah telah berjanji bahwa pada setiap manusia, akan Allah berikan kelebihan dan kekurangan. Lantas mengapa mereka menjadi berbeda? Lingkungan adalah faktor utama yang membentuk “stereotip” (pelabelan) bahwa anak ABK adalah anak yang tidak sama dari anak lain seusianya. Sayang sekali, jika stigma dan ucapan tersebut (red: idiot, tidak normal, cacat dan sebagainya) langsung didengar dan diinternalisasikan bagi si anak maupun keluarganya. Mereka mungkin akan memiliki konsep dan harga diri yang rendah.
Lantas, apa tugas kita sebagai manusia yang diberikan kemampuan lebih mendekati taraf sempurna? Hal yang termudah adalah menjauhi perkataan yang menurut kita sepele, namun akan berdampak luar biasa bagi mereka atau keluarga yang memiliki anak ABK. Selanjutnya, jika kita mampu berbuat lebih, maka berusaha untuk peka dan peduli dengan mereka dari hal-hal kecil yang kita bisa, seperti bahasa tubuh yang terkesan tidak mengejek, membantu mereka saat kesulitan akan sesuatu, mengajarkan pada mereka arti kemandirian (meskipun mereka ABK, bukan berarti mereka tidak bisa dilatih, lho!), membantu memperjuangkan hak mereka untuk bisa merasakan bahagia seperti kita (bersekolah, bermain dan sebagainya).
Jika salah satu dari keluarga kita adalah anak ABK, lantas apa yang harus kita lakukan? Tidak menyesali dan terus berusaha, karena setiap hal yang Allah berikan tentunya mengandung hikmah. Penulis paham, bahwa masuk pada tahap ini tidak mudah, tapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya ilmu, kita bisa belajar bagaimana pola asuh efektif dan tips tips yang tepat untuk mengajarkan mereka untuk hidup lebih mandiri lagi dan membantu mereka agar menjadi individu yang berfungsi. Banyak bukan, kisah kisah orang sukses meski mereka memiliki kekurangan di bagian fisik atau psikologisnya?
Contohnya adalah Helen keler, seseorang yang tidak bisa melihat, mendengar dan berbicara, namun menjadi hakim sukses dan juga penulis dalam hidupnya. Hal ini terjadi ketika salah seorang guru menerapkan kedisiplinan tinggi padanya, mengajarkannya berbicara lewat bahasa sentuhan. Albert Einstein, nama ini pasti tidak asing lagi bagi kita, sang penemu teori fisika. Dikeluarkan dari sekolah karena dianggap bodoh, tidak bisa membaca dsb. Lalu, sang ibulah yang menjadi guru baginya hingga ia terdidik menjadi salah seorang pakar dunia.Hebat bukan?
Untuk itu juga, penulis sangat berharap bagi para pemerintah kota Banda Aceh untuk menyediakan sarana dan prasarana bagi mereka yang memiliki keistimewaan ini. Sehingga, mereka juga bisa memaknai hidup mereka dan tidak terus bergantung kepada keluarga yang merawatnya. Hal-hal tersebut seperti kendaraan, sarana dan prasarana sekolah yang memadai, para perawat yang mumpuni serta edukasi pada para keluarga sejak dini. Hal ini dilakukan agar tidak kita dengar lagi bahwa ada anak-anak istimewa ini yang dipasungatau dikurung dirumah sendirian karena orang tua dan keluarga malu memiliki mereka atau bahkan mereka dikucilkan dari lingkungan bermain mereka.
Bagi para orang tua, jangan khawatir ya. Mari sama-sama kita bantu para ABK untuk berfungsi bagi hidupnya. Adakalanya gangguan-gangguan tersbut bukanlah sebuah penyakit yang ada obatnya dan bisa disembuhkan. Namun, dengan terapi yang sistematis dan konsisten, insya Allah perilakunya dapat kita bentuk. Keep trying! Yuk bantu Anak Berbalut Keistimewaan ini semampumu!
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Rintihan Sang Yatim

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com