POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

WASPADAI BAHAYA INTERNET

RedaksiOleh Redaksi
September 12, 2018
🔊

Dengarkan Artikel



Oleh: Shaifuddin Fuady
Dosen STAI Jamiatut Tarbiyah Lhoksukon
Internet merupakan jaringan global antarkomputer untuk berkomunikasi dari suatu  wilayah  ke wilayah  lain di belahan dunia. The US Supreme Court mendefinisikan internet sebagai international network of interconnected computers, yang artinya jaringan internasional dari komputer-komputer yang saling berhubungan. Dalam internet terdapat berbagai macam informasi, baik yang memberikan manfaat  maupun  berdampak negatif. Semua informasi itu dapat diakses lewat internet. Penggunaan internet berkembang dengan pesat. Kini masyarakat dapat dengan mudah mengakses internet di warnet atau melalui laptop dengan modem ataupun wireless-connected, bahkan lewat HP.
Jumlah pengguna internet terus bertambah. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terdapat sekitar 25 juta pengguna internet. Peningkatan pengguna internet diprediksi akan terus meningkat sekitar 25 persen setiap tahunnya. Kementerian Komunikasi dan Informatika mengemukakan, sekitar 50% penduduk Indonesia pada tahun 2015 yang diperkirakan berjumlah 240 juta jiwa, atau sebanyak 120 juta jiwa, diharapkan sudah terhubung dan mampu menggunakan internet. Harapan tersebut sesuai dengan deklarasi World Summit On Information Society (WSIS) tahun 2003, dengan point terpentingnya adalah pada tahun 2015 sekitar 50% penduduk dunia harus memiliki akses informasi yang terhubung dan mampu menggunakan internet. Sebuah data menunjukkan bahwa dari jumlah pengguna internet di atas, rata-rata pengguna internet di perkotaan 60% adalah usia di bawah 30 tahun.
Persoalan yang kemudian muncul  adalah bagaimana dampak  yang ditimbulkan dari  media internet terhadap perilaku  anak-anak dan remaja. Siswa sebagai salah satu pengguna internet belum mampu memilah aktivitas internet  yang bermanfaat, dan cenderung  mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu efek positif atau  negatif yang akan diterima saat melakukan aktivitas  internet. Terlebih lagi  perusahaan-perusahaan  yang terkait dengan dunia internet dan pemasaran selalu menjadikan kaum muda sebagai “tambang emas” demi keuntungan belaka. Oleh karena itu tidak mengherankan jika selama ini bahaya  mengancam dari pemanfaatan online terhadap  kebiasaan dan perilaku  kaum remaja. Remaja merupakan sorotan utama untuk dikaji baik oleh pemerintah maupun lingkungan akademis.
Dampak negatif dalam perkembangan moral dapat terjadi karena adanya kesempatan untuk mengunduh isi situs tanpa ijin. Banyak orangtua yang mengajarkan anak-anaknya untuk tidak mencuri, bahkan mungkin memberikan hukuman bila anaknya melakukan tindak pencurian. Namun bila hal tersebut dilakukan dengan perangkat internet (contohnya mengunduh secara illegal baik lagu atau film dengan berbagai cara), maka punishment dari orangtua sering tidak diterapkan.
Bahaya Internet
Ada fakta mencengangkan, bahwa pornografi masih menjadi konsumsi tertinggi bagi para pengakses internet. Ternyata didapatkan 12% situs di dunia ini mengandung pornografi. Setiap harinya 266 situs porno baru muncul dan diperkirakan kini ada 372 juta halaman website pornografi. Sedangkan 25% yang dicari melalui search engine adalah pornografi. Ternyata peminat pornografi internet demikian besar 35% dari data yang diunduh dari internet adalah pornografi. Setiap detiknya 28.258 pengguna internet melihat pornogafi dan setiap detiknya $89.00 dihabiskan untuk pornografi di internet.
Data Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan bahwa dalam empat bulan pertama di tahun 2011 tercatat 435 kasus kekerasan anak. Yang paling menyedihkan, 58% laporan adalah merupakan kekerasan seksual terhadap anak. Angka itu tidak berbeda dari 2010, sebanyak 2.339 laporan 62% adalah kekerasan seksual. Jumlah korban terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2008 terdapat 1.726 kasus, dan 2009 menjadi 1.998 kasus. Angka ini ibarat gunung es, mengingat kekerasan dalam rumah tangga dianggap aib keluarga, sehingga hanya sebagian kasus terungkap ke permukaan.
Pornografi terhadap anak adalah masalah dunia yang harus diperangi semua bangsa segera. Karena ancaman itu semakin mengkawatirkan. Saat ini berbagai negara maju selalu berupaya untuk merintangi akses ke situs Internet pornografi anak dan menerapkan hukuman lebih keras terhadap para penyalahguna anak dan geng perdagangan manusia.
Melihat data kekerasan seksual pada anak yang terus bertambah. mungkin tidak semua menyadari tentang ‘Perilaku Online’, yang menciptakan banyak masalah bagi anak-anak.  Menurut hellboundbloggers.com, pelecehan anak melalui online meliputi:  mencari, berbagi dan men-download gambar anak-anak secara fisik dan seksual. “Grooming” (cara berdandan dan memamerkan tubuh) anak-anak di chat room dengan maksud melakukan pelecehan seksual baik online dan offline.
Pornografi anak berarti citra anak menderita penyalahgunaan seks. Pornografi anak bukan sekedar tentang kebebasan berekspresi, akan tetapi merupakan kejahatan yang menghebohkan. Melihat pornografi anak di Intenet menyebabkan lebih banyak anak dijadikan korban.
Dewasa ini, bentuk kekerasan seksual meningkat dan jumlah laman Internet yang disediakan untuk pornografi anak bertambah, dengan sekitar 200 gambar yang memuat pornografi anak diedarkan setiap hari. Media pornografi anak semakin mudah untuk diakses melalui media elektronik dan cetak. Begitu mudahnya setiap anak untuk melihat materi pornografi melalui internet, handphone, buku bacaan dan VCD. Kemudahan mengakses materi pornografi dapat mencontoh aktivitas seksual sesuai dengan adegan yang ditontonnya dan menyebabkan kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh sesamanya.
Bila ini terjadi, efek domino dan mata rantai yang diakibatkan oleh paparan pornografi terhadap anak, akan menimbulkan persoalan bangsa yang lebih besar lagi. Moral anak Indonesia saat ini sangat menentukan kualitas hidup masa depan bangsa. Apalagi saat ini banyak orang tua yang membiarkan anaknya mengakses internet secara bebas melalui ponsel pintar (smartphone) atau lewat jejaring sosial.
Peran Elemen Masyarakat
Pengawasan terhadap warung internet (warnet) harus diperketat dan kepada pihak terkait diminta agar izin warnet tidak boleh dikeluarkan dengan mudah, tetapi harus melalui proses-proses tertentu untuk mencegah terjadi tindak kejahatan. Penggunaan internet tidak hanya disalahgunakan untuk pornografi, tetapi juga digunakan untuk tindak kejahatan teknologi (cyber crime).
Dalam kaitan HP berisi film porno, ini belum pasti seluruhnya itu kesalahan anak, tapi karena kelalaian kita semua. Kalau tiga elemen masyarakat yaitu orang tua, guru dan masyarakat lingkungan berfungsi dengan baik, tidak ada kesempatan bagi anak untuk melakukan penyimpangan”.  Bisa jadi kasus pornografi yang melibatkan kalangan anak dan remaja terpelajar tersebut akibat pendidikan seks yang diperoleh tidak dibarengi dengan pendidikan agama yang memadai.
Sebagai langkah awal pemberantasan pornografi di kalangan anak-anak, maka ada baiknya jika pihak sekolah dapat benar-benar mengeluarkan larangan  membawa HP ke lingkungan sekolah. Karena sampai saat ini siswa tetap saja banyak yang membawa HP ke sekolah, walaupun sudah ada pelarangannya.
Disamping peran guru di sekolah,  secara bijaksana orang tua harus mempertimbangkan sekali lagi segala permintaan anak terhadap kebutuhan teknologi. Terlebih bagi anak  yang berusia di bawah 13 tahun untuk tidak menggunakan semua bentuk jejaring sosial yang ada. Orang tua wajib mengontrol penggunaan jaringan internet. Mencegah mereka mengungkapkan foto diri mereka, nomor telepon pribadi, email, alamat rumah atau nama sekolah. Orang tua juga harus melarang anaknya untuk tidak akan melakukan video chatting atau mengobrol dengan orang asing kecuali mereka benar-benar yakin.
 Menyarankan kepada setiap orang, agar dapat mengontrol bagaimana berperilaku benar dalam Jaringan Sosial. Mengawasi secara bersama-sama dan peduli terhadap kesalahan dalam menggunakan jaringan internet oleh setiap anak dan remaja, Jangan ragu  melaporkan segala bentuk pelecehan online pada anak ke pihak berwajib. Apabila semua elemen masyarakat bekerjasama menyelamatkan anak bangsa ini dari “amukan” globalisasi internet, maka  kita akan  memenangkannya. Semoga !

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

  TEKNOLOGI DALAM DUNIA KONSELING

“ Status Mahasiswa” Bukan Hambatan Untuk Berbisnis

INGIN KUJUAL CINTA

Thailand Mengklaim sudah Melenyapkan 100 Tentara Kamboja

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Kesejahteraan Lansia di Aceh Semakin Meningkat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00