• Latest

Tiga Butir Hikmah Bulan Suci Ramadhan

Mei 21, 2018
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Tiga Butir Hikmah Bulan Suci Ramadhan - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | puasa | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Tiga Butir Hikmah Bulan Suci Ramadhan - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | puasa | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tiga Butir Hikmah Bulan Suci Ramadhan

Redaksi by Redaksi
Mei 21, 2018
in puasa, Ramadan
Reading Time: 6 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
Oleh: Hendra Gunawan, MA
Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padangsidimpuan
Bulan Ramadhan, di kalangan anak-anak memaknainya sebagai bulan penuh makanan, sebab mereka banyak menjumpai ragam tanjil (kue) di bulan Ramadhan, baik di rumah, di jalan-jalan, dan di masjid-masjid setiap menjelang berbuka puasa. Bagitu juga, di kalangan remaja memaknai bulan Ramadhan sebagai bulan penuh kebersamaan, sebab mereka banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman mulai membangunkan orang untuk sahur, buka bersama, pergi Tarawih bersama dan sampai kepada tadarus bareng teman-teman. Hal ini tidak menjadi masalah, namun yang paling ironisnya apabila ada orang-orang dari kalangan umat Islam yang memaknai bulan Ramadhan ini sebagai hukuman sebab tidak bisa makan dan minum di siang hari selama satu bulan.Na’uzubillahi minjalik.
Terlepas dari semua perspektif masyarakat terhadap bulan Ramadhan, bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang ke sembilan dalam bulan Hijriyah atau kalender Islam termasuk bulan yang sangat penting dan dimuliakan oleh setiap umat Islam di seluruh belahan dunia. Karena memang dalam catatan sejarah, bahwa di bulan Ramadhan diturunkan al-Qur’an, sehingga tercatat bahwa bulan Ramadhan merupakan salah satu tonggak pertama pembangunan agama Islam di bumi Allah SWT tercinta ini. Makanya para ulama sangat menggalakkan tadarus al-Qur’an di bulan Ramadhan. Selain itu, bulan Ramadhan juga memiliki berjuta hikmah yang 3 (tiga) di antaranya sebagai berikut :
1. Bulan Ramadhan Sebagai Bulan Ampunan dan Pembakar Dosa
Wajar saja, apabila beberapa hari yang lalu umat Islam di seluruh daerah memiliki cara dan tradisi tersendiri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Di Padang dengan cara Balimo-limo dan tidak ketinggalan di daerah Tabagsel juga menyambut bulan Ramadhan dengan marpangir. Kenapa tidak karena menyambut bulan Ramadhan yang mulia, diibaratkan kedatangan tamu yang membawa berjuta kenikmatan terutama ma’firah atau ampunan, sebagaimana dilukiskan dalam sebuah hadis Rasululllah SAW sebagai berikut :
Artinya :
“Biasanya Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabat dengan bersabda; ‘telah datang kepadamu bulan Ramadhan,… pada bulan in pintu-pintu surga, pintu neraka ditutup, dan para syetan diikat,…” {HR. Ahmad dab Nasa`i} 
Secara kontekstual, hadis ini secara majas yaitu menunjukkan bahwa makna dibuka pintu surga, berarti bahwa di bulan Ramadhan Allah SWT membuka pintu ampunan bagi setiap hamba-Nya. Bahkan untuk bisa meraih ma’firah atau keampunan tersebut, Allah SWT memberikan kesempatan kepada pada hamba-Nya dengan membelenggu setan sebagaimana ditegaskan dalam hadis di atas supaya kita selaku hamba Allah SWT terbebas dari bujuk rayu setan selama bulan Ramadhan untuk memperbanyak amal ibadah guna membakar semua dosa yang pernah kita lakukan termasuk salat Tarawih, sebagaimana ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW sebagai berikut :
Artinya :
Barang siapa mendirikan shalat malam bulan Ramadhan (termasuk shalat Tarawih) karena iman dan mengharapkan pahala (dari Allah SWT) niscaya diampuni (sama halnya dibakar) dosa-dosanya yang telah lalu” {HR. Mutafakkun ‘alaih}
Oleh karena itu, sebagian ulama mengatakan, bahwa apabila di bulan Ramadhan seorang Muslim masih tetap melakukan kemaksiatan, maka tidak ada alasan lagi buat mengkambinghitamkan setan, karena mereka sedang dibelenggu. Tetapi itu semua dikarenakan hawa nafsu yang ada dalam dirinya sudah kotor. Untuk itu, perlu diservis (dibersihkan) atau dikendalikan dengan puasa, Tarawih, Tadarus al-Qur’an, dan rangkaian ibadah lainnya. 
2. Di Bulan Ramadhan Diwajibkan PuasaSebagai Servis Iman
Disebut bulan servis iman, karena pada bulan Ramadhan diwajibkan Allah SWT berpuasa tidak lain untuk mensucikan hamba-Nya dari hawa nafsu (kelumunan dosa) yang telah menggorgoti keimanan seseorang selama satu tahun. Maka perlu diservis agar bersih, agar bisa beroperasi sebagaimana mestinya yaitu menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah SWT. Ibaratkan, kendaraan apabila sudah satu tahun tidak diservis, maka akan macet. Sama seperti manusia, apabila imannya tidak dibersihkan maka akan macet, shalatnya macet, dan sifat-sifatnya pun akan macet alias tidak sesuai dengan sifat yang diajarkan agama Islam. Bahkan, tidak hanya servis iman, tetapi juga menurut ilmu kesehatan puasa juga dapat meningkatkan kesehatan badan, sehingga orang banyak yang menjadikan puasa sebagai ibadah sambil berdiet untuk mengurangi kolesterol dan lain sebagainya.
Memang ibadah puasa, cukup sulit sebab puasa termasuk ibadah kaff ‘ainil mahbubat (menahan diri untuk tidak melakukan hal yang disenangi) mulai makan, minum, dan lain-lainnya, maka dalam al-Qur’an Allah SWT menggunakan kalimat amanu (orang-orang beriman) sebagaimana terekpelisit pada surah al-Baqarah ayat 183 sebagai berikut :
Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”{Qs. Al-Baqarah/2:183}
Karena memang, tidak semua orang Islam sanggup dan mau menunaikan ibadah puasa, tetapi hanya orang-orang yang merasa beriman kepada Allah SWT yang sanggup dan mau menjalankannya. Maka tidak heran, apabila ada orang yang sudah diaknosa dokter memiliki riwayat penyakit mah, tetapi karena merasa beriman ia pun mau dan sanggup menunaikan ibadah puasa, maka wajar dalam riwayat disebutkan bahwa Allah SWT membangga-banggakan hamba-Nya yang menunaikan ibadah puasa kepada para malaikat-Nya. Sehingga para malaikat pun memohonkan ampunan Allah SWT untuk orang-orang yang menunaikan ibadah puasa sampai berbuka. 
Namun, sebaliknya banyak orang yang sehat dan bertubuh kuat, tetapi tidak mau bahkan tidak sanggup menjalankan ibadah puasa Ramadhan, itu juga gejala lemah iman. Apalagi orang-orang yang kurang iman, bisa saja mereka mempertanyakan buat apa berlapar-lapar puasa?. Maka sesungguhnya, jauh hari Allah SWT telah mewanti-wanti pertanyaan ini dengan menjelaskan jawabannya pada akhir ayat tersebut yaitu la’allakum tattakun yaitu agar menjadi orang yang bertakwa. Lantas orang yang memiliki iman yang penuh dengan keraguan juga akan bertanya, banyak orang yang berpuasa, tetapi tetap saja melaksanakan maksiat-maksiat, puasa tetapi masih tetap berpacaran, puasa tetapi masih berkelahi, dan puasa tetapi masih korupsi.
Sebagian ulama menegaskan, bahwa kalimat la’allakum tattakun pada ayat di atas juga merupakan alat ukur tentang gagal atau berhasilnya puasa seseorang. Nah, apabila sudah beberapa hari berpuasa, tetapi masih tetap melakukan maksiat, itu alamat bahwa puasanya gagal dan begitu pula sebaliknya apabila dengan puasanya ia pun semakin baik dan bertakwa. Maka itu pertanda bahwa puasanya berhasil. Sehingga ia pun berhak mendapatkan hadiah istimewa dari Allah SWT di bulan Ramadhan ini.
Maka untuk meraih, kesuksesan dalam berpuasa kita harus berpuasa dengan cara yang benar, tidak hanya puasa atau menahan diri dari makan dan minum serta yang membatalkan puasa dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Tetapi juga memperhatikan hal-hal yang dapat merusak puasa, termasuk mulut kita juga harus puasa alias ditahan dari perkataan yang berdusta, keji, dan begitu juga mata, telinga, tangan, kaki, sampai kepada hati harus puasa (ditahan) dari melakukan hal-hal yang dilarang Allah SWT.
3. Bulan Ramadhan Terdapat Laylatul Qadr Sebagai Hadiah dari Allah SWT
Lailatul qadr merupakan sebuah hadiah tertinggi dari Allah SWT kepada orang-orang sukses melalui semua iven-iven ibadah di bulan suci Ramadhan, mulai puasa, taraweh, tadarus al-Qur’an, ihtikaf di mesjid, dan amalan-amalan sunnah lainnya. Maka lucu, apabila ada orang yang mau mendapatkan lailatul qadr tetapi tidak puasa, tidak taraweh, tidak tadarus al-Qur’an, dan tidak ihtikaf di masjid. Lailatul qadr adalah suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam al-Qur’an surah al-Qadr ayat 1 s/d 3 sebagai berikut :
Artinya :
“Dan tahukah kamu apakah malam lailatul qadr (kemuliaan) itu?(2), malam lailatul qadr itu lebih baik dari seribu bulan.(3)”. {Qs. Al-Qadr/97:2-3}.
Apabila kita hitung menurut ilmu matematika, seribu bulan itu sama artinya 83 tahun 4 bulan. Berarti sama dengan satu malam yang lebih baik sepanjang hidup, karena pada umumnya kita umat Islam sekarang sudah jarang sekali berusia 83 ke atas. Maka wajar saja, setelah bulan Ramadhan muncul idul Fitri (kembali suci) seperti bayi yang baru dilahirkan, bersih seperti kertas putih tanpa goresan sedikit pun buat para hamba Allah SWT yang telah berhasil memanfaatkan momentum bulan Ramadhan. Dari sini, banyak ulama menyebut bulan Ramadhan dengan bulan suci Ramadhan, karena bulan Ramadhan merupakan momentum yang diberikan Allah SWT kepada setiap hamba-Nya untuk membersihkan diri dari dosa-dosa.
Selain hadiah lailatul qadr, sebenarnya pada bulan suci Ramadhan Allah SWT banyak sekali menawarkan riwad keuntungan kepada para hamba-Nya, mulai dilipat gandakan pahala ibadah sampai kepada memberikan pahala ibadah yang sunnah sama dengan pahala ibadah yang wajib, berbeda dengan di bulan-bulan yang lain. 
Penutup
Dari uraian di atas, hikmah yang dapat kita ambil adalah bahwa bulan Ramadhan bukan sekedar berubah atau mendadak alim mumpung bulan Ramadhan, tetapi harus memanfaatkan momentum bulan ampunan ini dengan melaksanakan semua rangkaian event ibadah dalam bulan Ramadhan guna meraih ketakwaan kepada Allah SWT. Sehingga tiba saatnya, kita termasuk orang-orang yang idul Fitri (kembali suci).

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 367x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 330x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 279x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
Tiga Butir Hikmah Bulan Suci Ramadhan - 9a1aca64 fa02 470f bddc fd5df62ca09a | puasa | Potret Online

Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Maret 17, 2026
Tiga Butir Hikmah Bulan Suci Ramadhan - cf9783f3 f060 4def 9401 8d275b9bc1ab | puasa | Potret Online

Malam Lailatul Qadar

Maret 15, 2026
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Tiga Butir Hikmah Bulan Suci Ramadhan - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | puasa | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post

Sedang di Yogyakarta? Jangan Lewatkan 5 Museum Favorit ini

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com