By Lina Zulaini
Warna hijau tenggelam menjulang berganti tiang
Sejuk itu ku rindu
Aroma asoka itu ku pilu
Masihkah kau merindu halaman rumah penuh deru?
Ataukah kau suka wajah baru kaca penuh debu
Hutanku yang hijau
Kini lekang bahkan akar pun tak bersisa
Akankah kita hidup seribu tahun lagi?
Jati tangguh jadi tempat lesehan sang angkuh
Pinus jemari indah melambai pergi dari semesta ini
Bumi yang aku sayang kita kau tinggal kenangan
Semua tangan jahil menyentuh kelembutanmu
Banda Aceh, 01 April 2018
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 331x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 326x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 303x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 254x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 195x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














