• Latest

Pentingnya Menghadirkan Pendidikan Pengambilan Keputusan Finansial dalam Kurikulum

Maret 7, 2018
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Pentingnya Menghadirkan Pendidikan Pengambilan Keputusan Finansial dalam Kurikulum - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Pendidikan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Pentingnya Menghadirkan Pendidikan Pengambilan Keputusan Finansial dalam Kurikulum

Redaksi by Redaksi
Maret 7, 2018
in Pendidikan
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
Oleh Teungku Abdurahman
Dewasa ini, atau kalau sekarang namanya zaman Now, hampir di seluruh bagian negeri ini, orang-orangtua disibukkan dengan kesibukan mereka dalam mencari nafkah. Sehingga ada dua jenis pendidikan yang sangat penting, yang selama ini dibebankan kepada orangtua, kini menjadi sesuatu yang terabaikan, yaitu pendidikan agama dan pendidikan finansial. 
Seharusnya ketika penghidupan semakin sulit, orangtua dipaksa secara tidak langsung oleh keadaan untuk terjun ke dunia luar dalam rangka mencari nafkah. Pemerintah bergerak respek untuk memfokuskan diri untuk memasukkan kedua pendidikan ini ke dalam kurikulum pelajaran kita secara utuh dan masif. Mungkin untuk agama sudah dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan kita, tinggal dikembangkan ke arah yang lebih baik dan lebih intensif lagi. Namun untuk pendidikan finansial masih belum. Terutama untuk kalangan menengah ke bawah. 
Seringkali anak-anak mereka sama sekali tidak terbekali dengan wawasan finansial. Mungkin agak sedikit berbeda dengan kalangan menengah ke atas, yang mungkin meskipun mereka tidak teredukasi dalam konteks pendidikan, mereka tetap mampu mempelajari hal yang demikian melalui penglihatan atau contoh terhadap kehidupan lingkungan sekitar mereka yang lebih terdidik untuk hal tersebut. Tetapi itu hanya kemungkinan saja, kebanyakannya tetap saja masih belum terdidik. Itu bisa dilihat dari seberapa banyaknya keturunan saudagar yang jatuh dalam kesulitan finansial. 
Tapi sebelum kita melanjutkan bahasan kita, saya ingin cerita sedikit tentang suatu kerajaan yang pernah berjaya di dataran Nusantara, dimana kerajaan tersebut diisi oleh ahli ahli di bidang perdagangan dan finansial. Kerajaan itu adalah Aceh Darussalam. Dahulu Aceh, diisi oleh oleh pakar pakar di bidang perdagangan dan finansial. Dimana Pusat Perdagangan di Asia Tenggara berada di sana, dan itu menjadikan Aceh sebagai salah satu negeri terkaya pada masanya.
Ada satu hal yang menarik, ketika awal awal mula kemerdekaan Indonesia. Entah dari mana asal mulanya, terbentuklah pemikiran-pemikiran yang menjauhkan warga warganya dari budaya keuangan dan perdagangan. Kemudian, makin lama terbentuk pemikiran pemikiran dimana kebanyakan darinya terfokus pada bidang pemerintahan dan kepegawaian. Keuangan dan Perdagangan ditinggalkan dan menjadi “Pegawai” begitu di junjung tinggi. 
Saya rasa selanjutnya tidak usah kita ceritakan lagi, karena kita sudah tahu kondisi Aceh sekarang ya. Kondisi dimana kalimat “1 jt/KK saja diterima mentah mentah. Keilmuan analisis finansial warganya sangat tidak teruji. Baik yang mengatakan dan mempercayai, dua duanya menurut saya agak membutuhkan pencerahan. Hehehehe. . . Mari kita kembalikan pada bahasannya. 
Dunia pendidikan kita tidak mengajarkan mengambil keputusan finansial secara tepat, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan keuangan mungkin sangat terabaikan. Sehingga jangankan orang yang tidak berpendidikan, orang orang sekelas menteri dan presiden saja mungkin saja sering mengambil keputusan finansial yang salah. Kebijaksanaan dan pengetahuan mereka dalam mengambil keputusan finansial sangat tidak teruji dan sangat tidak boleh dicontoh. 
Saya kerap kali memandang jauh ke arah masa depan, dimana saya mencoba membayangkan bagaimana keadaan bangsa ini. Apa yang akan terjadi di masa depan, jika jumlah orang yang menggantungkan masalah finansial dan kesehatan mereka kepada pemerintah, sedangkan Pemerintah saja dari masa ke masa semakin sering salah dalam mengambil keputusan finansial mereka dalam konteks kepemerintahan? Ini berdampak kepada semakin buruknya keadaan finansial negara. Sementara pada sisi yang lain, jumlah mereka yang tergantung semakin meningkat. Coba anda bayangkan, apa yang terjadi jika jaminan Pengobatan dan Pendidikan kekurangan dana? Saya rasa gejala itu sudah mulai terlihat sekarang. Kemarin di kampus, katalog untuk Mahasiswa baru sudah hilang dari peredaran, sistem Online kampus mengalami kemerosotan akibat kekurangan dana, dan dosen dipress mengajar berlebihan karena kurangnya tenaga akibat keterbatasan anggaran. 
Pertanyaan kunci dari semua ini adalah “bagaimana sebuah bangsa bisa bertahan pengajaran finansial, jika keilmuan tentang keputusan finansial hanya diserahkan kepada para orangtua saja, yang semakin sibuk dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka ?” 
Sementara kalau dilihat, dari tahun demi tahun, negeri ini semakin diisi oleh orang orang yang semakin tidak mengerti masalah finansial. Bahkan akhlak yang diajarkan di sekolahpun ikut tercoreng keilmuannya akibat masalah masalah yang berhubungan langsung dengan suatu keputusan finansial. Seperti berita picisan tentang pertumbuhan ekonomi daerah atau negara, ataupun berita kesalahan keputusan finansial yang ditutup-tutupi. 
Jawabannya, pasti tidak bisa, tidak akan pernah bisa. Jadi sudah saatnya pemerintah menghadirkan pendidikan terkait dengan keilmuan dibidang finansial. 
Jika tidak.
Pertanyaannya adalah, sampai kapan semuanya harus berlangsung seperti ini ?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 352x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 352x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Pentingnya Menghadirkan Pendidikan Pengambilan Keputusan Finansial dalam Kurikulum - 1001353319_11zon | Pendidikan | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 14, 2026
Pentingnya Menghadirkan Pendidikan Pengambilan Keputusan Finansial dalam Kurikulum - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Pendidikan | Potret Online

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Februari 21, 2026
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post

Generasi Zaman Now Lebih Kreatif?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com