POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Bahasa Rumah Adalah Bahasa Daerah

RedaksiOleh Redaksi
January 2, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Isra Yauminnisa
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsyiah

Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Sensus terakhir oleh BPS pada tahun 2010 menyatakan terdapat 1.340 suku bangsa yang tersebar di setiap daerah di Indonesia. Penduduk indonesia yang homogen ini memiliki bahasa daerahnya sendiri. Maka dari itu Indonesia kaya akan bahasa daerah yang dimiliki oleh setiap suku yang terdapat di Indonesia.

Namun banyaknya bahasa daerah ini bukan tak mungkin pada suatu masa bahasa-bahasa daerah ini akan punah jika tidak dilestarikan. Badan Bahasa Kementrian Pendidikan dan kebudayaan belum lama ini mengungkapkan data terbaru bahwasanya terdapat 67 bahasa daerah yang terancam punah. Banyak faktor yang membuat bahasa daerah ini punah. Salah satunya penutur bahasa daerah yang kian hari semakin berkurang.

Negara Indonesia memiliki bahasa sendiri atau bahasa nasional untuk menyatukan penduduknya yaitu bahasa indonesia. Bahasa Indonesia ini sering menjadi pilihan penduduk indonesia untuk memudahkan melakukan komunikasi dengan semua orang yang berasal dari suku yang berbeda atau daerah berbeda. Namun penggunaan bahasa indonesia ini sudah menjadi kebiasaan, kasarnya sudak keenakan. Dan ada alasan lainnya seperti gengsi. Kerap kali kita menemukan fakta ada sebagian penduduk Indonesia yang memiliki pemikiran jika menggunakan bahasa daerah takut dikira ndeso (kampungan). dan parahnya lagi ini bukan lagi rahasia umum jika pemikiran ini sudah ada didalam hati penduduk Indonesia.

Memang tidak mudah melawan gengsi bahkan sangat sulit bagi sebagian orang untuk melawan gengsi. Banyak cara agar bahasa daerah ini tetap terlestarikan, salah satunya kita dapat memulainya di rumah masing-masing. Rumah yang diisi ayah ibu, abang, kakak, dan adik masing-masing memiliki kedekatan emosional.

📚 Artikel Terkait

Spiritual Sebagai Fitrah Bisa Hilang dan Bertumbuh Seperti Pohon Yang Memberi Manfaat Bagi Hudup dan Kehidupa Manusia

Sekolah Penggerak di Abdya Ikut Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka

PESONA POLITIK DAN KORUPSI

Dorong Kolaborasi Menuju Pemulihan Pendidikan

Keluarga cenderung lebih memahami dan tentu lebih mendukung. Dan elemen-elemen ini tentu akan lebih mudah bagi kita untuk melestarikan bahasa daerah tanpa malu atau bahkan merasa gengsi untuk menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasi dengan keluarga. Jika bukan dirumah dimana tempat yang bisa kita gunakan untuk melakukan komunikasi dengan menggunakan bahasa daerah.

Kalau di sekolah sebagian besar guru dalam melakukan kegiatan belajar dan mengajar akan menggunakan bahasa indonesia. Mengacu pada bahasa yang digunakan di buku pelajaran yaitu bahasa indonesia. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman dalam kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa atau sesama siswanya.

Sama halnya seperti di kampus, mahasiswa yang terdiri dari berbagai daerah juga akan menemui kesulitan jika mahasiswa dari masing-masing daerah menggunakan bahasa daerahnya untuk melakukan komunikasi dengan mahasiswa lain yang berasal dari suku berbeda dan juga memiliki bahasa daerah yang berbeda. Sebenarnya bisa saja kita melakukan komunikasi menggunakan bahasa daerah jika kita bertemu dengan mahasiswa yang berasal dari satu daerah. Namun ini juga bukan hal yang mudah. Contohnya saja penggunaan Bahasa Aceh di lingkup Universitas Syiah Kuala yaitu salah satu perguruan tinggi negeri di aceh. Pada lingkup Universitas Syiah Kuala ini, mahasiswa aceh menjadi mayoritas. Namun mahasiswa aceh ini tidak semua menggunkan bahasa aceh dalam berkomunikasi dengan sesama mahasiswa aceh lainnya.

Hanya sebagian saja yang menggunakannya. Terkadang mahasiswa ini cenderung menggunakan bahasa aceh disaat ia tidak berada dikampungnya dan menjadi minoritas di tempat lain. Ia akan menggunakan bahasa daerah dengan dalih rindu kampung halaman, agar lebih cepat akrab, agar orang tahu dari mana mereka berasal, dan dengan alasan lain-lainya.

Sepertinya menerapkan bahasa daerah di rumah bisa menjadi solusi terbaik. Apalagi jika dalam satu keluarga tersebut ayah dan ibu berasal dari suku yang sama tentu ini akan sangat memudahkan dalam mempraktikkannya. Berbeda dengan keluarga yang ayah dan ibunya berasal dari suku yang berbeda, terkadang bahasa indonesia menjadi jalan tengah untuk digunakan sebagai alat komunikasi didalam keluarga. Padahal tidak menutup kemungkinan juga antara ayah dan ibu saling mengajarkan bahasa daerahnya masing-masing pada anaknya untuk memperkaya kemampuan berbahasa pada anak.

Bahasa daerah adalah identitas yang menjadi ciri khas suatu daerah. Kekayaan suatu negara tidak hanya terbatas pada sumber daya alam saja. Melainkan juga pada kebudayaan yang beragam yang menjadi daya tarik bagi negara lain. Maka dari itu Bahasa daerah yag menjadi salah satu kekayaan kebudayaan indonesia ini patut dijaga dan dilestarikan agar tidak punah. Penduduk indonesia wajib menjaga dan melestarikan bahasa-bahasa daerah ini. Jika bukan penduduknya yang melestarikan siapa lagi! yuk mulai berbahasa daerah dari rumah!

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

9 KRITERIA PENGHUNI NERAKA VERSI AL-QUR’AN

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00