• Latest

Manusia-Manusia Menunduk

November 24, 2017
Manusia-Manusia Menunduk - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Budaya | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Manusia-Manusia Menunduk - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Budaya | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Manusia-Manusia Menunduk

Redaksi by Redaksi
November 24, 2017
in Budaya, Gadget, Smartphone, Teknologi
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh : Isra Yauminnisa
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unsyiah, Banda Aceh
            Teknologi dan manusia adalah dua hal yang sangat sulit dipisihkan. Teknologi telah menjadi pelengkap kebutuhan manusia. Sederhananya pada awal kemunculannya, teknologi berperan dalam kehidupan manusia untuk memudahkan pekerjaan manusia. Seperti hadirnya blender untuk memudahkan ibu-ibu menyajikan makanan di dapur, mesin cuci untuk meringankan kegiatan mencuci, dan penyedot debu untuk memudahkan membersihkan rumah. Namun teknologi-teknologi cangih tidak hanya berhenti pada alat-alat canggih tersebut. Melainkan teknologi terus berkembang dan terus melahirkan inovasi-inovasi terbaru.
            Pada tahun 1990 teknologi melahirkan inovasi terbaru yang sangat mumpuni, yaitu internet. Keberadaan internet terus berkembang sehingga mempengaruhi perkembangan pada bidang lainnya. Salah satunya perkembangan pada bidang komunikasi dan informasi. Pada awal kemunculannya internet hanya dapat di akses melalui perangkat komputer. Keterbatasan ini membuat manusia jarang atau tidak selalu menggunakan internet. Namun seiring perkembangan zaman internet sudah bisa diakses melalui telepon genggam atau pada saat ini dikenal dengan sebutan smartphone.
            Kemampuan Smartphone untuk mengakses internet membuat dunia tanpa batas. Manusia bisa berkomunikasi dengan manusia di belahan dunia lainnya dan  melalui smartphone manusia dapat memperoleh informasi yang diinginkan. Tidak hanya itu, selain berguna sebagai alat komunikasi smartphone juga dapat dipergunakan untuk aktivitas lainnya. Dengan satu benda ini manusia bisa melakukan banyak aktivitas yang diinginkan. Seperti menonton, membaca, mendengar radio, dan lain-lain. Smartphone ini membuat para penggunanya menjadi kecanduan. Smartphone diklaim memiliki kemampuan seperti komputer, maka dari itu beberapa fungsi komputer juga terdapat di smartphone. 
            Namun keberdaan smartphone tidak hanya membawa dampak yang positif bagi manusia. Melainkan smartphone juga membawa dampak negatif. Di antaranya smartphonebanyak membawa perubahan pada nilai-nilai yang ada pada masyarakat. Teknologi membentuk individu bagaimana cara berpikir, berperilaku dalam masyarakat, dan teknologi tersebut mengarahkan manusia bergerak dari satu abad teknologi ke teknologi yang lain (Nurudin, 2011:184).
            Pendapat ahli komunikasi tersebut diperkuat dengan fenomena yang sering kita temui akhir-akhir ini. Manusia-manusia menunduk. Banyak kita temui manusia-manusia menunduk ini di berbagai tempat. Seperti di acara seminar, di ruang kuliah, dipengajian, di dalam bus, dan banyak tempat lainnya.            Sebelum manusia terikat dengan teknologi komunikasi seperti telepon genggam dan sejenisnya. Manusia menunduk sebagai tanda hormat. Namun jaman sekarang malah sebaliknya. Manusia sering menunduk tapi bukan untuk memberi hormat, bahkan bisa dikatakan tidak menghormati. Seperti kasus peserta seminar yang terus menunduk sibuk memainkan gadgetnya tidak menghormati pemateri yang sedang memberikan materi di depan.
            Tindakan ini jelas melanggar norma kesopanan. Terlebih lagi tindakan tersebut tidak luput dari penglihat pemateri seminar. Sikap seperti itu harus direnungkan kembali. Sebagai Peserta seminar/workshop kita hanya duduk, lalu mendengarkan materi. Sedangkan pemateri harus berdiri dan terus berbicara memberi materi. Tapi kita sibuk menunduk sambil memainkan smartphone mengabaikan pemateri yang menjelaskan materi di depan. Ini jelas menunjukkan sikap tidak menghargai dan melanggar norma kesopanan..
            Fenomena manusia menunduk ini juga didapati di jalanan. Pejalan kaki yang lalai dengan gadgetnya saat sedang berjalan hingga menabrak orang lain. Tidak hanya berhenti sampai disitu. Pada suatu acara seorang tamu pernah berkeluh kesah merasa diremehkan karena ketika ia ingin menjabat tangan dengan seseorang yang menjaga meja registrasi, ia  tidak dihiraukan karena orang tersebut  terus menunduk sambil memainkan smartphonenya.
            Mari merenung! Jangan biarkan keberadaan smartphone merubah nilai-nilai yang ada di dalam masyarat yang sudah turun-temurun. Jangan biarkan kita diperbudak dengan kehadiran smartphone. Seperti kata bijak. “tempatkan sesuatu pada tempatnya”. Sepenggal kalimat ini sering ditujukan terkait dengan sampah. Seperti buang sampah pada tempatnya. Namun kalimat bijak tersebut bisa dijadikan sebagai pedoman kita untuk menggunakan smartphone secara bijak atau pada tempatnya. Karena pada akhir-akhir ini kita seperti terus dilalaikan dengan alat komunikasi canggih tersebut. Hingga kita lupa dan mengabaikan antara hal-hal yang patut dengan yang tidak patut.
            Terkadang saat dilalaikan dengan smartphone kita cenderung mengganggap semua hal sepele. Seperti memainkan smartphone saat mengikuti seminar. Kita mungkin saja menganggap tidak ada yang melihat. Tapi tanpa kita sadari orang telah menilai buruk terhadap kita. Smartphone  memang suatu kebutuhan bagi kita semua untuk melakukan komunikasi dan mendapatkan informasi yang sangat dibutuhkan di era globalisasi ini. tapi keberadaan smartphone yang melalaikan ini akan berakibat pada begitu banyak hal penting  yang kita lewatkan hanya dengan bermain smartphone yang aktivitasnya kebanyakan berkaitan dengan sosial media.
            Namun ada baiknya kita mulai membatasi pemakaian smartphone ini tidak secara berlebihan dan pada waktu yang tepat seperti di waktu kosong. Sejatinya kehadiran teknologi-teknologi canggih ini karena kita yang membutuhkan dan kita mampu menghadirkannya. Maka dari itu kita juga harus mampu mengendalikan teknologi-teknologi tersebut.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Manusia-Manusia Menunduk - 1001376951_11zon | Budaya | Potret Online

Tentang Malas, Kerja, dan Indonesia Terhormat.

Maret 23, 2026
Manusia-Manusia Menunduk - 5d89b0a2 122d 49ed 8b0b 79ccc29d61c3 | Budaya | Potret Online

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Maret 14, 2026
Manusia-Manusia Menunduk - 567e58f5 9275 47f6 ad7c ceb6ed7d4bf9 | Budaya | Potret Online

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

Maret 13, 2026
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Manusia-Manusia Menunduk - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Budaya | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post

ADAKAH SETITIK KERINDUAN UNTUKKU?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com