POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Si Capcin Yang Murah Meriah

RedaksiOleh Redaksi
November 2, 2017
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Cut Najla Rahmatika
Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Pasti semua orang mengetahui minuman ini. Minuman yang terbuat dari serbuk capcin yang dikombinasi dengan es batu dan cincau sebagai topingnya yang disebut capcin. Capcin adalah minuman familiar bagi para masyarakat, baik dari kalangan anak anak, hingga orang tua. Selain familiar, minuman ini sangat mudah ditemukan dan harganya cukup terjangkau, hanya Rp6000 saja, anda sudah mendapatkannya. Jika cuaca panas, maka ini adalah salah satu andalan masyarakat termasuk saya, karena minuman ini dapat melepaskan dahaga pada saat kita sedang dehidrasi. 
Pada hari Kamis lalu, dimana cuaca di Kota Banda Aceh sangat terik, sehingga membuat saya ingin meminum minuman yang dingin dan menyegarkan. Saya langsung keluar dari kos dan mencari minuman tersebut yang tidak jauh jarak dari tempat tinggal saya. Saya menemukan jualan atau usaha yang sangat rame pembelinya. Ketertarikan itu timbul dari diri saya sendiri. Saya datang ke tempat orang penjual tersebut dan saya melihat mereka menjual cappuccino cincau atau yang disebut capcin yang berada di daerah Lamgugob, Banda Aceh. Saya memesannya dengan antrian cukup panjang. Hal itu tidak membuat saya harus membeli ke tempat yang lain. Karena saya sangat penasaran apa sih kelebihan dari capcin itu dari pada capcin yang ada di sebelahnya, dan bagaimana rasa atau tasty dari capcin tersebut?. 
Tidak lama kemudian selang lima menit, para penjual tersebut mananyakan kepada saya “capcin yang bang , h1 aja” lalu para penjual capcin tersebut membuatnya dan rasa penasaran itu semakin besar, sehingga saya pun berbicara kepada abang penjual tersebut. “Bang, sudah lama berjualan disini?” Pedagang capcin itu menjawab “ sudah dek, kira- kira sudah dua tahun kami berjualan capcin ini sambil tersenyum”, Lalu saya menjawab “ramai ya bang pembelinya, kenapa ramai bang? Apa yang membedakan capcin di sini?” Lalu penjual itu menjawab “ Alhamdullilah ramai selalu disini dek”. Apalagi kalau cuacanya panas lebih dari ini, dan apa yang membedakan capcin kami dari yang lain, kami disini mengutamakan kepuasan pelanggan dan menarik pembel yang baru, agar menjadi pelanggan tetap di sini. Misalkan kami menawarkan capcin yang beda rasa, lalu memakai toping yang bervariasi, lalu banyak yang menjual capcin dengan harga murah, akan tetapi dari segi tekstur dan tasty tidak manis dan encer atau cair. Disini kami berbeda dari yang lain. Kami membuat tasty dan tekstur sesuai dengan pemintaan pelanggan dan pastinya kental. Semakin menarik perbincangan itu, lalu saya melanjutkan pertanyaan yang lain, apa sih ancamannya dan dari mana dapat modal untuk membangun usaha ini? Lalu Abang Capcin itu menjawab “ ancaman itu pasti ada, seperti orang yang berjualan sama di sebelah kami. Mereka juga menjual minuman seperti kami juga, otomatis terjadi persaingan, baik dalam kenyaman dan ketepatan waktu saat memesannya. 
Kesimpulannya yaitu perlu adanya inovasi atau hal yang baru dari ini .Kalau dari segi modal, di sini kami hanya sebagai karyawan saja yang dititpkan oleh atasan untuk berkerja, Kita dikasih peralatan untuk berjualan, kita tinggal jalani saja apa yang sudah ditentukan oleh atasan dan keuntungan dari itu sebagai gaji perbulan kami. Hitung -hitung penghasilan ini untuk menambah uang perbulan dan biaya untuk wisuda tahun depan dan selebihnya bisa untuk mengirimkan kepada orang tua di kampong. Kami berprinsip sekarang bukan jaman lagi orang tua yang mengasih uang tiap bulan ke kita, tapi ini jaman untuk hidup mandiri . Saya mendengar hal seperti itu ikut bangga melihat seorang mahasiswa yang ingin mandiri . Pertanyaan terakhir dari saya kepada penjual tersebut , apakah usaha ini ada tidak, pasang surutnya? Lalu dia menjawab “pasangnya waktu ketika cuaca panas , dan surutya ketika musim hujan. Sedikit penghasilan yang didapatkan” Capcin pun siap dan saya berterimakasih kepada Abang penjual Capcin itu, sudah mau berbincang dengan saya, walaupun banyak pembeli yang sedang menunggu pesanannya yang sedang dibuat.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

RENUNGAN PERINGATAN HARI TSUNAMI ACEH:

Puisi-Puisi Al-Azim Effendi

SEMALAM KE SINGAPURA

Menghadirkan Tuhan Dalam Buku

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Pulang ke Kampung Nenek

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00