• Latest

BERWIRAUSAHALAH, TUNJUKAN KREATIVITAS ANDA

Oktober 7, 2017
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

BERWIRAUSAHALAH, TUNJUKAN KREATIVITAS ANDA

Redaksiby Redaksi
Oktober 7, 2017
Reading Time: 5 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh Devi Safrina
Mahasiswi  Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Zaman sekarang adalah zaman yang sangat modern, globalisasinya yang sangat meningkat serta tekhnologi yang sangat canggih yang sangat canggih. Zaman sekarang yang serba ada, serba berkecukupan. Pokoknya serba wah semuanya. Lihatlah sekarang apa yang kita mau dan kita inginkan bisa tercapai.  Karena dunia sekarang bukan seperti dahulu lagi.
            Dulu semua yang kita inginkan itu sangatlah terbatas tidak seperti sekarang ini. Zaman orang tua kita dahulu untuk  mengenyam sekolah saja masih susah, akibat ekonomi yang masih melemah, mereka cuma bisa bekerja terus bekerja, jadi petani, melaut, dan masih banyak pekerjaan yang lain. Wajar-wajar saja ekonomi mereka melemah. Ya, seperti yang kita tahu begitulah hidup orang tua kita.
            Sekarang  giliran Anda. Zaman anda sekarang zaman modern, tekhnologi yang canggih!!!! Masih mau juga, apa anda ingin terpuruk dengan ekonomi yang melemah? Coba mikir, malu dong pada dunia*
            Saya lihat anak-anak sekarang tahunya cuma kuliah dan minta dikirimkan uang dari oarangtuanya yang ada di kampung. Mereka tidak tahu orang tuanya banting tulang cari uang buat kita, bahkan dia rela menjual tanah, sawah, gunung, itu demi anaknya sendiri.
            Jadi untuk para muda-mudi sekarang ini, mau tidak kalian untuk merubah nasib kalian yang sekarang? Nasib yang bergantung pada orang tua, yang awalnya orang tua kita mengikirimkan uang untuk kita, sebaliknya sekarang kita mengirimkan uang untuk orang tua kita yang ada di kampung. Jika anda ingin seperti ini, ya dengan cara kita berwirausaha sembilan kuliah, pasti bisa dilakukan.
Jangan takut…!!!!!
Jangan malu…!!!!!
            Mulailah belajar untuk berwirausaha, walaupun usaha yang kita buat hanya usaha kecil-kecilan. Mana tahu sekarang kita buat usaha kecil-kecilan, mungkin dua tahun ke depannya kita sudha punya usaha yang besar. Kita tidak tahu rezeki. Allah yang tentukan, maka berusahalah. Jangan pernah menyerah dengan apa yang kita perbuat sekarang.
            Untuk mahasiwa-mahasiswi jangan malu  untuk berwirausaha. Banyak anak miskin sekarang yang kuliah sembilan kerja. Karena dia  terfikir tidak ingin jadi tambah miskin seperti orang tuanya juga. Banyak anak zaman sekarang tahunya cuma kuliah saja dan selesainya ingin jadi sarjana, niatnya cuma ingin mendapat gelar sarjana saja. Nanti biar tidak malu pada nikah, biar gaya-gayaan, pas diundangan, biar merasa keren karena sudah sarjana. Misalnya Devi Safrina S.E.
           
Saya pernah mendengar cerita dari dosen yang membimbing  mata kuliah Etika Bisnis Dalam Islam yaitu bapak Angkasah Djuned. Beliau mencertikan seorang pemuda yang sangat miskin, tetapi dia kuliah. Ceriatanya saya kurang jelas juga karena sudah agak lupa sedikit, pemuda tersebut kuliah dengan biaya sendiri . Di samping kuliah, pemuda tersebut kerja jualan minyak keliling kampung.  Pemuda tersebut ingin punya usaha sendiri yaitu usaha jualan minyak tanah dengan keliling kampung membawa gerobak.
                        Suatu hari dia pergi ke bank dan ingin pinjam modal:
Pemuda: Pak saya ingin pinjam modal  sebanyak 5.000.000
Pihak bank: Apa jaminan nya kalau anda ingin pinjam modal disini
Pemuda: Jaminannya gerobak saya pak
Pihak bank: Tidak bisa, maaf ya dek
            Pemuda tersebut sangat kecewa karena pihak bank tersebut tidak memberikan pinjaman modal, akhirnya pemuda tersebut pergi kembali menjual minyak tanah keliling dengan mendorong gerobaknya. Nah, saat itu ada seorang ibu yang kehabisan gasnya untuk memasak  dan ingin membeli minyak tanah untuk memasak, tidak ada seorang pun yang ada menjual di kampung tersebut. Akhirnya pas pemuda ini lewat di sebuah kampung tersebut ibu tadi memanggilnya dan ingin membeli minyak tersebut. Sang ibu inipun bertanya “siapa kamu” pemuda ini menjawab “ saya Budi dan kuliah di Universitas di Bandung. Dia menceritakan semuanya. Ibu ini merasa terharu dan sedih mendengar curhatan Budi. Sesaat kemudian ibu inii menawari Budi untuk pinjam modal dari ibu ini.
            Jadi dari modal ibu inilah dia membuka usaha sendiri yaitu masih usaha  jualan minyak tanah juga, tetapi dia membuka kios. Akhirnya dua tahun kemudian  usahanya sudah sukses.
Masih muda, tetapi sudah jadi pembisnis yang sukses .
            Dari cerita di atas sangat menarik, bukan karena masih mau juga menjadi mahasiswa yang malas.
Makannya punya usaha dong….”
            Ayo mulai usahamu sekarang, apapun itu. Tetapi usahanya yang halal ya! He.he.he.he”
Lihat saja pak Tabrani Yunis yang sangat terkenal dari dulu hingga sekarang.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026
Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026

Iran dan Aceh: Pelajaran Kemandirian dan Visi Kolektif Masa Depan

Maret 16, 2026

Discussion about this post

Next Post

Jangan Abaikan Potensi Entrepreneuship Anda

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com