• Latest

Berkat Sebuah Kejujuran

Oktober 5, 2017
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Berkat Sebuah Kejujuran - 1001348646_11zon | Budaya | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari CĂłrdoba

April 21, 2026
Berkat Sebuah Kejujuran - 1001353319_11zon | Budaya | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Berkat Sebuah Kejujuran - 1001361361_11zon | Budaya | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Berkat Sebuah Kejujuran

Redaksi by Redaksi
Oktober 5, 2017
in Budaya, Kejujuran, Potret Remaja
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Diceritakan oleh Rizka Aulia Ramadhani
Kelas IX SMPN 2 Bandar Dua. Pidie Jaya

Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang adil dan bijaksana. Ia selalu berlaku adil kepada semua rakyatnya, juga keluarganya. Ia juga suka dengan orang jujur. Raja itu mempunyai burung yang disayanginya. Burung itu dikurung di dalam sangkar emas. Raja selalu melepas burung itu ke udara di pagi hari. Burung itu selalu pulang di sore hari.

Suatu hari burungnya tidak pulang. Raja pun mulai cemas. Ia memerintahkan prjuritnya untuk mencari burungnya itu. Sedang beberapa jam kemudian, salah seorang prajurut melapor bahwa ia menemukan bangkai burung yang sudah mati dan terkubur di tanah. Setelah mendengar kabar itu, raja pun menjadi sangat sedih. Kabar tentang kematian burung milik raja mulai terdengar hingga ke desa terpencil. Semua orang sangat sedih dengan kematian burung milik raja mereka.

Baca Juga
  • MALAM PERGANTIAN KE 365
  • Menelisik Psikososial Aceh Melalui Buku Blak-Blakan

Setelah beberapa hari kemudian datanglah seorang remaja lelaki ke istana. Ia ingin bertemu dengan raja. Setelah diizinkan masuk, lelaki tersebut bertemu raja yang kebetulan sedang makan siang. Lelaki tersebut dipersilahkan masuk sambil makan siang bersama raja. Raja tersebut menanyakan kepada laki-laki tersebut siapa namanya dan apa gerangan maksud kedatangannya ke Istana.

“ Nama saya Arsyil, maksud kedatangan saya kemari untuk memberitahukan tentang kematian burung tuanku” kata lelaki tersebut.

Baca Juga
  • TIPS MENJADI PENGUSAHA MUDA YANG SUKSES
  • Perjuangan Masyarakat Aceh Memperkenalkan Budaya Aceh Di Denmark

“Baiklah, ceritakan siapa yang telah membunuh burungku” kata raja.

“sebenarnya saya yang telah menyebabkan burung tuanku mati.” Kata Arsyil memulai cerita.

Baca Juga
  • Melekan Budaya: Sebuah Upaya Menghidupkan Ekosistem Kesenian di Daerah
  • Penyelamatan Makam Pangeran Kramojayo sebagai Cagar Budaya

“Pada suatu sore, saya sedang berjalan-jalan di hutan sambil bersiul merdu. Tiba-tiba saya melihat pohon mangga yang sangat banyak buahnya. Lalu saya mengambil batu dan melemparnya ke buah mangga tersebut agar jatuh. Akan tetapi batunya meleset dan mengenai burung yang terbang di samping pohon mangga tersebut, lalu burung itu pun jatuh dan mati.

Kemudian saya melihat burung tersebut, dan ternyata burung itu adalah burung yang mulia. Lalu saya mengubur burung tersebut, kemudian saya pergi dari sana dan pulang. Saat tidur saya tidak bisa memejamkan mata. Saya selalu merasa bersalah. Dan akhirnya saya membuat keputusan untuk menemui yang mulia dan menceritakan apa yang terjadi.”

“Jika yang mulia ingin menghukum saya, saya akan menerimanya dengan lapang dada” . Kata akhir mengakhiri ceritanya panjang lebar.

Saat mendengar cerita itu raja ingin marah kepada Arsyil, tetapi ia memaafkan Arsyil, karena sudah mengakui kesalahannya. Dan Arsyil pun tidak jadi dihukum, malah ia diberi hadiah oleh raja tersebut.

Jadi kita harus bersikap jujur dan mengakui kesalahan yang kita lakukan dan berani mengakui kesalahan.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Selayaknya Anda Mengenal Majalah POTRET Lebih Dekat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com