Oleh : Qurrata A’yuni
Siswi SMA N Modal Bangsa, Aceh Besar.
Dalam duka ku teguhkan hati
Dengan duka ku kuatkan diri
Tubuhku terguncang dihempas ombak besar
Terbaring diatas bebatuan kasar
Terperangkap dalam ketakutan dan kegelisahan
Jiwa yang lebur dalam air dan lumpur
Menjerit pilu bersama keheningan alam
Menatap cahaya dengan keputusasaan
Berlari diatas kemurkaan Tuhan
Derai air mata memenuhi jagad raya
Jutaan jeritan bergemuruh terbawa arus
Ratusan tubuh pucat dan kaku berhamparan
Ya Allah cobaan berat apa yang Engkau kirimkan?
Apa ini karena keserakan dan kesombongan kami?
Ataukah karena hati kami yang terlalu jauh dengan-Mu?
Ya Allah Ya Rabb
Kau musnahkan kehidupan dalam hitungan kedipan
Kau tenggelamkan keindahan bersama deburan air
Kau hancurkan kegembiraan menjadi kenistaan
Kau mengirim pesan dengan tinta darah dan tangisan
Kini aku sendiri
Terdiam di bawah langit kelam
Menyimpan amarah terpendam
Meninggalkan luka dan kepedihan
Menerawang kosong tanpa tujuan
Kini aku sendiri
Mencari setitik harapan
Untuk melanjutkan kehidupan
—31 Oktober 2016—
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 352x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 352x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














