• Latest

Gangguan Psikis pada Anak yang Mengalami Kekerasan seksual

Juni 11, 2017
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Gangguan Psikis pada Anak yang Mengalami Kekerasan seksual - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Lomba Menulis | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Gangguan Psikis pada Anak yang Mengalami Kekerasan seksual

Redaksi by Redaksi
Juni 11, 2017
in Lomba Menulis
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

oleh: ZUMROTUL AFIFAH
 

Maraknya kasus pemberitaan tentang kekerasaan seksual terhadap anak usia dini. Merupakan permasalahan yang harus diatasi. Lebih parahnya lagi yang melakukan tindak kekerasan merupakan orang terdekat mereka yang sudah saling mengenal dan saling percaya.

Banyak sekali bentuk-bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pelaku. Mulai dari melihat, meraba, menekan(memojokan), hingga pencabulan dan pemerkosaan. Biasanya pelaku lebih dewasa umurnya dari korban, sehingga pelaku lebih kuat atau kemampuan berpikirnya lebih baik. Selain itu bentu kekerasan ada yang tidak langsung seperti percakapan atau pertukaran foto yang berbau seks.

Baca Juga

Gangguan Psikis pada Anak yang Mengalami Kekerasan seksual - IMG_0256 | Lomba Menulis | Potret Online

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Maret 13, 2026
Gangguan Psikis pada Anak yang Mengalami Kekerasan seksual - 3e9b60a1 45e7 42c0 811f 85cdab43f330 | Lomba Menulis | Potret Online

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
Gangguan Psikis pada Anak yang Mengalami Kekerasan seksual - IMG_8287 | Lomba Menulis | Potret Online

📢 𝐔𝐏𝐃𝐀𝐓𝐄 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐀𝐑𝐔 𝐋𝐎𝐌𝐁𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐔𝐋𝐈𝐒 𝐄𝐒𝐀𝐈 𝐍𝐀𝐒𝐈𝐎𝐍𝐀𝐋 𝟐𝟎𝟐𝟓 📢𝐅𝐎𝐑𝐔𝐌 𝐊𝐑𝐄𝐀𝐓𝐎𝐑 𝐄𝐑𝐀 𝐀𝐈 (𝐊𝐄𝐀𝐈)

Oktober 31, 2025

Kekerasan seksual pada anak juga diartikan bentuk penyiksaan atau penekanan pada anak untuk melakukan aktivitas seksual demi kepuasan. Memberitahukan alat kelamin kepada anak, melakukan hubungan seksual terhadap anak, menggunakan anak sebagai hasrat kepuasan diri, memberitahukan video pornografi.

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada tahun 2011 ada 216 kasus kekerasan terhadap yang dilaporkan, pada tahun 2014 sebanyak 656 kasus. Pada tahun 2016, KPAI menerima 3.581 kasus pengaduan masyarakat. Dari jumlah itu, sebanyak 414 kasus merupakan kasus kejahatan anak berbasis cyber. (Kompas, 7/6/2017).

Dampak yang diakibatkan dari peristiwa kekerasaan seksual terhadap anak-anak sangat beresiko. Berbagai macam dampak yang dapat mempengaruhi kondisi korban. Meskipun konsekuensi dari setiap kejahatan dan pengalaman korban berbeda-beda, ada hal yang berkembang tentang koalisi antara korban dengan kesehatan mental (psikis). Ada juga konsekuensi yang terjadi seperti cedera fisik dan kematian yang terjadi di tangan pelaku setelah melakukan kekerasan seksual.

Beberapa dampak psikis atau mental para korban yang telah mengalami tindak kekerasaan seksual.

Sindrom trauma perkosaan

Rape Trauma Syndrome/RTS adalah bentuk turunan dari PTSD (gangguan stres pasca trauma), merupakan bentuk kondisi yang mempengaruhi korban perempuan muda dan dewasa dari kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan. Yang dipandang sebagai situasi yang mengancam nyawa yang bisa menjadikan ketakutan umum akan mutilasi dan kematian. Setelah pemerkosaan terjadi, korban sering mengalami syok. Anak-anak cenderung merasa kedinginan, pingsan, mengalami disorientasi (kebingunan mental) gemetar di seluruh tubuh, mual dan muntah, insomnia, korban menjadi mudah terkagetkan dan terkejut, sakit kepala tensi, mimpi buruk, serta gejala disosiatif atau mati rasa dan peningkatan rasa takut dan kecemasan. (ajeng quamila, 2017)

Disosiasi

Pelepasan dari realitas, pengalaman ruh keluar dari tubuh. Dimana seseorang merasa tidak terikat dengan jasmaninya. Sebagian pakar kesehatan mental percaya bahwa penyebab gangguan ini adalah trauma kronis yang terjadi saat anak-anak. Anak yang mengalami kejadian traumatic akan sering mengalami amnesia sebagian, berpindah-pindah tempat dan memiliki identitas baru, hingga yang terparah kepribadian ganda.

Hypoactive sexual desire disorder

Kondisi kesehatan yang menandakan hasrat seksual rendah atau apatisme seksual keengganan seksual. Tidak pernah mengalami atau tidak ingin melakukan hubungan seksual itu pada kondisi primer, sedangkan pada kondisi sekunder masih memiliki rangsangan atau respon terhadap pasangan seksual tetapi tidak bertahan lama setelah itu tidak tertarik sama sekali.

Depresi

Sering menyalahkan diri sendiri, untuk mengatasi masalah dengan penghindraan yang menghambat proses penyembuhan. Depresi adalah gangguan diri yang terjadi ketika perasaan yang diasosiasikan dengan kesedihan dan keputusasaan terus terjadi berkelanjutan untuk jangka waktu yang lama hingga mengganggu pola pikir sehat. cara depresi dan menyalahkan diri dapat merusak seseorang: minimnya motivasi untuk mencari bantuan, kurang empati, mengisolasi diri dari orang lain, kemarahan, dan agresi, termasuk melukai diri sendiri dan atau upaya bunuh diri.

Menurut Sulistiyaningsih & Faturochman (2002) pada kasus korban perkosaan yang mengalami trauma psikologis yang sangat hebat, memungkinkan akan merasakan dorongan yang kuat untuk bunuh diri. Anak yang dilecehkan secara seksual menderita gejala psikologis lebih besar dibanding anak-anak normal lainnya; sebuah studi telah menemukan gejala tersebut 51 sampai 79% pada anak-anak yang mengalami pelecehan seksual. Sedangkan dampak sosial yang muncul pada anak adalah ketika kasus telah diketahui oleh orang banyak, anak akan dikucilkan dalam kehidupan sosialnya.

Upaya Pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada anak dengan cara memberatkan hukuman pidana bagi pelaku tindak pidana perkosaan patut diapresiasi, namun demikian upaya semestinya tetap berada dalam koridor prinsip-prinsip dan norma-norma hak asasi manusia. Rasionalitas dikeluarkannya Perppu Kebiri berdasarkan pernyataan Presiden adalah untuk mengatasi kegentingan yang diakibatkan kekerasan seksual terhadap anak yang meningkat signifikan dan kejahatan seksual anak merupakan kejahatan luar biasa karena mengancam dan membahayakan jiwa serta tumbuh kembang anak.

Note: Setiap naskah lomba yang dimuat pada portal www.potretonline.com sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Setiap artikel lomba tidak melalui proses editing.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 340x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 308x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post

KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com