• Latest

KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK, SEBUAH REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS

Mei 30, 2017
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK, SEBUAH REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Lomba Menulis | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK, SEBUAH REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Lomba Menulis | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK, SEBUAH REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS

Redaksi by Redaksi
Mei 30, 2017
in Lomba Menulis
Reading Time: 3 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Yang G. Aditya Jakti, S.Pd.
Dalam era dewasa saat ini, setiap individu bebas dalam mengekspresikan diri. Hal tersebut dikarenakan setiap hak warga negara telah diatur dan ditata sedemikian rupa agar tatanan negara mampu berjalan sebagaimana mestinya. Namun demikian, berdasarkan data dan kejadian fenomenologis dalam beberapa tahun ini telah terjadi banyak sekali permasalahan kronis yang sangat membutuhkan perhatian dan penyelesaian dari semua belah pihak, diantaranya adalah kekerasan seksual terhadap anak. Mirisnya, salah satu sebab permasalahan kekerasan seksual terhadap anak tersebut muncul disebabkan oleh penyalahgunaan arti kebebasan berekspresi yang telah diberikan oleh pemerintah. Masalah yang terjadi tersebut saat ini telah menjadi krisis multilateral dan telah menjadi sebuah bom waktu yang akan meledak kapanpun tanpa kita sadari. Seperti yang diketahui, anak-anak merupakan suatu masa yang memerlukan kasih sayang, satu masa meniru dan merekam segala peristiwa yang dialami, serta merupakan suatu masa yang sangat rentan terhadap perlakuan yang salah.
Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, ditangan merekalah bangsa ini akan dikelola dan dijalankan di masa depan. Apabila kekerasan seksual terus dibiarkan, apa yang akan terjadi pada generasi kita, bagaimana bangsa dan negara ini akan berkembang. Itu semua merupakan sekelumit pertanyaan skeptis yang harus kita renungkan bersama agar memperoleh jalan keluarnya. Memang, negara saat ini telah mengatur mengenai anak seperti UU RI nomor 10 tahun 2012 yang membahas tentang anak, UU nomor 23 tahun 2003 dan UU nomor 35 tahun 2014 yang memuat mengenai perlindungan anak. Akan tetapi, kenyataan di lapangan saat ini sungguh membuat miris dan ketar-ketir pihak orang tua maupun pendidik yang setiap hari berinteraksi dan berusaha membentuk pribadi bangsa yang bermoral dan bermartabat. Bagaimana tidak, saat ini banyak sekali peristiwa yang menjadikan anak-anak sebagai sasaran empuk penyimpangan seksual yang dilakukan beberapa pihak akibat terbukanya kebebasan berekspresi.
Perlu diketahui, selama beberapa tahun ini telah banyak terjadi peristiwa kekerasan seksual terhadap anak di negara kita yang terkenal sebagai salah satu negara dengan nilai sosial budaya dan penghargaan nilai moral cukup baik, diantaranya seperti sodomi, pemerkosaan, pencabulan, hingga eksploitasi anak ke ranah prostitusi. Hal tersebut tentunya sangat bertolak belakang dengan nilai moral dan nilai kemanusiaan yang ada. Berdasarkan
data di Jawa Timur selama tahun 2011 – 2016 telah terjadi permasalahan kekerasan seksual
sebanyak 338 kasus dan hal tersebut merupakan 23% dari keseluruhan permasalahan
terhadap anak pada tahun yang sama. Dalam taraf yang lebih luas, selama tahun 2011 – 2016
di Indonesia telah terjadi sekitar 22.109 kasus yang melibatkan anak sebagai pelaku maupun
korban. Dalam hal kekerasan seksual dan cyber crime, selama jangka waktu 6 tahun tersebut
telah terjadi sebanyak 5323 kasus dan sebanyak 1.306 kasus dalam hal trafficking serta
eksploitasi anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual dan trafficking
yang terjadi menyumbang 30% dari keseluruhan kasus anak, tentunya bukan suatu rekor yang
menarik untuk dibanggakan meskipun kasus yang terjadi setiap tahun cenderung dinamis.
Selain itu, permasalahan yang terpetakan merupakan data yang diperoleh atas dasar laporan
dan kejujuran masyarakat terhadap peristiwa yang terjadi sehingga dapat dipastikan data riil
di lapangan lebih besar dari data yang tertulis tersebut.
Dalam menyikapi problematika kekerasan seksual yang terjadi pada anak-anak, saat ini kita tidak perlu lagi adu argumen untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah tetapi sudah saatnya bagi kita selaku orang tua, pendidik, ataupun orang yang sangat menginginkan generasi penerus yang sehat fisik dan mental untuk bergerak aktif secara nyata mencegah meluasnya kekerasan seksual terhadap anak. Tentunya hal tersebut bukan tanpa alasan, seperti diketahui bahwa kekerasan seksual merupakan suatu perilaku yang mampu mempengaruhi individu secara fisik dan psikis sehingga dapat dipastikan apabila seorang anak pernah mengalami suatu kekerasan seksual maka perkembangan fisik, psikis dan pola pikirnya akan jauh berbeda dari yang seharusnya. Bagi seorang anak yang masih menerima pengalaman sehari-hari sebagai pandangan dan acuan hidup, maka kekerasan seksual akan
secara tidak sadar menjadi suatu pandangan yang manusiawi dan biasa terjadi di lingkungan
sehari-hari dan sudah dapat dipastikan akan mempengaruhi alam bawah sadar yang pada
akhirnya membentuk karakter anak tersebut ketika dewasa. Dengan karakter yang
memandang suatu perilaku kekerasan seksual sebagai salah satu perilaku adaptif, maka dapat
dipastikan bangsa ini akan semakin hancur akibat krisis identitas yang tiada jalan
penyelesaian. Oleh karena itu, saat ini sudah saatnya bagi kita melihat perilaku kekerasan
seksual terhadap anak sebagai salah satu permasalahan krisis identitas yang cukup kronis
untuk segera diselesaikan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 338x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 334x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 257x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK, SEBUAH REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS - IMG_0256 | Lomba Menulis | Potret Online

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Maret 13, 2026
KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK, SEBUAH REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS - 3e9b60a1 45e7 42c0 811f 85cdab43f330 | Lomba Menulis | Potret Online

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK, SEBUAH REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS - IMG_8287 | Lomba Menulis | Potret Online

📢 𝐔𝐏𝐃𝐀𝐓𝐄 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐀𝐑𝐔 𝐋𝐎𝐌𝐁𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐔𝐋𝐈𝐒 𝐄𝐒𝐀𝐈 𝐍𝐀𝐒𝐈𝐎𝐍𝐀𝐋 𝟐𝟎𝟐𝟓 📢𝐅𝐎𝐑𝐔𝐌 𝐊𝐑𝐄𝐀𝐓𝐎𝐑 𝐄𝐑𝐀 𝐀𝐈 (𝐊𝐄𝐀𝐈)

Oktober 31, 2025
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK, SEBUAH REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Lomba Menulis | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
Next Post

KEPEDULIAN UNTUK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com