• Latest

Serunya Body Rafting di Green Canyon

Januari 19, 2017
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Serunya Body Rafting di Green Canyon - 1001348646_11zon | Alam | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Serunya Body Rafting di Green Canyon - 1001353319_11zon | Alam | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Serunya Body Rafting di Green Canyon - 1001361361_11zon | Alam | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Serunya Body Rafting di Green Canyon

Redaksi by Redaksi
Januari 19, 2017
in Alam, Jalan-Jalan, Wisata
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
 
 
Anda belum mengenal bu Susi secara utuh, Menteri paling popular, yang menggawangi Kelautan dan Perikanan saat ini. Bila belum mengenal Pagandaran, salah satu obyek wisata di selatan Jawa Barat, dimana Anda dapat menikmati sunrise dan sunset sekaligus. Pamor Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata terus melesat sejak resmi menjadi Kabupaten sendiri, jauh meninggalkan induknya, Kabupaten Ciamis. Hal ini dapat dilihat dari kunjungan wisatawan turis asing pada semester pertama Tahun 2014. Tercatat hanya 3 orang wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Ciamis. Pada umumnya wisatawan lebih senang datang langsung ke Pangandaran, apalagi setelah Susi Air membangun bandara mungil di Pangandara,n sehingga para turis di mancanegara dapat berkunjung melalui jalan udara. Maklum, perjalanan darat menuju daerah wisata ini dari Jakarta bisa memakan waktu lebih dari 8 jam dengan jalan yang berkelok-kelok.

Setelah menikmati aneka pantai indah yang masih perawan di kawasan Pangandaran, menyusuri cagar alam, serta mencoba wisata sejarah dengan menyusuri rel kereta Wilhelmina peninggalan jaman Belanda, jangan lupa untuk mencoba Body Rafting di Sungai Cijulang di kawasan Green Canyon. Body Rafting merupakan kegiatan mengarungi sungai tanpa media perahu karet, cukup bermodalkan tubuh saja. Anda yang tidak dapat berenang, tetap dapat menikmati body rafting ini dengan aman dan nyaman, karena kegiatan ini dilakukan secara berkelompok dengan pemandu yang dapat diandalkan, dilengkapi pelampung, helm, decker (pelindung kaki), dan sandal gunung.

Yap, Anda jangan membayangkan Grand Canyon, ngarai besar di Colorado, Amerika Serikat, karena Green Canyon ala Pangandaran ini berupa sungai lebar nan hijau berkat tumbuhan di sepanjang sungai. Nama aslinya adalah Cukang Taneuh, kata dalam bahasa Sunda yang berarti Jembatan Tanah, dimana terdapat jembatan dari tanah yang sehari hari digunakan masyarakat setempat sebagai tempat penyebrangan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, antara lain ke hutan, kebun, ladang atau sawah.

Baca Juga
  • Pengupas Cangkang Kehidupan
  • GELISAH PADA MUSIM NAN BERUBAH

Adalah wisatawan asal Perancis yang mempopulerkan kawasan ini menjadi Green Canyon pada tahun 1993, karena merasa takjub dan kaget melihat pemandangan luar biasa indah di balik Cukang Taneuh tersebut yang masih perawan, berupa stalaktit dan stalaknit dengan hiasan tirai air terjun. Ya, betul sekali, air terjunnya berentuk tirai!

Pemandangan stalaktit yang spektakuler juga dapat Anda nikmati di sepanjang sisi sungai selama melakukan body rafting. Dalam ber-body rafting, Anda dianjurkan membawa perbekalan dan obat tertentu serta dimasukkan ke dalam tas kedap air. Jangan lupakan kamera anti air untuk bernarsis ria. Setelah semua persiapan dilakukan, Anda akan dibawa ke hulu sungai yang terletak 5 km dari dermaga Green Canyon dengan menggunakan transportasi lokal seperti mobil, motor, pickup atau truk. Wufff… percayalah, perjalanan menuju hulu sungainya pun sudah merupakan daya tarik tak terlupakan dengan jalan menanjak yang cukup terjal yang berakhir di gua kelelawar dengan baunya yang khas.

Baca Juga
  • Manggeng, Maafkan Hanya Sejenak
  • Menyusuri Tempat Wisata di Spanyol yang Kental Sejarah Islam

Di titik awal body rafting, semua peserta diminta lompat ke sungai dari ketinggian 2 meter dan dimulailah petualangan menyusuri Sungai Cijulang yang jernih. Bagi Anda yang phobi kedalaman sungai, jangan khawatir, tidak ada buaya di sepanjang Sungai ini.

Setelah berenang selama dua jam, Anda akan melewati bebatuan yang sangat besar, setinggi empat hingga lima meter, yang tidak mungkin dilewati dengan berenang. Di sini Tim akan jeda istirahat selama setengah jam untuk makan di antara bebatuan besar itu, mirip dengan bebatuan di Belitong. Selanjutnya setelah beberapa waktu menapaki bebatuan, akan kembali bertemu dengan sungai jauh di bawah bebatuan… dan inilah salah satu moment mendebarkan paling dinanti peserta body rafting karena peserta kembali diminta melompat ke dalam sungai dengan ketinggian 15 meter!

Baca Juga
  • DINAMIKA PERUBAHAN IKLIM DI NEGARA KHATULISTIWA
  • PT Imam Tour & Travel Promosikan Paket Wisata Aceh di Gebyar Nusantara Kuala Lumpur

Aktifitas body rafting berakhir di Green Canyon itu sendiri. Di titik finish inilah Anda bisa memahami bagaimana perasaan turis Perancis ketika pertama kali melihat pemandangan spektakuler stalaktit Cukang Taneuh. Hilang penat dan lelah Anda setelah mengarungi Sungai Cijulang selama 4 jam.. Maka, bagi Anda yang belum bisa berenang, tidak perlu berpikir dua kali untuk berwisata body rafting di Green Canyon Pangandaran. Namun jika ragu, jangan khawatir, Anda tetap dapat menikmati indahnya Cukang Taneuh dengan menggunakan perahu boat yang banyak tersedia di area wisata tersebut sambil berkhayal siapa tahu bisa diundang datang ke markas Susi Air di Pangandaran

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Kebebasan Seks di Tengah Budaya Permisif

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com