
Oleh Rivaldi Empat pulau yang kini menjadi sengketa wilayah di Aceh, mencerminkan persoalan yang jauh lebih dalam dari sekadar batas...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Heri Iskandar Cara Mudah Merawat Logika--‐------------‐------------------------------------Senin, 02/5/2025 (Edisi 1404) "Siapa nama ayah si pelaku tabrak maut yang terjadi baru-baru...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Heri Iskandar Cara Mudah Merawat Logika--‐------------‐------------------------------------Sabtu, 31/5/2025 (Edisi 1402) "Istana mulai dapat serangan lagi Bib. Ada baca tidak?" "Serangan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Dayan Abdurrahman Peneliti Isu-isu Pendidikan dan Kebudayaan Di tengah derasnya arus globalisasi dan gemerlapnya janji-janji kehidupan di negeri orang,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Riski Alfandi Pendahuluan: Demokrasi Visual dan Era Politik Simbolik Tindakan ini kemudian menjadi viral, mendominasi ruang media sosial dan pemberitaan, serta membentuk persepsi publik bahwa pemimpin tersebut "turun langsung" dan "berkomitmen pada nilai-nilai masyarakat". Namun, apakah tindakan ini benar-benar mencerminkan kepemimpinan substantif, atau justru menandai pergeseran politik ke arah panggung performatif dan post-truth? Untuk menjawab pertanyaan ini, tulisan ini akan mengkaji fenomena tersebut melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan teori politik simbolik (Edelman), teori performativitas (Butler dan Alexander), konsep populisme(Laclau dan Müller), serta analisis politik post-truth (Keyes dand’Ancona). Melalui pendekatan ini, kita akan melihat bagaimana kekuasaan hari ini banyak dimainkan dalam ruang simbolik dan performatif, yang secara paradoks justru menjauhkan pemimpindari tanggung jawab kebijakan yang substantif. Politik Simbolik: Kekuasaan yang Dibangun dari Imajinasi Menurut Murray Edelman dalam The...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Heri Iskandar Cara Mudah Merawat Logika--‐------------‐------------------------------------Selasa, 20/5/2025 (Edisi 1392) "Apa Jaksa Agung jadi diganti Bib?" "Katanya cuma propaganda saja!"...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Yoss Prabu Di sebuah warung kopi, pagi-pagi sekali,duduklah tiga lelaki, berbicara seperti biasa. Tentang utang, harga cabai, dan –...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si. Setelah lebih dari satu dekade mengalami konflik berkepanjangan, Suriah kini berada di titik...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Abdurrahman – Peneliti Independen dari Aceh Di tengah derasnya gelombang teknologi dan kecerdasan buatan, pendidikan Indonesia masih tersandera oleh...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Heri Iskandar --‐------------‐-----------------------------------------Kamis, 15/5/2025 (Edisi 1050) "DUA HARI silam publik kembali dihebohkan oleh ulah preman yang brutal. Beda dengan...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com