Oleh Tabrani Yunis Nak, Kemarilah duduk sejenak Kuharap kau dapat menyimak Setiap kata dan kalimat Bapak Walau usiamu masih anak-anak Bapak harus senantiasa arif dan...
Baca Selengkapnya
<span class="s1">Bio Narasi</span> <span class="s2">Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai<span class="Apple-converted-space"> </span>aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang<span class="Apple-converted-space"> </span>kebutuhan hidup sehari-hari. </span> <span class="s2">Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan”</span> <span class="s2">Aktif terlibat dalam<span class="Apple-converted-space"> </span>membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak.</span> <span class="s2">Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh </span>
Oleh Tabrani Yunis Nak, Kemarilah duduk sejenak Kuharap kau dapat menyimak Setiap kata dan kalimat Bapak Walau usiamu masih anak-anak Bapak harus senantiasa arif dan...
Baca SelengkapnyaOleh Tabrani Yunis Senja merah Merekah Bagaikan darah Tumpah Ruah Senja merah darah Mengalir menjarah lembah Di ufuk...
Baca SelengkapnyaOleh Tabrani Yunis Burung-burung kelelawar datang berkunjung Berkerumun -kerumun saling sambung Terbang tinggi jauh melambung Langit terang kelihatan...
Baca SelengkapnyaOleh Tabrani Yunis Mendung berarak menjelang petang Kala mentari bergegas pulang Berbalut pelangi jingga luas membentang Diguyur gerimis...
Baca SelengkapnyaOleh Tabrani Yunis Perasaan hati bercampur aduk, kala masuk ke ruang pertemuan di gedung BAST -ANRI atawa gedung Balai...
Baca SelengkapnyaOleh: Tabrani Yunis Bhoi Morica merupakan inovasi pangan fungsional berbasis kue tradisional Aceh yang dikembangkan sebagai solusi lokal...
Baca SelengkapnyaOleh Tabrani Yunis Hujan turun sejak semalam hingga fajar datang menyulam kelam Daun-daun yang terkulai kusam merimbun dalam...
Baca SelengkapnyaOleh Tabrani Yunis Gerimis pagi ini turun berembun pagi Membasahi jalan dan lorong-lorong sunyi Burung-burung diam bersembunyi Senyap...
Baca SelengkapnyaOleh Tabrani Yunis Kelam menyeruak malam terasa semakin gelap padam Anak -anak negeri terdiam dipeluk malam Ditelan gelap pekat nan...
Baca Selengkapnya