Air Mata Aceh
Karya Rasya RamadhaniSiswa SMAN 1 LHOKSEUMAWE Hujan terus mengguyur, membasahi bumi Serambi Mekah yang kini berubah menjadi lautan luas. Sungai-sungai...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Rasya RamadhaniSiswa SMAN 1 LHOKSEUMAWE Hujan terus mengguyur, membasahi bumi Serambi Mekah yang kini berubah menjadi lautan luas. Sungai-sungai...
Baca SelengkapnyaDetailsRositah IbrahimJenjaromMalaysia Sebatas Usia Garing petangAngin melayah, liukDaun-daun luruhAda yang mencatat namamu. Hidup lelah-payahKini ternoktahPada garis takdir. Ruang ingatan kamiMemeta...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Kang Thohir Ketika kita sedang kesulitan kita akan mengalami berbagai tantangan, yaitu meminta, berharap ingin diberi, dan hilang kesabarannya....
Baca SelengkapnyaDetailsAir Naik di Aceh Tamiang Hujan menutup langit Aceh. Air meluru ke Tamiang gelap. Nagan Raya tenang berubah kelam. Pidie...
Baca SelengkapnyaDetails
Jurtawani, putri keenam dari enam orang bersaudara. Ibu dari tiga orang anak yang berprofesi sebagai seorang pendidik tepatnya dikatakan guru. Di lahirkan di sebuah desa di Aceh Besar pada 37 tahun yang lalu . Di sela-sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga sekaligus guru kelas di MIN 6 Kota Banda Aceh, penulis meluangkan waktu untuk menjalankan hobinya, yaitu menulis. Ketua KKG di Madrasah tempatnya bertugas, sekaligus sekretaris di komunitas Guree Merunoe Aceh, dan wakil sekretaris di Pimpinan Daerah Punggawa Madrasah Nasional Indonesia Banda Aceh (PD-PGMNI Banda Aceh) memenuhi kesibukannya hari-hari. Harapan terdalam semoga karya-karya yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, dan juga bagi orang lain. Penulis dapat dihubungi melalui email jurtafahry@gmail.com
Malam telah larut, tetapi netra ini belum dapat terpejamkan. Kubalikkan tubuh ke kanan dengan perlahan agar orang di sampingku tidak...
Karya Rasya RamadhaniSiswa SMAN 1 LHOKSEUMAWE Hujan terus mengguyur, membasahi bumi Serambi Mekah yang kini berubah menjadi lautan luas. Sungai-sungai...
Baca SelengkapnyaDetailsRositah IbrahimJenjaromMalaysia Sebatas Usia Garing petangAngin melayah, liukDaun-daun luruhAda yang mencatat namamu. Hidup lelah-payahKini ternoktahPada garis takdir. Ruang ingatan kamiMemeta...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Kang Thohir Ketika kita sedang kesulitan kita akan mengalami berbagai tantangan, yaitu meminta, berharap ingin diberi, dan hilang kesabarannya....
Baca SelengkapnyaDetailsAir Naik di Aceh Tamiang Hujan menutup langit Aceh. Air meluru ke Tamiang gelap. Nagan Raya tenang berubah kelam. Pidie...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com