Oleh Gunawan TrihantoroKetua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah “Perpustakaan abadi manusia adalah hatinya. Rasa dan cintanya itulah Perpustakaan kita,” begitu...
Baca SelengkapnyaMedia Perempuan Kritis dan Cerdas
Oleh Gunawan TrihantoroKetua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah “Perpustakaan abadi manusia adalah hatinya. Rasa dan cintanya itulah Perpustakaan kita,” begitu...
Baca SelengkapnyaOleh Heri Iskandar Jambo Politek Aneuk Nanggroe–‐————‐————————————Sabtu, 24/5/2025 (Edisi 2195) “Bisa jadi dendam karna Pak Asra yang bantu...
Baca SelengkapnyaOleh : Doddi Ahmad Fauji Ada banyak cara membangun sebuah negeri. Sebagian memilih jalan industri. Sebagian lagi mengandalkan...
Baca SelengkapnyaOleh: Anies SeptivirawanBerbuat baik adalah perbuatan yang bisa menciptakan kedamaian bagi diri dan orang lain. Berbuat baik juga...
Baca SelengkapnyaOleh: Riski Alfandi Pendahuluan: Demokrasi Visual dan Era Politik Simbolik Tindakan ini kemudian menjadi viral, mendominasi ruang media sosial dan pemberitaan, serta membentuk persepsi publik bahwa pemimpin tersebut “turun langsung” dan “berkomitmen pada nilai-nilai masyarakat”. Namun, apakah tindakan ini benar-benar mencerminkan kepemimpinan substantif, atau justru menandai pergeseran politik ke arah panggung performatif dan post-truth? Untuk menjawab pertanyaan ini, tulisan ini akan mengkaji fenomena tersebut melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan teori politik simbolik (Edelman), teori performativitas (Butler dan Alexander), konsep populisme(Laclau dan Müller), serta analisis politik post-truth (Keyes dand’Ancona). Melalui pendekatan ini, kita akan melihat bagaimana kekuasaan hari ini banyak dimainkan dalam ruang simbolik dan performatif, yang secara paradoks justru menjauhkan pemimpindari tanggung jawab kebijakan yang substantif. Politik Simbolik: Kekuasaan yang Dibangun dari Imajinasi...
Baca SelengkapnyaOleh: Yoss Prabu Hari Kebangkitan Nasional. Hari di mana bangsa ini katanya mulai bangun. Meski hingga hari ini,...
Baca SelengkapnyaOleh: Musyawir* Bagaimana mungkin ‘Nol saldo’ lalu bisa melahirkan program Pemberdayaan Ekonomi, Dakwah dan Pendidikan, serta Kegiatan Sosial?...
Baca SelengkapnyaLangkah Sang Bungsu Oleh Gunawan TrihantoroSantri dari KH. Hasan Basri Dalam setiap langkah anak shaleh, jejak ayahnya tetap...
Baca SelengkapnyaJanji- Nya salahkah menimbang angin di lamansehingga panas pagi hujan petangtitiknya menenggelam bumi salahkah mimpikan seorang bidadaripagi hilang...
Baca Selengkapnya