Oleh Heri Iskandar Cara Mudah Merawat Logika–‐————‐————————————Jum’at, 15/8/2025 (Edisi 1473) “Pedagang yang tidak jujur. Termasuk di antaranya pengusaha tukang korupsi terutama mereka yang suka memakan...
Baca SelengkapnyaMedia Perempuan Kritis dan Cerdas
Oleh Heri Iskandar Cara Mudah Merawat Logika–‐————‐————————————Jum’at, 15/8/2025 (Edisi 1473) “Pedagang yang tidak jujur. Termasuk di antaranya pengusaha tukang korupsi terutama mereka yang suka memakan...
Baca Selengkapnya(Zulkifli, S.Pd.I, M.Pd/Joel Buloh) Pada tanggal 15 Agustus 2005, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia sepakat...
Baca SelengkapnyaOleh: Akaha Taufan Aminudin Dalam suasana demokrasi lokal yang sering kali penuh dinamika, Kelurahan Sisir, Kota Batu, menorehkan...
Baca SelengkapnyaWritten By Nur Zahirah Binti Abdul Rahman in Selangor, Malaysia The clock read 11:47 p.m., and the campus...
Baca SelengkapnyaOleh: Siti Hajar Ada semacam energi berbeda yang terasa di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, terutama di...
Baca SelengkapnyaOleh : Aisha WidyanaSiswa Kelas: XI SMK Negeri 1 Peusangan Jurusan: Desain Komunikasi Visual Awal mula hancurnya sebuah...
Baca SelengkapnyaOleh Amira Syatila Siswa SMAN 1 Juli, Bireun, Aceh Kisah ini merupakan kisah nyata dalam kehidupan seseorang yang berinisial...
Baca SelengkapnyaOleh Heri Haliling Perempuan Dayak Ngaju itu bernama Nyaru. Beliau bukan pejabat, bukan pula tokoh pemerintah, melainkan seorang ibu rumah tangga yang menghabiskan hari-harinya merawat ladang, memintal rotan, dan mengajariku tentang hutan. Sejak kecil, guruku itu sudah akrab dengan rimba. Beliau mengenalkan aku pada tumbuhan obat, seperti sangkareho,kayu bajakah, dan seluang balum, yang hanya tumbuh di hutan primer. Guruku dan perempuan kuat lainnya tidak menanam di lahan yang baru dibuka. Bu Nyaru dan kelompoknya selalu melakukan ladang berpindah dengan prinsip huma balum atau membiarkan tanah pulih sebelum digunakan kembali. Kini hutan kami mulai berubah dari hijau menjadi kecokelatan. Kalimantan yang dulunya menyimpan 40 juta hektar hutan hujan tropis (WWF Indonesia, 2018), kini kehilangan sekitar 1,2 juta hektar setiap tahun akibat pembukaan lahan sawit dan tambang. Di Kalimantan Tengah...
Baca SelengkapnyaOleh Cut Dara Meutia Hari itu, 10 Agustus 2025, Sanggar Seni Cut Meutia, sebuah rumah kecil yang saya...
Baca Selengkapnya