POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

YANG TAK MAU TERKUBUR DI DAPUR

RedaksiOleh Redaksi
March 12, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Melintasi jalan-jalan di pasar Thamel, Katmandu, Nepal menjelang malam
Jum’at, 7 Mai 2010, beberapa perempuan, berpakaian agak kumal, berjualan di
emperan toko dan tembok bangunan yang tinggi. Sebuah gerobak kecil yang
berisi dagangan yang kalau dihitung-hitung nilai dagangannya tidak lebih
dari Rp 500.000,-. Hanya ada barang berupa sejumlah permen, beberapa botol
air mineral dan makanan kecil. Orang-orang yang membelipun hanya dari
kalangan kelas bawah.

Melongok keadaan itu, sontak pikiran penulis berjalan menerawang pada para
perempuan usaha kecil yang di beberapa negara lain. Sebut sajalah di
Philipina, Thailand bahkan juga di Malaysia. Di tahun 2006, penulis pernah
melihat para perempuan yang berbisnis di Manila bay, yang terletak di
pinggir pantai, di ibu kota Philipina, yakni Manila. Di sepanjang jalan itu
banyak orang berjualan. Mereka juga para perempuan. Begitu pula ketika
penulis berada di Maesot, sebuah kota di Thailand dekat perbatasan dengan
Burma, ada banyak perempuan yang berbisnis. Juga di Malaysia, negera
tetangga kita. Di negri persemakmuran ini Inggris ini, banyak perempuan yang
berdagang di gerai-gerai makanan di pinggiran jalan seperti Chawkit dan
lain-lain. Apalagi di negri kita tercinta Indonesia. Di setiap kota,
termasuk Aceh kita menyaksikan betapa banyaknya perempuan yang kini
berbisnis. Kita tidak perlu melewati atau melintasi semua- lorong, cukup
melihat di kaki lima saja. Di sinilah kita menemukan apa yang dinukil oleh
Hartoyo Andangjaya dalam sajaknya ” Perempuan-perempuan Perkasa”. Berikut
ini.

📚 Artikel Terkait

Puisi- Puisi Tabrani Yunis

Megawati Layak Jadi Presiden

Sapi Kurus, Harga Diri, dan Kedaulatan Ekonomi di Tengah Krisis

Di Balik Logo Hari Pahlawan 2021

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka. Ke
stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa
sebelum peluit kereta pagi terjaga
sebelum hari bermula dalam pesta kerja

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta, kemanakah mereka
di atas roda-roda baja mereka berkendara
mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota
merebut hidup di pasar-pasar kota

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka
mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
mereka : cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

Dari awal tulisan ini, memotret perjalanan sosok perempuan yang selama ini
berkutat di sumur, dapur dan kasur. Karena dalam kacamata budaya dan
penafsiran agama yang sempit, kita selama berabad-abad secara tidak adil
dan tidak demokratis,telah membagi peran yang juga diskrimintif antara
laki-laki dan perempuan. Perempuan diposisikan pada sektor domestik, yang
hanya mengurus rumah tangga. Sehingga dalam keseharian, perempuan hanya
berkutat pada tiga wilayah domestik, yakni sumur dapur, kasur. Walaupun
wilayahnya hanya tiga, namun bebannya sangat berat dan sarat. Pekerjaan
peempuan di sektor ini seperti tidak pernah selesai. Mulai sejak sebelum
terbit matahari, hingga sebelum terbenam mata suami. Posisi perempuan di
sini, terkonstruksi sebagai penerima nafkah yang dibawa pulang suami.
Karena suami diposisikan bereparan sebagai pencari nafkah. Dengan demikian
dilihat dari perspektif tempat atau wilayah, laki-laki berperan di ruang
publik. Laki-laki mencari nafkah di luar rumah, tanpa ada beban mengurus
rumah tangga dalam ruang sumur, dapur dan kasur itu.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Terlambat Jatuh Cinta

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00