PERTARUNGAN DEMI SURGA

PERTARUNGAN DEMI SURGA - 8c4014f0 c2f7 495e b9fc 1911b55f7242 | Artikel | Potret Online
WA FB X

 

Oleh. Agung Marsudi

Berdomisili di Riau

_Menghadapi bencana kapitalisme_

TAK jelas siapa yang memulai perbudakan manusia atas manusia, tapi cerita itu adalah kisah purba. Cerita yang menghebohkan peradaban manusia, sepanjang-panjang masa.

Kapitalisme seperti hukum rimba, yang kuat, yang menang. Ada kelompok adidaya. Negara di atas negara.

Teori ekonominya klasik, “modal sekecil-kecilnya, untung sebesar-besarnya” pengikut Adam Smith. Sedang ekonomi yang lain berbasis kepercayaan, nabinya Adam Alaihisalam. Satu jalan, berbeda tujuan. Bukan sebaliknya.

“Isme” yang berarti paham, dipahami sebagai sesuatu yang terlanjur dipertentangkan. Kapitalisme, sosialisme, komunisme, di hadap-hadapkan. Isme, bukan juga agama yang didewakan. Isme yang mengakar, mendarah daging, melahirkan “otoritarianisme” jenis berbeda, yang juga berbahaya.

Negara-negara yang terlihat berpaham komunis, faktanya kapitalismenya tingkat dewa. Atas nama “isme” ingin mengajak manusia menuju sorga. Tapi praktiknya, telah menciptakan perbudakan modern, atas nama kesejahteraan manusia.

Berkembanglah teori, dan praktik geopolitik, geoekonomi, dan geo-geo lainnya. Lahirnya persekutuan antar negara berdalih demi stabilitas keamanan, dan pasokan sumber daya alam global. Mengingatkan bahwa arus kapital, mendorong persaingan tak sehat yang nakal, kanibal dan eksponensial.

Bencana kapitalisme, bencana alam, berada dalam satu tarikan napas. Berebut oksigen, di bumi yang sama-sama dihuni, alasan geostrategi.

Baca Juga

Program organisasi bangsa-bangsa, untuk memanusiakan manusia, menggapai sejahtera, meraih bahagia, menuju sorga, hanya utopia.

ADVERTISEMENT

Planet bumi dan airmata penghuninya, sudah cukup untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Airmata. Sebuah megaproyek kapitalisme kelas dunia.

*3 Desember 2024*

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Redaksi
Majalah Perempuan Aceh

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.