POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Aceh Bebas Banjir, Mungkinkah?

RedaksiOleh Redaksi
November 5, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Tahara Dilla Santi, M. Biomed 
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada tahun 2011 menetapkan Indonesia di urutan pertama dunia untuk wilayah rawan bencana tsunami dan tanah longsor, urutan ketiga bencana gempa bumi,dan urutan keenam untuk banjir. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2018, bencana banjir telah terjadi di Indonesia sebanyak 374 kali dengan korban meninggal/hilang 42 orang, luka-luka 45 orang, terdampak dan mengungsi 656.235 orang, rumah rusak berat hingga sedang 266 unit, rusak ringan 926 unit dan terendam 137.159 unit. Kerusakan pada fasilitas kesehatan di tahun yang sama sebanyak 13 unit, rumah ibadah 161 unit dan fasilitas pendidikan 174 unit. 
Di Provinsi Aceh, banjirmasih menjadi persoalan utama dan belum dapat teratasi hingga saat ini. Hasil analisis bencana di Aceh sejak tahun1998sampai 2009olehTim Tsunami and Disaster Mitigation Research Center(TDMRC) Unsyiah diperoleh bahwa banjir paling sering terjadi dibandingkantsunami dan gempa bumidengan dampak lebih berat karena frekuensi kejadian lebih tinggi diantara bencana alam lainnya.
Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah hilangnyakenyamanan hidup dan terhambatnya proses belajar mengajar karena sarana dan prasarana pendidikan terendam banjir dan ini menjadi persoalan yang “memaksa” kita untuk  lebih peduli mencari solusi mengatasi banjir. Dilihat dari sudut pandang ekonomi,  bencana menyebabkankerusakan dan kehilangan hartabenda,roda perekonomian tidak lagi berputar karena kehilangan mata pencaharian dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain ituinfrastruktur seperti jembatan putus dan jalan yangrusak, sehingga mengisolasi suatu pemukiman penduduk dan memerlukan biaya besar untuk rehabilitasi,evakuasi dan pengiriman bantuan. Dampak lain dari pasca banjir yang tidak bisa kita pungkiri yaitu mewabahnya penyakit seperti diare,ISPA, demam berdarah,malaria dan demam tifoidhingga tak jarang menjadi kejadian luar biasa (KLB) yang menyebabkan kemiskinan. 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyebutkan tingkat kemiskinan Aceh berada di peringkat ke-6 Indonesiadan salah satunya disebabkan oleh faktor banjir.Dari tahun 2011 sampai tahun 2015 total bencana banjir di Aceh adalah 168 kali dan bila dikalkulasikankerugianuntuk 1 kali banjirsebesar 5 miliar, maka totalnya sebesar840 miliarrupiah yang harus dikucurkan pemerintah. LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Acehjuga mendata di tahun 2017 terdapat 120 kali bencana alam dan lingkungan dengan kerugian sekitar Rp 1,5 triliun dan korban jiwa sebanyak 62.487 orang.  Banjir merupakan bencana yang paling banyak terjadi yaitu38 kali dengan kerugian Rp 219,6 miliar. Di tahun 2018, bencana banjir juga masih terjadi dan berita terbaru dari harian Serambi Indonesia (rabu, 17 Oktober 2018) bahwa ada 6 kabupaten di Aceh dikepung banjir dan ini membuktikan bahwa kita belum berhasil “bebas banjir”.
Pada dasarnya bencana dan lingkungan memiliki hubungan yang sangat erat. Menurut UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, bencana adalah rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat sehingga menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta dan dampak psikologis.Kerusakan lingkungan akan mempengaruhi siklus alam, mengubah tatanan kehidupan masyarakat dan meningkatkan angka kemiskinandan menimbulkan bencana. 
Penyebab banjir dapat secara alami dan dapat pula akibat aktivitas manusia. Penyebab alami banjir berupa curah hujanyang tinggi, fisiografiatau geografi fisik sungaiyang mendukung terjadinya banjir, erositanggul sungaidan sedimentasi, pengurangankapasitas aliran banjir di sungai, kapasitas drainaseyang tidak memadaidan pengaruh air pasangmemperlambat aliran air sungai ke laut. Adapun penyebab banjir karena aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan lingkungan berupa rusaknya hutan akibat illegal logging, perubahan tata guna lahan yang mengakibatkan sungai menjadi dangkal dan mudah meluap, rusaknya drainase lahan, pendirian rumah di bantaran sungai, rusaknya bangunan pengendali banjir, perubahan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS). Selain itu faktor pengelolaan sampah yang tidak baik, dimana masih ada yang membuang sampah ke sungai, parit/ got menyebabkan aliran air menjadi terhambat.
Langkah-langkah solutif dalammengatasi masalah banjir yaitu dengan membentuktim peduli banjir Acehyang terus berinovasi menciptakan formulasi baru untuk mengatasi banjir. Kita dapat belajar dari negara Belanda dalam mengatasi bencana banjir dengan membangun bendungan Afsluitdijkdan bendungan Oosterscheldeserta sistem polder. Selain itu perlu adanya sistem peringatan dini dengan memprediksi intensitas hujan melalui data satelit cuaca danradar cuaca. Diperlukan pula alat penakar curah hujan dan alat pengukur ketinggian muka air sungai. Identifikasi zona bahayabanjir juga harus dibuat untuk menyiapkan masyarakat yang siapmenghadapi bahaya banjir. Adanya peta rawan banjir di Aceh yangdibuat berdasarkan data wilayah yang selalu terdampak banjir, selama periode tertentu akan sangat bermanfaat dalam program resiliensi masyarakat pasca banjir.Penanaman mangrove juga bagian dari upaya mencegah banjir.
Pengendalian bahaya banjir juga dilakukan dengan perbaikansalurandan perlindungan vegetasiuntuk menjaga berlanjutnya siklus hidrologi. Selain itu konstruksi bendungan harus dirancang dengan cermat. Perlindungan dari pengikisan tanah merupakan unsur penting seperti menstabilkan dengan beton yang kuat dan menanami bantaran dengan pepohonan, khususnya di dekat jembatan. Di lokasi rawan banjir diperbaiki dengan cara meninggikan tanggul. Semoga suatu saat Aceh bebas banjir dan dapat menjadi provinsi yang berhasil hidup harmoni dengan bencana.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 141x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Aceh Negeri Hujan Air Mata

Mengapa Harus Kuliah?

KDM, Sosok Pemimpin yang Didamba?

Sejarah Perselisihan Bawaan Israel Sejak Jaman Nabi Yang Terus Berkelanjutan Sampai Sekarang

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

BINGUNG MEMILIH BERWIRAUSAHA APA ? COBA 4 BISNIS YANG DAPAT BERTAHAN SELAMANYA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00