• Latest

Membangun Aceh Carong Yang Beradab dan Bermartabat, Sekadar Impian?

Desember 10, 2018
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Membangun Aceh Carong Yang Beradab dan Bermartabat, Sekadar Impian? - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Membangun Aceh Carong Yang Beradab dan Bermartabat, Sekadar Impian?

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
Desember 10, 2018
in Aceh, Aceh Carong, Dinas Pendidikan Aceh, Pendidikan
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Tabrani Yunis
Pengelola Majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas
Aceh Carong, salah satu dari 15 program unggulan pasangan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Ir. Nova Iriansyah setelah menang pada Pilkada yang lalu. Program komitmen politik pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah yang kini sudah masuk ke tahun ke dua masa pemerintahan mereka. Program ini memang harus berjalan dengan lebih maju, agar janji mereka membangun pendidikan di Aceh secara lebih maju, cerdas, beradab dan bermartabat bisa terwujud dengan sukses. Bukan hanya sekedar berjalan, tetapi juga  terlaksana sesuai dengan rencana atau berjalan pada track yang benar, sehingga harapan masyarakat terhadap kemajuan pendidikan di Aceh di era rezim ini bisa melegakan hati. 
Melihat fenomena yang ada di masyarakat Aceh,  sejalan dengan popularnya program ini  sudah menjadi icon yang dianggap tepat oleh banyak orang. Oleh sebab itu, program ini harus bisa disukseskan untuk mengobati rasa kecewa rakyat Aceh atas prestasi atau kualitas pendidikan Aceh yang masih tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang indikatornya, dilihat dari hasil survey, kajian atau  evaluasi seperti UN dan UNBK dimana rerata  integritas UN siswa Aceh berada pada angka 54.97, sementara secara nasional berada pada angka 63.28, membuat cara pandang kita terhadap pendidikan di Aceh ikut miring.
Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang menjadi actor di lembaga-lembaga pendidikan di Aceh masih rendah. Sehingga tidak heran bila semua ini berpengaruh terhadap neraca pendidikan nasional (NPD) Provinsi Aceh. Pada NPD Aceh tahun 2015, ada banyak kondisi yang belum membuat kita lega. Beberapa contoh saja, seperti index Pembangunan Manusia (IPM) Aceh, berada pada urutan ke 11 dari 34 provinsi di Indonesia. IPM Aceh pada tahun 2016  saja, masih sebesar 70 yang masih berada di bawah angka Nasional sebesar 70.18. Tentu bukan hanya indicator itu, masih ada indicator lain yang memperlihatkan ketertinggalan kita. Semua indikator  yang mendorong masyarakat sekolah belajar mengejar angka dan lebih dominan pada ranah kognitif dan psikomotoris dan minim pada afektif. Lalu, apa yang selalu ingin diperbaiki adalah semua yang tampak di atas.  
Sehingga pendekatan perbaikan pun dijalankan dengan menggunakan pendekatan pemadam kebakaran dengan  fenomena gunung es. Artinya, selama ini kita hanya mengatasi masalah-masalah pendidikan yang tampak sebagai akibat dari sebuah tindakan atau perlakuan. Mengatasi masalah ibarat pemadam kebakaran. Karena tidak menyentuh akar masalah. Padahal, bila kita identifikasi dengan sungguh-sungguh, bahwa akar masalah rendahnya kualitas pendidikan kita, di semua sector adalah karena masyarakat kita, terutama peserta didik yang sedang berada di lembaga-lembaga pendidikan berada pada posisi malas membaca, bahkan sudah meninggalkan budaya membaca. Rendahnya budaya membaca, yang dipengaruhi oleh  rendahnya minat membaca masyarakat, serta factor-faktor eksternal lainnya. Pertanyaan mendasar adalah bagaimana para peserta didik kita bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar, bila mereka malas membaca? Bila peserta didik kita banyak membaca, maka akan mudah bagi mereka menjawab semua soal yang diberikan. Oleh sebab itu, program Aceh Carong yang menjadi harapan yang besar bagi  semua rakyat Aceh yang merindukan peningkatan kualitas pendidikan, harus menyelesaikan terlebih dahulu akar masalah ini. Masalah rendahnya budaya membaca ini, harus diselesaikan dengan membangun gerakan literasi di semua jenjang pendidikan secara terus menerus dan berkesinambungan yang dilakukan secara bersinergis oleh lembaga-lembaga atau instansi yang bertanggung jawab, seperti Dinas Pendidikan, Dinas pendidikan dayah, departemen agama dan dinas yang mengurus pendidikan luar sekolah. Bukan hanya itu, Badan Arsip dan Perpustakaan pun harus ikut bertanggung jawab dalam membangun budaya membaca di tengah-tengah masyarakat Aceh. Dengan demikian, tugas, fungsi dan tanggung jawab peningkatan kualitas pendidikan dalam rangka mewujudkan program Aceh Carong tersebut tidak hanya berada di pundak Dinas Pendidikan Provinsi.
Nah, menyukseskan program Aceh Carong yang beradab dan bermartabat tersebut harus dilakukan dengan menggerakan semua pihak, elemen yang terkait langsung, maupun tidak langsung. Lembaga-lembaga atau dinas terkait seperti Dinas pendidikan Provinsi dan kabupaten/kota, Dinas Pendidikan Dayah, Departemen agama dan urusan luar sekolah, serta individu atau lembaga-lembaga inisiator pendidikan untuk secara bersama-sama menyatukan visi, misi tentang program ini serta mewujudkan kekuatan dengan bersinergi. Lalu, kemudian agar bisa membangun sinergi, semua pihak harus memiliki visi, misi, tujuan dan strategi serta langkah-langkah strategis  yang sama. Oleh sebab itu semua ini harus disosialisasikan kepada semua pihak, termasuk sekolah-sekolah yang menjadi tempat, pelaksana kegiatan program ini. Bukan hanya itu, karena program Aceh Carong masih melangit, sangat diperlukan penjabaran program secara detail yang harus disosialisasikan kepada masyarakat Aceh, agar tidak salah dan cet langet, sehingga harapan yang terlalu besar dengan salah satu program unggulan ini bisa terukur. Oleh sebab itu, menjadi penting bagi pemerintah untuk menjabarkan program itu hingga pada turunan-turunan pelaksanaan dan actor-aktor yang terlibat dalam menyukseskan program tersebut. Hal ini penting pula untuk sekaligus meluruskan  arah atau kiblat pendidikan Aceh yang sedang dalam posisi yang mengalami banyak distorsi dan disorientasi.
Nah, ketika program Aceh Carong, yang beradab dan bermartabat tersebut,  secara ideologis, strategis serta semua konsep difahami dengan benar oleh setiap orang atau pihak yang dilibatkan untuk mencapai visi Aceh Carong tersebut, semua elemen bisa digerakan secara aktif, apalagi guru yang menjadi actor utama di lembaga pendidikan. Sehingga, masing-masing bisa berkontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing untuk mencapai impian Aceh Carong yang beradab dan bermartabat tersebut. Jadi, mewujudkan impian Aceh Carong tersebut adalah sebuah pekerjaan berat dan membutuhkan banyak kontribusi semua pihak. Oleh sebab itu, program ini harus menjadi agenda bersama, pemerintah, masyarakat, orang tua, sekolah (semua unsur di sekolah) serta individu-individu, lembaga-lembaga inisitor pendidikan yang ada di Aceh, maupun di luar Aceh. Grand designprogram Aceh Carong memang harus jelas, integral, terencana dan berkelanjutan. Juga harus menjadi bagian prioritas dalam RPJM partisipatif dalam artian melibatkan semua pihak terkait pendidikan. Akan semakin hebat apabila pelaksanaan program ini dilakukan secara transparans dan berdedikasi, hingga impian Aceh Carong yang beradab dan bermartabat bisa terwujud. Ingat! Banyak aspek yang harus disiapkan, terutama guru yang menjadi ujung tombak di sekolah. Oleh sebab itu, upaya peningkatan kualitas guru, jangan hanya untuk kepentingan proyek yang sia-sia, atau sekadar menghabiskan anggaran atas nama peningkatan kapasitas guru dengan cara yang tidak jujur.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Membangun Aceh Carong Yang Beradab dan Bermartabat, Sekadar Impian? - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Aceh | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
SummarizeShare234Tweet146
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post

Entrepreneur Solusi Bosan Hidup

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com