HABA Mangat

Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Warung Kopi di Aceh, Seperti Kampus?

Redaksi by Redaksi
Januari 10, 2019
in Aceh, Budaya, FEB UIN Ar-Raniry, Game online, Mahasiswa, POTRET Budaya, Warung kopi
Reading Time: 5 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Menikmati hidup dan pahitnya kopi di warung kopi
Oleh Arini Izzati
Mahasiswi  Prodi Ekonomi Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
            Bercerita soal Aceh ini, memang tak jauh dari yang namanya warung kopi.  Sejak dahulu hingga kini, warung kopi di Aceh menjadi tempat yang sangat sering menjadi titik kumpul masyarakat Aceh. Kondisi ini sudah berlangsung sejak lama, di mana duduk di warung kopi, bercengkerama dan saling berbagi cerita, tempatnya memang warung kopi. Apalagi kini sejalan dengan perkembangan teknologi, warung kopi terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Sehingga pengunjung warung kopi pun menyesuaikan dengan perkembangan tersebut.
Dulu, ketika sebelum adanya fasilitas internet ( wifi) di warung kopi,  yang menjadi pelanggan warung kopi,  rata-rata dari kalangan bapak-bapak, lelaki dewasa, maksudnya. Minim sekali para pelanggannya yang mahasiswa, namun sejak era digital semakin canggih dan hadirnya wifi, akhirnya banyak para pebisnis warung kopi menyediakan wifi di warung kopi tersebut. Perubahan waktu yang juga menyebabkan pesatnya perubahan di warung kopi yang begitu luas, akhirnya yang rata-rata para pengunjungnya adalah kaum laki-laki pelan-pelan berubah. 
Suasana warung kopi berubah warna, ya pengunjungnya bertambah banyak, bukan hanya laki-laki dewasa, tetapi juga remaja dan mahasiswa. Bahkan lebih lagi, kini sudah  banyak  pula perempuan  yang sebagiannya adalah mahasiswi yang duduk di warung kopi. Mereka ke warung kopi dengan berbagai keperluan, pertemanan, hingga pada  pemanfaatan wifi sebagai sarana mengerjakan tugas kuliah.
            Kehadiran orang-orang muda dan perempuan di warung kopi, telah membuat suasana warung kopi seperti kampus. Ya, ternyata jika disandingkan dengan kampus di Aceh, mungkin warung kopi bisa disebut layaknya kampus, sebab rata-rata kehadiran pengunjung yang datang ke warung kopi hampir sama dengan mahasiswa yang hadir ke kampus.  Caobalah sekali-kali berkunjung  ke warung kopi yang letaknya tidak jauh dari kampus.  Beberapa hari yang lalu penulis sempat berkunjung ke sebuah warung kopi yang tak jauh dari kampus. Penulis coba melihat beberapa pengunjung yang dominan dari mereka adalah mahasiswa. Penulis sempat bertanya kepada pemilik warung kopi tersebut, berapa banyak para pengunjung yang datang setiap harinya? Kemudian beliau menjawab jika diperkirakan yang datang dari siang sampai sore itu sekitar 200 orang. Kalau malam mungkin sekitar 150 orang.
            Ekspektasi yang menjadi lawan realita sama seperti kita melihat ekspektasi mahasiwa di warung kopi dan mahasiswa di kampus.  Sayangnya, bila kita jajaki realitanya mahasiswa di warung kopi ternyata sangat banyak yang menghabiskan waktunya bermain game online dan sedikit lebihnya hanya ada kemungkinan 30% yang realitanya membuat tugas dan kepentingan produktif. Bahkan ada yang mengatakan “warung kopi jejaknya para mahasiswa”. Tidak menjadi permasalahan, jika tujuan itu adalah hanya sekadar datang duduk, minum dan bermain game, namun sangat disayangkan karena mahasiswa sekarang ini senang berinvestasi ke warung kopi dengan bermain game. Ini cendrung menjadi aktivitas yang sia-sia.
            Ada hal menarik beberapa hari yang lalu, yang biasa dominan di warung kopi adalah para gamer dan para-para mahasiswa yang sibuk downloadfilm. Ini adalah suatu kegiatan produktif yaitu bermain saham, bahkan ada juga yang memanfaatkan waktunya membuat skripsi. Alternatif yang menjadi kritis membuat para mereka yang produktif semakin maju. Sangat positif bukan? Apalagi saat ini mahasiswa memang idealnya bisa lebih kreatif, innovatif dan produktif.
            Ya, mahasiswa memang dihadirkan  untuk bisa berinovasi dengan berbagai inovasi terbaru dan terbaik. Yang menjadi kolaborasi warung, kopi, dan wifi. Warung yang menjadi sarana dan kopi menjadi penikmat lidah, namun yang paling miris wifi  sebagai tuan yang malah memperbudak kita. Persentasenya menjadi meningkat ketika kita berlomba-lomba mencari wifi untuk streaming, bahkan bermain game dan hal yang tidak bermanfaat lainnya. Bagaimana bisa kita menjadi maju, kalau tuannya adalah robot padahal yang menciptakannya adalah manusia. 
            Kaitan objektif yang menjadi efektif membuat wifi menjadi indikator yang relevan untuk masa kini dan masa depan. Bagaimana caranya mahasiswa yang duduk di warung kopi membuat interpretasi yang bermanfaat terhadap diri sendiri, bahkan untuk orang lain. Ada banyak dampak positif yang menjadi kajian baik untuk para penggemar warung kopi. Adalah murah yang menjadi tempat nyaman dan fasilitas yang membangun akhirnya menjadi alternatif bagi para mahasiswa, jangan sampai warung kopi menjadi target dan kampus menjadi dilema.
            

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 308x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 282x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 199x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 160x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Iran dan Aceh: Pelajaran Kemandirian dan Visi Kolektif Masa Depan

Maret 16, 2026

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Maret 14, 2026
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh

Maret 17, 2026
Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya
#Korban Bencana

Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Maret 17, 2026
Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum
#Hari Buruh

Koeli Kontrak (Contractarbeider)

Maret 17, 2026
Cerpen

Aku Merindu

Maret 17, 2026
Next Post

Penulis Juga Punya Rasa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com