• Latest
HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa - CDD8078E 249B 4633 B717 DD31A05DADFA | Biografi | Potret Online

HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa

Maret 29, 2023
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Biografi | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa - CDD8078E 249B 4633 B717 DD31A05DADFA | Biografi | Potret Online

HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa

Redaksi by Redaksi
Maret 29, 2023
in Biografi, Kenangan, Tokoh
Reading Time: 3 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Alkisah, suatu hari beberapa tahun yang silam, tepatnya pada momen mengenang 1000 hari meninggalnya ibu Hasri Ainun Habibie.
Saya diajak oleh bapak Azwar Abubakar yang kala itu masih menjabat sebagai seorang menteri pada kabinet presiden SBY, dimana beliau mendapat undangan langsung dari pak Habibie untuk menghadiri acara haul tersebut.

Sesuai dengan undangan, selepas maghrib saya bersama pak Azwar menuju ke kediaman pak Habibie di kawasan Patra Kuningan Kebayoran Baru.
Tamu yang hadir pada pertemuan tersebut terkesan sangat terbatas, diantara tokoh yang hadir ketika itu adalah alm. bapak Taufiq Kiemas, suami ibu Megawati, bapak Quraish Shihab, alm. bapak Azwar Anas mantan menteri di era presiden Soeharto dan beberapa tokoh nasional lainnya.

Acara tersebut berlangsung di ruang terbuka semacam padepokan, ruangan terbuka yang terletak pada bagian tengah dari kediaman pak Habibie, Presiden RI ke 3 tersebut.
Bapak Habibie ketika itu terlihat melilitkan semacam selendang pada leher beliau, dan dengan bangganya beliau katakan bahwa selendang tersebut adalah peninggalan dari almarhumah ibu Ainun.

Beliau menyambut setiap tamu yang berdatangan dengan hangat, dan seraya menunggu tamu lainnya datang, beliau melibatkan diri dalam obrolan lepas sambil lesehan dengan para tamu yang telah terlebih dahulu hadir, diantaranya pak Quraish Shihab, pak Azwar Abubakar dan berapa tamu lainnya.

Bapak Habibie begitu bersemangat bercerita tentang ibu Ainun, dan betapa beliau sangat mengasihi dan mencintai ibu Ainun.
Hampir tidak ada dari hari-harinya setelah pernikahan dimana ibu Ainun tidak berada disampingnya, baik dalam suka maupun duka.

Selama bercerita itu, beliau sesekali mengeratkan ikatan simpul selendang berbahan halus yang melilit di lehernya. Saya sendiri yang terbilang berusia sangat muda diantara para tokoh nasional tersebut, apalagi keberadaan saya di acara itu hanya semata-mata karena diajak oleh pak Azwar Abubakar, lebih banyak memposisikan diri sebagai pendengar yang baik saja.

Saya masih ingat, dalam obrolan ringan tersebut Prof Quraish Shihab sempat “menasihati” pak Habibie agar tidak terlalu berlebihan dalam mengekspresikan rasa cintanya pada ibu Ainun.
Prof Quraish menjelaskan bahwa kehidupan kita sebagai makhluk Tuhan temasuk rasa cinta kita pada seseorang jangan melebihi rasa cinta kita kepada sang maha Khaliq itu sendiri.

Dan segala sesuatunya dalam kehidupan manusia senantiasa berada dalam kendali sang maha pencipta, termasuk perjalanan hidup, karir dan pasangan sebagai pendamping hidup kita dalam suka dan duka, demikian Prof Quraish bertutur dalam obrolan yang ditingkahi gelak-tawa tersebut.

Acara haul malam itu diawali dengan shalat Isya berjamaah, saya kebetulan berada pada shaf yang berdampingan langsung dengan Prof Quraish.
Acara dibuka oleh protokol, dan pada kesempatan pertama pak Habibie sebagai tuan rumah diminta untuk memberikan kata sambutan.

Beliau bercerita panjang lebar tentang perjalanan hidupnya, ilmu pengetahuan dan teknologi, tentu tidak ketinggalan kisah cintanya bersama ibu Ainun yang pada malam itu tepat 1000 hari meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Yang menarik malam itu pak Habibie menguraikan bahwa secara ilmu fisika cinta termasuk kerinduan pada seseorang yang tinggal berjauhan dapat diurai secara matematis.
Sebagai orang yang awam tentang ilmu fisika, saya hanya dapat menangkap isyarat bahwa pak Habibie mencoba meyakinkan para hadirin bahwa cinta dan kerinduan itu adalah sesuatu yang manusiawi dan dapat ditakar dengan jangkauan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca Juga

HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa - de887664 5703 4ea3 b536 ece938504d8e | Biografi | Potret Online

Menggali Informasi dan Literatur Tokoh dan Perwira Asal Manggeng di Masa Lalu

Maret 7, 2026
HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa - cf9783f3 f060 4def 9401 8d275b9bc1ab | Biografi | Potret Online

INDISCHE PARTIJ

Maret 5, 2026
HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa - 2c4db8f1 bc4b 4e3d b809 b556adefa0c9 | Biografi | Potret Online

Haul Gus Dur

Januari 20, 2026

Keyakinan itulah agaknya yang beliau jadikan sebagai media untuk merambatkan rasa cinta dan kerinduannya pada ibu Ainun manakala sewaktu-waktu terpaksa harus berada pada tempat yang berjauhan dan dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu.

Sepanjang penyampaian sambutan malam itu pak Habibie terlihat sangat bersemangat, tak jarang disertai dengan gerakan tangan dan sorot matanya yang berbinar-binar.
Beliau juga bercerita tentang perjalanan bangsa indonesia dari masa ke masa, termasuk demokrasi dimasa transisi dari orde baru sampai pada orde reformasi.

Kini Prof DR. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, Tokoh Bangsa, Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia telah berpulang untuk selama-lamanya keharibaan yang maha khaliq.
Dan telah pula disandingkan dipemakaman sebagai kesuma bangsa bersama Ibu Hasri Ainun Besari Habibie menuju keabadian yang sesungguhnya.

Alfaatihah.

(Zulkifli Abdy)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post
HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa - D494D715 E645 48EE 871C 0CE92079FC75 scaled | Biografi | Potret Online

I am Dreaming to Make A Book

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com