• Latest

KECERIAAN YANG BERSAHAJA

Maret 23, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

KECERIAAN YANG BERSAHAJA

Redaksiby Redaksi
Maret 23, 2023
Reading Time: 3 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

ALKISAH, dua hari yang lalu saya mengantar istri kontrol kesehatan berkala ke Rumah Sakit.
Sejak memasuki gerbang RS, dan ketika menyusuri koridor serta lorong-lorong antar blok suasananya terasa sangat nyaman.
Desain dan tata ruang RS yang dibangun oleh NGO Jerman pasca tsunami di Aceh itu memang membuat kita betah ketika berada di sana, apalagi bagi yang bukan sebagai pesakitan.

Mulai dari kebersihan, penataan ruang yang sangat apik dan lanskap lingkungan yang tertata asri, membuat pengunjung merasa nyaman berlama-lama di sana.
Apalagi di salah satu pojok RS yang terbilang luas itu ada Cafetaria yang menyediakan berbagai macam menu. Mulai dari makanan ringan seperti kue-kue, juga ada mie Aceh, martabak, pecal serta berbagai jenis minuman segar tersedia di sana.
Ya, Kantin dengan nuansa Cafe saja layaknya.

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
8ebfa6ab-7ef6-4c91-be8a-443b7a9d1588

Ramadan, Rindu dan Gema Takbir di Negeri Seribu Menara

Maret 26, 2026

Batu Gajah Hilang di Bate Iliek

Maret 23, 2026

Dengan suasana RS yang senyaman itu, pantas saja tidak terasa kami berada di sana mulai sejak kedatangan pukul 11.00 hingga menjelang petang.
Waktu yang lumayan lama itu tak lain karena harus antri menunggu giliran dipanggil dokter spesialis untuk berkonsultasi.

Ada hal yang menarik ketika kami hendak meninggalkan RS, pada saat kami menuju pelataran parkir yang kebetulan tempat kendaraan kami berada agak jauh.
Sehingga kami pun bersepakat, sementara saya mengambil kendaraan, istri saya menunggu saja di depan salah satu gedung yang masih berada di dalam komplek RS tersebut.
Tak lama kemudian saya keluar dari areal parkir dan menyambangi istri yang sedang berdiri di dekat penjual buah-buahan.
Kami pun memutuskan untuk langsung saja pulang dan akan menunaikan shalat Ashar di rumah.

Dalam perjalanan pulang, istri saya mengawali cerita, bahwa ketika berdiri menunggu saya pergi ke areal parkiran tadi, ada pemandangan yang menarik perhatiannya.
Secara kebetulan ada satu keluarga yang baru saja keluar dari RS, dan mereka juga sedang menuju ke pelataran parkir.

Mereka terlihat berjalan santai beriringan, terdiri dari suami-istri dengan tiga orang anak yang masih belia, yang paling tua diperkirakan berusia 10 tahun dan dua adiknya berusia sekira 8 dan 6 tahun.
Kata istri saya, mereka berlima terlihat berjalan bersama dengan riang gembira, layaknya keluarga yang bersahaja namun penuh kehangatan.

Kendati mereka melintas di depan istri saya hanya sekilas lalu saja, tetapi istri saya sempat memperhatikan dan menangkap percakapan “ringan” diantara mereka.
Salah seorang anak yang ditengarai paling tua dari tiga bersaudara itu, tiba-tiba saja secara spontan bertanya pada sang ayah, “ayah, mobil kita dimana yah?”, katanya dengan wajah sumringah sambil sedikit tersenyum menggoda ayahnya.
Sang ayah pun menimpali, “oh mobil kita itu kan ada di sana”, kata ayah mereka dengan enteng dalam logat Aceh yang “kental”, tanpa ada kesan dibuat-buat.

Ketika saya keluar dari areal parkir dan menghampiri istri, rombongan keluarga yang terlihat “ceria” itu telah terlebih dulu berlalu, karena kendaraan mereka di parkir tidak terlalu jauh.
Yang mengejutkan istri saya, ternyata mereka berlima melintas di depannya dengan mengendarai becak barang, bukan mobil seperti yang diduga sebelumnya.

Mereka berlalu dengan wajah yang terkesan sangat gembira, sang ayah yang mengendarai becak yang mereka tumpangi dan ibu mereka duduk berboncengan di belakangnya.
Sementara anak-anak mereka bertiga duduk lesehan di atas bak becak, yang boleh jadi mereka gunakan untuk mencari nafkah sehari-hari.

Pemandangan itu membuat istri saya terharu, bahkan ketika menceritakan “momen indah” itu pada saya mulutnya seakan tersekat dan nyaris meneteskan airmata.
Kata istri saya, dia terharu sekaligus bangga bahkan juga diliputi rasa cemburu melihat secuil “pragmen” kehidupan yang mencerminkan nuansa “human interest” yang menggugah rasa itu.

Mengenang peristiwa yang disaksikannya secara tidak sengaja itu, kami pun berkesimpulan, bahwa ternyata kebahagiaan itu bisa saja hadir dalam bentuk yang sangat sederhana dan bersahaja.

Namun keceriaan dan kegembiraan mereka akhirnya “hilang” dari pandangan, manakala becak angkutan keluarga itu menyelinap di tengah keramaian lalu lintas yang mulai macet senja itu.
Dapat dimaklumi karena saat itu merupakan hari-hari menjelang memasuki bulan suci Ramadhan, sehingga geliat kota terlihat lebih “hidup” dibanding biasanya.
Apa yang mereka perlihatkan senja itu, sungguh merupakan ekspresi kebahagiaan yang sepertinya tak ingin mereka sembunyikan.

Sekelumit kisah itu tak luput mewarnai perbincangan kami di sepanjang perjalanan pulang, sehingga tanpa terasa akhirnya kami pun agak terlambat sampai di rumah.

Kebahagiaan yang hadir dalam kemewahan adalah sesuatu yang lumrah dan sangat manusiawi. Tetapi keceriaan yang hadir dalam kebersahajaan, sungguh merupakan sesuatu yang langka dalam kehidupan masa kini yang selalu diukur dengan parameter yang serba materialistik.

Ternyata kebahagiaan itu tidak selamanya ditentukan oleh limpahan kebendaan semata.
Tetapi sangat mungkin pula menghampiri hati dan jiwa setiap manusia yang ikhlas dalam menjalani kehidupan ini apa adanya, dengan senantiasa bersyukur atas nikmat dan anugerah Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Kebahagiaan itu adakalanya bukan hanya dari apa yang kita punya, tetapi lebih dari apa yang kita rasa.

Agaknya itulah tabir dari rahasia kehidupan ini yang hanya dapat kita singkap melalui tirai nurani yang berserah diri dan senantiasa bersyukur dalam menerima takdir Ilahi.

(Z.A -Banda Aceh, 23 Maret 2023).

ADVERTISEMENT

#Kisah nyata, foto hanya ilustrasi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 336x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
FADLI IMMAMMUDIN : ATLET SEPEDA YANG INSPIRATIF

FADLI IMMAMMUDIN : ATLET SEPEDA YANG INSPIRATIF

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com