POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Nasehat Kepemimpinan dari Sang Perdana Menteri

RedaksiOleh Redaksi
January 10, 2023
Nasehat Kepemimpinan dari Sang Perdana Menteri
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Imam Shamsi Ali*

Hari Senin kemarin, 9 Januari 2023, dilaksanakan  acara Dialog kepemimpinan bersama Dato’ Dr. Anwar Ibrahim, yang baru saja terpilih dan dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia. Acara ini dilaksanakan oleh CT (Chairul Tanjung) Corp Leadership Forum. Secara kebetulan pula saya termasuk yang mendapat undangan untuk hadir. Walau tidak sempat karena jauh di New York, Saya mengikuti dari dekat (secara virtual).

Acara itu sangat prestigious (terhormat) dan luar biasa. Karena dihadiri oleh begitu banyak tokoh nasional, termasuk menteri dan mantan menteri, Pimpinan lembaga tinggi negara, petinggi partai, Ulama dan Pimpinan organisasi massa lainnya.

Namun yang terpenting dari semua itu adalah sosok Anwar Ibrahim itu sendiri yang luar biasa. Kalau sekiranya saya ingin memberikan deskripsi tentang beliau dalam satu, mungkin yang tepat adalah “perfect”. Tentunya sempurna yang dimaksud ada pada relevansinya sebagai manusia yang juga pastinya tidak lepas dari konotasi relatifitas.

Anwar Ibrahim sejak semasa mahasiswa telah menampilkan diri sebagai mahasiswa yang aktifis, cerdas, dan luas dalam permikiran dan pergaulan. Kecerdasan dan keluasan berpikir Anwar didukung oleh keluasan referensi, selain tentunya pengalaman yang luar biasa.

Anwar Ibrahim dapat dikategorikan ilmuan yang politisi dan politisi yang ilmuan. Tapi pada kedua sisi itu (ilmuan dan politisi) Anwar Ibrahim sangat solid dalam wawasan dan komitmen keagamaan  yang pada akhirnya menjadi sosok politisi religious dan cendekiawan.

Sosok Anwar Ibrahim memang exceptional (Istimewa). Perjalanan politiknya yang penjang telah mengantarkannya kepada pengalaman hidup yang lengkap. Pernah merasakan kejayaaan dengan posisi-posisi prestigious di pemerintahan (Menteri dan Wakil Perdana Menteri). Tapi juga pernah terhempakkan ke dalam pengalaman pahit, dipenjara sekitar 10 tahunan. Bukan sekadar penjara. Tapi upaya pembunuhan Karakter (character assassination) dengan fitnah kejam yang dahsyat.

Tapi seperti yang disampaikan dalam pidatonya itu Anwar Ibrahim adalah sosok yang berkepribadian kuat. Dan yang lebih penting adalah beliau selalu memiliki pandangan optimisme di tengah goncangan gelombang kehidupan yang tidak bersahabat.

Memaknai Kepemimpinan

Satu hal yang perlu digaris bawahi juga adalah ketulusan Anwar Ibrahim dalam menyikapi perasaan kedekatan secara peibadi dengan Indonesia. Berkali-kali beliau menyebutkan bahwa beliau “is deeply sentimental” (terikat secara emosi) dengan Indonesia.

Lebih dari itu beliau menyampaikan bahwa dengan segala kekurangan dan ketidak sempurnaan Indonesia, bahkan mengutip pernyataan Taufik Ismail “saya malu jadi orang Indonesia”, beliau tetap bangga dengan Indonesia. Bahwa Indonesia telah melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Soekarno (nasionalis), Hamka (Islam), bahkan siapa yang beliau disebut sebagai golongan kiri (Soejatmiko).

Saya tidak ingin menyebutkan semua poin-poin penting yang Anwar sampaikan dalam presentasinya yang tidak memakai bahan tertulis seperti kebiasaan para pejabat negara lainnya. Beliau berbicara dari hati dan kepala dengan penguasaan materi dan komunikasi yang dahsyat.

Penguasaan Anwar dengan ragam subyek itu terlihat misalnya ketika menyinggung Urgensi “critical thinking” para ulama/cendekiawan masa lalu. Salah satunya adalah perdebatan intelektual antara Imam Al-Ghazali dan Ibnu Rusydi. Belum lagi penguasaan teks-teks keagamaan baik Al-Quran, hadits, bahkan sejarah Islam.

Saya ingin membatasi diri pada tiga catatan penting dari berbagai hal yang beliau sampaikan dalam pemaparan itu.

📚 Artikel Terkait

Kamu dan Hujan

GTK Antusias Donorkan Darah di Cabdindik Aceh Selatan

Mengapa Kita Malas Membaca

Perempuan Desa

Pertama, isu kepemimpinan dan demokrasi.

Satu catatan penting yang saya simpulkan dari paparan beliau adalah bahwa seringkali demokrasi hanya disikapi pada prosesnya. Banyak orang merasa berdemokrasi karena proses pemilu yang telah selesai dilaksanakan (pilihan raya misalnya). Tapi banyak yang lupa bahwa kesuksesan demokrasi tidak sekadar pada prosesnya.

 

Demokrasi harus juga dilihat pada etika dari pelaksanaannya. Jika proses itu penuh dengan rekayasa dan ketidakjujuran, maka demokrasi itu adalah demokrasi yang cacat. Demokrasi yang tidak perlu dibanggakan.

Tapi tidak kalah pentingnya adalah kesadaran bahwa demokrasi itu hanya akan valid dan bermakna ketika terbangun sebuah tanggung jawab (responsibility). Tanggung jawab ini tidak saja kepada rakyat. Tapi juga kepada Allah SWT di akhirat kelak.

Kedua, Urgensi ilmu dalam kepemimpinan

Beliau menekankan bahwa ilmu menjadi sangat penting dalam membangun kepemimpinan yang baik. Beliau memaparkan secara panjang urgensi ilmu, bahkan dalam kehidupan keumatan dan berbangsa. Ilmu menjadi pilar kebangkitan bangsa dan Umat.

Tapi ada dua hal penting dari aspek keilmuan ini yang beliau garis bawahi:

Satu, selain soliditas dalam ilmu-ilmu keagamaan secara tekstual dan tradisional, Umat ini perlu membangun “critical mind” (berpikiran kritis). Menurut beliau, salah satu hal yang mengantar kepada prilaku ekstrim adalah kurangnya critical mind dalam menerima informasi-informasi keilmuan.

Dua, bahwa ilmu dan spesialisasi (keahlian) tidak akan bernilai (valuable) jika tidak dibarengi oleh nilai-nilai insaniyah (humanity). Jangan sampai kemajuan ilmu menjadikan manusia kehilangan nurani dan kemanusiaannya.

Ketiga, Urgensi aktualisasi keadilan sosial.

Latar belakang Anwar Ibrahim sebagai aktifis menjadikan beliau sebagai “social justice icon”. Dari awal hingga akhir pemaparan beliau isu social justice seolah menjadi poin terpenting dari pemaparan itu.

Yang menarik adalah ketika menyebutkan makna “ukhuwah” dalam konteks kebangsaan. Beliau menekankan bahwa secara agama Umat Islam itu bersaudara “sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara”. Tapi di luar ikatan keagamaan itu juga ada persaudaraan “ukhuwah insaniyah” (Saudara semanusia).

Selain itu beliau menekankan bahwa beliau bukan anti modal (kapital). Tapi kapitalisme bukan solusi. Justeru perlu “middle path” (jalan tengah) dalam menyelesaikan perekonomian dunia. Kemajuan perekonomian tidak bisa dipisahkan dari konsep “social justice” (keadilan sosial). Beliau mencontohkan betapa banyak rakyat kecil Malaysia yang masih susah. Bahkan lebih susah dan menderita dari apa yang beliau rasakan ketika berada di dalam penjara.

Mungkin hal lain cukup menusuk dari penyampaian Anwar Ibrahim adalah ketika menyentuh isu korupsi. Menurutnya, korupsi tidak mudah diberantas karena Sudah bersifat “sistemik”. Korupsi menjadi prilaku yang seolah telah menjadi bagian dari sistem yang ada. Upaya memberantasnya sangat tidak mudah. Karena memang kerap berhadapan dengan kekuasaan.

Seraya bercanda beliau mengatakan: “itulah sebenarnya yang telah terjadi pada dirinya”.

Demikian catatan-catatan penting dari pemaparan dahsyat dan bermutu dari Seri Dato’ Dr. Anwar Ibrahim. Semoga jadi pelajaran yang baik untuk bangsa Indonesia. Khususnya mereka yang sedang mendapat cobaan amanah kekuasaan dari Allah SWT. Amin!

Manhattan City, 9 Januari 2023

* Presiden Nusantara Foundation

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
SEBUAH PERKAWINAN POLITIK UNTUK MENGUSIR PORTUGIS

SEBUAH PERKAWINAN POLITIK UNTUK MENGUSIR PORTUGIS

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00