POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

KALA REMAJA BERMAIN GAME

Redaksi by Redaksi
Agustus 3, 2021
in Essay, Game online, POTRET Budaya, Potret Remaja
0

 

 

01
Baca Juga
POTRET Budaya
Puisi -Puisi Zulkifli Abdy
10 Sep 2024
Selengkapnya

Oleh:Aksa Zabarnusy Azhar

Siswa Kelas III SMP Darul Quran Aceh (DQA), Aceh Besar

KALA REMAJA BERMAIN  GAME - 264241a2 064c 4f16 a755 0ac372270450 | Essay | Potret Online
Baca Juga
Literasi
Di Antara Bunyi Palu dan Mesin Tua
14 Nov 2024
Selengkapnya

 

Apa yang anda pikirkan saat anda pertama kali mendengar kata bermain game? Pasti anda langsung menafsirkan bahwa bermain game itu adalah sesuatu yang melalaikan. Akan tetapi bagi sebagian orang bermain game ini justru menjadi sumber pencarian nafkahnya. Contohnya para gamer profesional yang sering terpampang di youtube. Dari pandangan mereka pasti berkebalikan dengan pendapat anda tadi. Jadi sebenarnya bermain game itu adalah sesuatu yang baik atau justru menjadi suatu perbuatan yang melalaikan?

01
Baca Juga
Fiksi
Untaian Puisi-Puisi Mustiar Ar.
22 Des 2021
Selengkapnya

Jawabannya adalah “tergantung” Mengapa tergantung? Karena dalam bermain game itu ada yang namanya batas bermain. Kalau sudah melewati batas, maka itu menjadikan kita lalai dan lupa waktu yang tentu membuat kita berpikir bahwa bermain game itu tidak bagus. Namun, kalau dimainkan dalam batas waktu tertentu, itu dapat menjadi sarana untuk menghibur diri dari stres setelah bekerja atau sekadar menyenangkan diri. Bahkan boleh juga menjadi sarana mencari nafkah. Kuncinya hanya satu, yaitu bermainlah sesuai batasnya, jangan kelewatan. 

Dari beberapa game yang saya mainkan, satu di antaranya adalah mobile legend. Pada saat kita membuka game itu pasti nanti tertulis seperti ini:”mainkanlah mobile legend secukupnya dan jangan lupa untuk beristirahat”. Ini adalah salah satu contoh bentuk kepedulian developer game itu atas kesehatan kita. Dan mereka dapat kita apresiasikan atas hal itu. Jadi kesimpulan umum yang dapat kita ambil dalam kata “bermain game”  adalah baik jika dimainkan sesuai batasnya dan menjadi tidak baik kalau melewatinya. Disarankan juga kalau bermain game itu paling cepat itu tiga puluh(30) menit dan paling lama itu satu(1) jam.            

 

Dalam perspektif saya, bermain game itu adalah suatu hal yang menyenangkan, lebih-lebih lagi bermain game yang kita sukai. Kalau saya lebih condong bermain game yang bersifat taktikal atau strategi. Karena dengan bermain itu saya dapat melatih otak saya untuk lebih tajam dalam menghadapi sesuatu yang menjadi masalah bagi saya.

Nah, kembali kepada kesimpulan umum tadi, bermain game itu ada batasnya dan jangan sampai melewatinya. Akan tetapi yang sedikit berbeda dengan pendapat saya adalah dalam bermain game itu sebenarnya dapat menjadi suatu hal yang sangat baik. Yaitu dapat dijadikan salah satu sarana terapi jiwa dengan membuat program virtual reality yang berisi tentang kegiatan yang dekat dengan kegiatan sehari-hari kita yang dapat membantu menyembuhkan jiwa yang mungkin sedang tertekan.

 

Jadi, sebenarnya bermain game itu baik dan mengasyikan atau menyenangkan hati, bisa menghilangkan stress, bisa menyehatkan pikiran, sejauh kita bisa mengatur diri, mengelola waktu yang baik dan bahkan bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan dengan mempelajari dan membuat content game yang lain atau membuat panduan bermain game di youtube dan lain-lain. Bermainlah dengan bijak. Insya Allah, banyak manfaat.

 

Previous Post

Wakil Wali Kota Banda Aceh Ajak Masyarakat Voting Brand Charming

Next Post

BINGUNG? TENTANG HUKUM YANG BAGUS SEMAKIN MENJAUH

Next Post

BINGUNG? TENTANG HUKUM YANG BAGUS SEMAKIN MENJAUH

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah