POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Membongkar Puisi Mirza Rachmansyah

RedaksiOleh Redaksi
October 18, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Anto Narasoma

DALAM resensi sastra, tiap ide, akan selalu berkaitan dengan parasaan (feel). Namun tidak banyak penyair yang memanfaatkan nalurinya selain nilai rasa.

Mencermati puisi yang ditulis D Mirza Rachmansyah bertajuk Jawab/Tanya, ia lebih banyak berbicara dengan nalurinya sendiri.

Karena dari kata-kata yang diekspresikan dalam kalimat Mirza lebih banyak penyetaraan antara kata, kesamaan, arti dan nilai kehidupan.

Alangkah baiknya paparan puisi Tanya/Jawab ini dapat kita urai secara estetik….

Nir sebelum wujud
Impian setela nyata

Rentak tanpa gerak
Mendengik tanpa udara
Abu tanpa bara

Hening
Ekspresi tanya dalam benak
Rajuk merayap senyap
Lupakah tabiat?

Isian untuk tanya terbentang
Nyata dalam angan
Anggapan selalu kenyataan?

Gelisahmu
Hangatkan telapak kaki

Abun adalah angan
Nampak adalah nyata

Isilah jawab pada tanya
Ekspresi pada perangai

D Mirza Rachmansyah
7 Februari 2021

Meskipun puisi ini nampak masih berkelindan dari ruang-ruang yang belum begitu luas, namun ekspresi jiwa dan ketajaman nalurinya mampu memanfaatkan kata (diksi) menjadi cermin (baca : merasakan nilai penjabaran).

Dari kalimat awal, Mirza menuturkan pertanyaan dan jawaban nalurinya
…. Nir sebelum wujud/ Impian setelah nyata….

📚 Artikel Terkait

Rapuhnya Fondasi Moral Bangsa

BENGKEL OPINI RAKyat

Kenakalan Remaja Semakin Meresahkan

Jurang Kenistaan

Disusul dengan…Rentak tanpa gerak/ Mendengik tanpa udara/ Abu tanpa bara…

Jika kita cermati dari satu kata ke kata lainnya, penyair berusaha menjelaskan tentang kekayaan jiwanya saat menafsirkan kata dan artinya, atau kata dalam maksud kiasan (konotasi).

Puisi semacam ini pernah ditulis penyair Rusia, Vladimir Mayakowski dalam puisinya berjudul “Djangan Djamah Tiongkok”.

Dalam kalimat awal Vladimir menulis, ..Djangan djamah Tiongkok!/ Perang/ putri imperialisma, mengendap-endap djalannya, hantu jang mengharungi dunia/ Sorakkan, hai buruh : Djangan djamah Tiongkok !

Vladimir menggunakan potongan-potongan kata. Dalam diksi yang vulgar secara politis, bagaimana penyair dunia ini menafsirkan sikap sok jago agar Amerika tidak mengobok-obok China.

Potongan kata seperti ini yang digunakan Mirza untuk menjabarkan teknik kisahannya tentang dunia pertanyaan dan jawaban.

Mirza mengajari dirinya sendiri tentang kata dan arti atau kata dengan kaitan bahasa kias. Misalnya pada alinea keempat…Isian untuk tanya terbendung/ Nyata dalam angan/ Anggapan selalu kenyataan?….

Dengan potongan kata itu, Mirza menceritakan nilai kepribadian (manusia) dirinya. Sebab dengan memahami nilai kepribadian yang disebutnya “perangai” pada nilai terakhir puisinya, nalar atau nalurinya semakin tajam. Terutama untuk dijadikan alat dirinya sebagai penyair.

Seperti diungkap Vladimir, Amerika dan sekutunya selalu “arogan” untuk mengobok-obok negara orang secara politis. Maka dengan ketajaman nalurinya sebagai penyair, Vladimir “menyerang” Amerika dengan ketajaman naluri kepenyairannya melalui puisi “Djangan Djamah Tiongkok!”.

Meski dengan segala keterbatasannya, Mirza juga berusaha tampil menggunakan potongan diksi untuk menceritakan kedalaman naluri dan nilai kemanuisaan yang sulit dijamah.

Seperti dijelaskan Dr H Syarwani Ahmad MM dalam bukunya Perilaku Insani dalam Organisasi Pendidikan, perilaku manusia tidak terlepas dari nalurinya untuk menjelaskan sesuatu….(Komunikasi Antarpribadi : Pustaka Pelicha…Februari 2013).

Sebenarnya, sebagai penyair Mirza mencoba keras untuk berdialog dengan dirinya sendiri. Sebab kata, makna dan bahasa kias (konotasi), ia coba untuk diurai secara mendalam.

Memang sebagai penulis (penyair) Mirza menyadari diri untuk terus mengenal kata dan makna, tak hanya untuk melakukan komunikasi antarsesama, namun kata dalam bahasa kias, dijadikan kekayaan pribadi untuk menelaah nilai kata, kehidupan, dan tata cara untuk menerjemahkannya ke dalam karya (puisi).

Seperti dikatakan penyair senior Aceh, LK Ara, menulis puisi itu tidak sekadar mengungkap ide dan isi, namun potongan kata merupakan kekuatan imajinasi bagi kualitas karya (Langit Senja Negeri Timah : Yayasan Nusantara Juli 2004).

Maka dalam puisinya ini, Mirza telah memberi gambaran jiwa dirinya sendiri bahwa penyair mencoba menjelaskan tentang kata, arti, dan makna bahasa kias di balik potongan kata puisinya.

Meski bentuk puisi cukup baik, namun sebagai manusia (penyair), Mirza memiliki kelemahan. Karena nilai akhir yang ia tulis nilainya “menggantung”. Artinya ia tidak menjelaskan nilai makna yang terselubung di balik kalimat puisinya.

Bahkan, daya ucap kata yang memanfaatkan udara adalah desahan. Sebab pada alinea kedua di baris kedua, Mirza menggunakan kata mendengik. Dengikan yang keluar di antara kerongkongan dan awal kedalaman mulut (bonggol awal lidah) mengeluarkan warna suara “ngik”.

Ini tidak memanfaatkan udara. Karena itu lebih baik Mirza menggunakan kata “mendesah” yang keluar dari mulut hanya desahan udara. Artinya kata mendengik diganti dengan kata desahan (mendesah tanpa udara).

Palembang,
April 2021

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Langkah yang Tertinggal

Whispers of the Night

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00