• Latest

Boat Kayu dan Jejak Perjuangan

Oktober 2, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Boat Kayu dan Jejak Perjuangan

Redaksiby Redaksi
Oktober 2, 2025
Reading Time: 3 mins read
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Nurlaili, S.Pd Guru MIN 10 Pidie Jaya

Hana ye keuh ka Ek boat nyan?? ( Tidak takutkah kamu naik boat itu?) 

Sering kali pertanyaan seperti itu dilontarkan oleh orang-orang,  ketika saya bercerita bahwa transportasi kami di sini adalah boat kayu.

Boat kayu ini sebenarnya bukan kapal penumpang. Hanya saja karena tidak adanya kapal khusus untuk transportasi penumpang, jadi untuk sampai ke Kota kami menumpang di kapal ini.

Untuk jadwalnya berbeda dengan kapal-kapal penumpang pada umumnya yang memang sudah terjadwal dengan jelas rute dan harinya untuk setiap minggunya. Sedangkan boat yang kami tumpangi ini jadwalnya tidak menentu, tergantung muatan yang mereka dapatkan dan cuaca yang mendukung. 

Tujuan utama boat ini ke kota adalah membawa ikan hasil tangkapan para nelayan di Desa tersebut, yang sudah ditampung fiber. Jika muatannya sudah penuh,  maka boat tersebut akan berangkat ke Kota.

Ada juga yang membawa kopra, yaitu kelapa yang sudah diolah sedemikian rupa yang akan diproses menjadi minyak goreng. 

Jika KMP Wira Wiguna dari singkil menuju Nias membawa beras, dan pulang kembali ke Singkil dengan membawa pisang.Maka boat ini menuju kota membawa ikan dan kopra, dan pulang kembali dengan membawa bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari. Seperti beras, minyak, cabe, bawang, dan sebagainya. Jadi wajar jika harga barang di sini hampir 2 kali lipat dari harga di seberang.

Untuk waktu tempuhnya,  paling cepat harus berlayar selama 3,5 jam baru sampai ke kota tujuan. Ada juga 4 jam bahkan ada yang 5 jam, tergantung kecepatan boat dan cuacanya.

Bahkan pengalaman saya pernah berangkat jam 8 pagi dan tiba jam 6 sore, faktor cuaca yang ekstrim membuat boat terpaksa singgah-singgah di pulau terdekat karena ombaknya tidak lagi memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan. Jika tetap memaksa melanjutkan ditsayatkan boatnya akan pecah, bahkan beberapa kali boatnya hampir oleng dan terbalik pada saat itu 

Yang sedihnya lagi saya lupa membawa stok makanan waktu itu, bahkan sepotong roti saja tidak punya, hanya berbekal air Aqua 600 ml untuk mengganjal perut selama lebih kurang 10 jam di lautan.

Dan setelah kejadian itu, saya mengalami trauma dan tidak pernah keluar-keluar pulau hampir 3 bulan. Padahal bukan itu pertama kali saya terjebak badai.

Pernah suatu waktu saya menumpang di Speedboat yang penumpangnya hanya saya dan yang bawa speed. Dengan ukuran speed yang kecil ditambah ombak yang lumayan besar, seakan-akan kita sedang berselancar di tengah lautan. Jangan tanya gimana perasaannya, yang jelas tubuh membeku, bibir memucat, bahkan jantung pun ikut berdegup cepat.

Pernah juga saya menumpang di boat yang membawa karyawan PT yang ada di belakang pulau, yah berputar-putar lah kami mengelilingi pulau. Bayangkan saja berangkat jam 8 pagi tiba di rumah jam 9 malam, anggap saja sedang berlayar dengan kapal pesiar di laut lepas, haha

Ah, sudahlah jika bercerita tentang perjalanan ini ku rasa satu buku pun gak akan cukup 

Dan ketika saya menulis, sudah 4 tahun saya mengabdi pada saat itu, pernah terlintas untuk berhenti dan meninggalkan semua kisah, tapi mengingat perjuangan 4 tahun itu yang tidak akan berujung, dengan berat hati tetap melanjutkan perjuangan meskipun kondisi sudah banyak menggores luka di hati.

Dan hari ini Allah menjawab semua doa saya, membalas semua perjuangan yang pahit dengan akhir yang sangat indah. Bagaimana tidak, setelah harus berjuang melintasi perjalanan Aceh-Sumatera, melewati Danau Toba, mengarungi Samudera Hindia untuk sampai ketempat tugas,  kini Allah berikan saya tempat tugas yang hanya cukup dengan melangkah saja pun bisa. Allah gantikan semua goresan luka dengan lukisan kebahagiaan.

Ya, Alhamdulillah setelah 5 tahun berjuang mencerdaskan anak bangsa di pelosok Negeri, kini kami kembali untuk mengabdi di kampung halaman sendiri. Bukan kami tidak mencintai tunas bangsa di ujung Negeri, tapi ada kehidupan yang tidak bisa selamanya kami tinggali.

Itulah perjalanan hidup, roda akan selalu berputar, zaman akan terus berganti

ADVERTISEMENT

Untuk teman-teman yang masih berjuang melawan kehidupan, tetap semangat dan jangan menyerah sebelum kapal mencapai tujuan.

Percayalah, tak selamanya hujan menciptakan badai, Adakalanya hujan membuat munculnya pelangi. 

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Hari ini mungkin hati dikita dirundung kepedihan yang amat dalam, tapi tak menutup kemungkinan besok lusa akan berganti dengan kebahagiaan.

Bukan kah setelah gelapnya malam akan munculnya mentari??

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Orang Tua yang Takut pada Anak

Obat Kecanduan Gadgets Untuk Anak Anda

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com