POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

2,9 Juta Kawan Kita Kena Stroke Setiap Tahunnya

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
September 28, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah kabar dari keponakan. “Teh, udah tahu belum anjang Iskar kena stroke.” Lalu, ia kirim foto abang kandung saya terbaring di tempat tidur di rumahnya di kampung. Lalu, saya kirim doa untuk kesembuhannya. 

Sedih melihat abang yang pensiunan guru terbujur sudah sulit komunikasi. Stroke yang menyerang abang saya adalah bagian dari 2,9 juta warga Indonesia terkena penyakit itu setiap tahunnya. Inilah pembahasan kita kali ini, stroke. Siapkan kopi tanpa gulanya, wak!

Otak kita, wak, adalah pusat komando yang lebih hebat dari markas besar tentara mana pun. Begitu ia mogok karena stroke, seluruh tubuh seperti negara tanpa presiden, kacau, bingung, dan sering kali butuh “kudeta kursi roda”. Data sudah jelas, di Indonesia sekitar 2,9 juta orang per tahun kena stroke. Angka yang seharusnya membuat kita langsung berhenti ngunyah gorengan di pinggir jalan. 

Riskesdas 2018 mencatat prevalensi stroke 10,9 per 1.000 penduduk, dan Survei Kesehatan 2023 menyebut 8,3 per 1.000 penduduk. Itu bukan sekadar angka, itu adalah kode keras dari semesta bahwa pembuluh darah kita rapuh seperti selang air bocor yang dipaksa mengalirkan tekanan tinggi.

Mari kita jujur. Penyebab utama stroke itu bukan konspirasi global, melainkan ulah kita sendiri. Hipertensi adalah raja iblisnya, didukung oleh pasukan kolesterol, diabetes, rokok, alkohol, stres, kurang tidur, hingga pola makan penuh garam, gula, dan minyak jelantah. 

Pecahnya pembuluh darah otak bukanlah keajaiban, melainkan akibat logis dari hidup yang tak pernah mau kompromi. Jangan sok-sok bilang, “Ah, umur di tangan Tuhan.” Tuhan kasih tangan kita untuk berhenti merokok, bukan untuk memencet korek setiap jam.

Global pun tak kalah menakutkan. Setiap tahun 12 juta orang di dunia kena stroke, dan sekitar 7 juta mati karenanya. Bayangkan, wak! Satu kota sebesar Jakarta lenyap tiap tahun hanya gara-gara orang-orang malas jalan kaki dan terlalu cinta makanan instan.

Lalu apa yang harus dilakukan? Jawabannya sederhana, tapi sering kali kita abaikan seolah-olah itu iklan murahan. Kontrol tekanan darah, cek tensi, jangan tunggu kepala meledak baru ke dokter. Pola makan sehat, kurangi garam, gula, lemak trans, perbanyak buah, sayur, ikan. Tapi kita sering lebih percaya pada nasi goreng tengah malam ketimbang apel pagi hari. 

📚 Artikel Terkait

Linda Zainal: Tsunami, Bangkrut dan Berbisnis Sebatang Kara

Puisi Lianna Putri SM

Ketika Jurnalis Muda Membongkar Topeng Syahwat Pemuka Agama

Cegah Kekerasan Pada Anak

Aktif bergerak, 30 menit olahraga, 5 kali seminggu. Jalan cepat pun cukup. Namun kita malah sibuk menghitung langkah dari kasur ke kulkas. Berhenti merokok dan batasi alkohol, kalau mau gaya, gaya hidup sehat itu jauh lebih keren. Tidur cukup, kelola stres, dan cek kesehatan rutin, itu bukan kelemahan, itu bentuk cinta pada tubuh sendiri.

Ironinya, biaya stroke di Indonesia pada 2023 saja tembus Rp 5,2 triliun. Uang sebanyak itu kalau dipakai beli sayur, buah, dan sepatu olahraga, mungkin kita sudah bisa mengubah gaya hidup nasional. Tapi manusia memang aneh, rela keluar duit triliunan untuk berobat, tapi pelit sekali untuk beli wortel dan jalan kaki.

Filsafat sehatnya sederhana, tubuh ini ibarat rumah kontrakan, dan otak adalah ruang tamunya. Kalau atap bocor, listrik korslet, tamu kabur. Maka rawatlah rumah itu, jangan tunggu digusur oleh stroke. 

Hidup sehat itu bukan pilihan mewah, melainkan kewajiban agar kita tak jadi statistik di laporan Kemenkes. So, mulai sekarang, kalau tangan mau meraih rokok, bayangkan ia sedang menggenggam tiket masuk ICU. Kalau mau tuang garam berlebihan, bayangkan sedang menulis surat wasiat.

Pilihan akhirnya ada pada kita, mau jadi angka yang disebut dengan nada prihatin setiap Hari Stroke Sedunia, atau mau jadi orang yang masih bisa menertawakan dunia dengan otak yang utuh. Sehat itu revolusi paling keren, wak. Jangan tunggu stroke mengetuk pintu, karena ia tidak mengetuk, ia mendobrak.

Mohon doa dari semua followers agar abang saya bisa sembuh. 

Foto Ai, hanya ilustrasi.

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Keputusan Sepahit Luka

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00