• Latest

Ketika Penyair Membaca 80 Tahun Indonesia Merdeka, Octavianus Masheka : Masih Banyak ‘PR’ yang Harus

September 18, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ketika Penyair Membaca 80 Tahun Indonesia Merdeka, Octavianus Masheka : Masih Banyak ‘PR’ yang Harus

Redaksiby Redaksi
September 18, 2025
Reading Time: 2 mins read
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Lasman Simanjuntak

Ketika penyair membaca 80 tahun Indonesia merdeka, ternyata masih banyak “PR” yang harus dilakukan menuju Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

Hal itu dikatakan oleh Octavianus Masheka , Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) di Jakarta, Kamis pagi (18/9/2025), sehubungan akan diselenggarakannya peluncuran dan diskusi buku puisi Manifesto Jabodetabek dan Republik Puitik  “Penyair Membaca 80 Tahun Indonesia Merdeka” yang akan diselenggarakan  pada Minggu 28 September 2025 mulai pukul 13.30 WIB bertempat di Aula Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB.Jassin  Lantai IV, Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ ) di Taman Ismail Marzuki (TIM )Jakarta Pusat. 

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

“Para penyair Indonesia  akan mencoba  membaca berbagai problema yang ada di Indonesia sampai saat ini dan menuliskan dalam bentuk karya puisi .Kita hanya mempunyai waktu  tinggal 20 tahun lagi untuk berbenah menuju Indonesia Emas tahun 2025,” ujarnya.

Menurut Bung Octa-panggilan akrabnya- sebagai penyair, dirinya masih mempertanyakan 80 tahun Indonesia merdeka .

“Benarkah Indonesia sudah merdeka ? Karena realitasnya sampai hari ini saja dalam mendirikan rumah peribadatan  seperti masjid, gereja, vihara, dan rumah peribadatan lainnya masih mengalami kendala.Bahkan di daerah tertentu belum bisa kita menganut azas satu dari Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa,” ucapnya.

Belum lagi masalah penyediaan lapangan pekerjaan yang masih terjadi PHK massal, diikuti juga masalah pendidikan, atau juga soal kesehatan gizi masyarakat khususnya anak-anak.

“Selain itu di bidang lingkungan hidup, kasus penebangan hutan telah menyebabkab bencana banjir bandang.Bahkan dalam bidang ekonomi dengan masih adanya kesenjangan sosial di bumi Indonesia, jangan kita bicara tentang keadilan,” tegasnya.

Pentas sastra berupa peluncuran dan diskusi buku puisi Manifesto Jabodetabek dan Republik Puitik “Penyair Membaca 80 Tahun Indonesia Merdeka ” akan menghadirkan Sutardji Calzoum Bachri (Penyaksi Peristiwa  Sastra), Ahmadun  Yosi Herfanda (Narsum Manifesto Jabodetabek), Sofyan RH.Said (Narsum Republik Puitik) dan Isbedy Stiawan ZS (Narsum Republik Puitik) dengan didahului kata sambutan oleh Nasruddin Djoko Sarjono (Kadispusip DKI) serta Moctavianus Masheka selaku Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia( TISI) sebagai penyelenggara.

ADVERTISEMENT

Para pembaca puisi berturut-turut adalah Jose Rizal Manua, Yahya Andi Saputra, Sihar Ramses Simatupang, R.Mulia Nasution, Rissa Churria, Nurhayati, Halimah Munawir Anwar, Emi Suy, Putri Miranda, Wijatmoko Bintoro Sambodo, Guntoro Sulung, Neneng Hendriyani, Nunung Noor El Niel, H.Shobir Purwanto, Giyanto Subagio, Gilang Teguh Pambudi, Beni Satria, Ewith Bahar, Nia Samsihono, Abdul Kadir Ibrahim, Neneng Hendriyani, Kurnia Effendi, dengan moderator Nanang Ribut Supriyatin dan MC.Swary Utami Dewi.(***)

Kontributor :

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 336x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Wakil Rakyat: Suara yang Tertinggal di Kursi Sidang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com