POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Duel Seru, Ara vs Fahri, Siapa Juara Rumah Rakyat?

RedaksiOleh Redaksi
July 6, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Kita tinggalkan dulu cerita sang menteri, Maman Abdurrahman yang lagi sibuk membela istrinya. Dua anak buah Prabowo ini lain lagi tabiatnya. Satu kementerian, malah sibuk berantem argumen, macam rebutan tulang. Simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula agar otak selalu encer dan waras, wak!

Selamat datang di pertarungan paling dinanti tahun ini! Langsung dari Stadion Kabinet Indonesia Maju, inilah laga paling panas, paling mendebarkan, paling absurd dalam sejarah tata kelola negara. “Maruarar ‘Si Petarung Rakyat’ Sirait vs Fahri ‘Si Pemberontak Mikrofon’ Hamzah”! Bukan sekadar debat kebijakan, ini perang semesta wacana, duel epik yang bikin rumah rakyat goyang sebelum fondasinya sempat dicor!

Di sudut merah, berdiri tegap dengan gaya khas Gerindra, sang menteri yang terkenal idealis, Ara! Misinya, rumah subsidi minimalis di lahan urban nan sempit, cukup 18 meter persegi! Bagi Ara, yang penting rakyat punya atap, meskipun sempit, yang penting bisa rebahan dan nyimpen galon.

Namun, di sudut biru, penuh semangat revolusioner dan buku UU di tangan, muncul wakil menteri dari Partai Gelora, Fahri Hamzah! Tak terima konsep “rumah kerupuk”, ia melempar hook keras, “UU No. 1 Tahun 2011 bilang rumah subsidi minimal 36 meter persegi! Jangan kau ubah undang-undang jadi status WhatsApp, Lae!”

Gemuruh penonton mengguncang langit DPR. Netizen Gen Z melempar komentar brutal. “Rumah 18 meter itu tempat Barbie tinggal, bukan manusia!” Bahkan muncul istilah baru, Subsi-DIE, rumah subsidi yang lebih kecil dari garasi motor Pak RT.

Pertarungan masuk ronde dua. Ara melayangkan uppercut kebangsaan. “Kita cukup pakai dana dalam negeri! BPI Danantara cukup! Jangan utang ke asing!” Tapi Fahri menghindar lincah, membalas dengan jab tajam. “Lae, kita bisa dapet Rp16 triliun setahun dari World Bank dan ADB! Kenapa nolak rejeki internasional? Ini bukan kedaulatan, ini kejumudan!”

📚 Artikel Terkait

Puisi-Puisi Delia Rawanita

Perempuan – Ulasan Artikel

Bersepeda adalah solusi hidup sehat

Aminullah: Lindungi Anak dari Kekerasan dan Asap Rokok

Stadion makin panas. Ring berubah jadi ruang sidang. Presiden mulai panik, pengembang perumahan mulai gigit kuku. Program 3 Juta Rumah per Tahun, janji suci Prabowo-Gibran, kini terancam berubah jadi 3 Juta Drama Tiap Pekan.

Ronde tiga. Fahri melepas kombinasi. “Ayo bikin Omnibus Law Perumahan, kita konsolidasi semua regulasi!” Ara balas dengan tendangan filosofis, “Jangan jadikan hukum sebagai celana panjang yang bisa dipotong sesuka hati!”

Keringat mengucur, nadi debat makin kencang. Di luar ring, masyarakat bingung, “Ini kementerian kerja atau sinetron prime time?” Sementara itu, backlog perumahan tetap menggantung di angka 12,7 juta unit. Rakyat kecil, MBR, milenial, Gen Z, yang hanya ingin rumah sederhana dengan pintu tak berbagi sama WC, kini jadi korban dari ego para petarung elite.

Investor? Lari ke Malaysia. Pengembang? Lebih memilih buka warung ayam geprek. Masyarakat? Masih tinggal di kosan petak beraroma mie instan.

Ketika bel terakhir berbunyi, tidak ada pemenang. Hanya bangkai kebijakan yang tergeletak di tengah ring. Mikrofon patah, draft kebijakan berserakan, dan rakyat hanya bisa tepuk tangan sambil menangis dalam diam.

“Pertarungan ini bukan soal siapa menang,” bisik seorang tukang bangunan, “tapi soal siapa yang ingat bahwa rumah itu bukan panggung adu domba, tapi tempat berteduh dari ributnya dunia.”

Jika rumah rakyat adalah filosofi luhur kemanusiaan, maka kalian berdua adalah penjaga gerbangnya. Tapi tolong, jangan jadi dua bocah rebutan Lego, apalagi di tengah banjir harapan rakyat miskin kota yang cuma mau, atap, tembok, dan kamar mandi yang bisa ditutup pintunya. Jangan sampai rumah rakyat berubah jadi rumah sakit, bukan karena sakit badan, tapi karena sakit hati melihat tingkah kalian.

Sayangnya, di Kementerian Perumahan hari ini, justru rumah itulah yang tak lagi punya atap.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Bangkitnya Semangat Oleh Sang Penyemangat

Aku dan Kegelapan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00