POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Negara Butuh Orang Jujur

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
June 14, 2025
Negara Butuh Orang Jujur
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
Ketua Satupena Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

Di tengah kebisingan politik dan derasnya arus kepentingan, satu hal paling mendasar justru menjadi langka, yakni kejujuran.
Negara ini bukan kekurangan sumber daya, bukan pula kekurangan aturan, tetapi kekurangan orang jujur.

Ketika orang-orang cerdas sibuk mencari celah untuk menipu sistem, maka yang dibutuhkan bukan otak lebih pintar, tapi hati yang lebih bersih.
Negara membutuhkan lebih banyak orang yang berani berkata apa adanya, bukan apa yang disukai oleh kekuasaan.

Orang jujur tidak hanya langka, tetapi sering kali tersingkir dari panggung kekuasaan.
Padahal, kejujuran adalah syarat minimum bagi hadirnya kebijakan yang adil dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Ketika yang menjamur adalah kepalsuan, pencitraan, dan manipulasi, maka orang jujur menjadi anomali.
Namun justru dari anomali itulah harapan bermula, karena kejujuran selalu melawan arus dan menolak kompromi.

Negara ini terlalu besar untuk ditopang oleh kebohongan kecil yang terus dibiarkan.
Dari meja birokrasi hingga ruang parlemen, kejujuran harus menjadi nafas, bukan sekadar slogan.

Kita butuh pegawai negeri yang jujur mencatat dan melaporkan anggaran tanpa mark up.
Kita butuh polisi yang jujur menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Kita butuh guru yang jujur mendidik bukan karena gaji, tetapi karena cinta kepada masa depan bangsa.
Dan kita butuh pemimpin yang jujur menyuarakan nuraninya, meskipun pahit.

📚 Artikel Terkait

Kartel Narkoba, Kekuasaan Politik, dan Ancaman Terhadap Kedaulatan Negara

Cari Judul Skripsi Dulu Pak

Syekh Abdurrauf al-Singkili; Pemuka Ulama Aceh

Beasiswa, Jalan Menuju  Pendidikan Yang Lebih Tinggi dan Lebih Baik

Kejujuran adalah fondasi dari kepercayaan, dan kepercayaan adalah bahan bakar utama dari demokrasi.
Tanpa orang-orang jujur, negara akan terus berjalan dalam kegelapan, dibimbing oleh kompas yang rusak.

Di era digital ini, informasi bisa dengan mudah dipoles dan disebarkan.
Namun, hanya kejujuran yang bisa menembus hati rakyat tanpa perlu sensor dan filter.

Orang jujur tidak selalu populer, tetapi mereka menjadi pondasi dari keadilan dan kemajuan.
Negara yang dibangun di atas kejujuran akan lebih kuat menghadapi krisis, karena ia tidak kehilangan arah.

Pendidikan kejujuran harus dimulai sejak dini, ditanam dalam keluarga, diajarkan di sekolah, dan dicontohkan oleh para pemimpin.
Sebab, bangsa besar bukan hanya karena bangunan tinggi, tapi karena nilai-nilai yang kokoh.

Korupsi, kolusi, dan nepotisme tidak akan pernah hilang jika orang jujur terus dikesampingkan.
Negara ini hanya akan berubah jika kejujuran menjadi budaya, bukan pengecualian.

Orang jujur mungkin tidak punya banyak modal, tetapi mereka punya keberanian untuk tidak menjual prinsip.
Dan itulah kekayaan sejati yang dibutuhkan bangsa ini untuk maju secara bermartabat.

Negara butuh orang yang bisa berkata “tidak” ketika semua orang mengatakan “ya” demi keuntungan sesaat.
Butuh orang yang rela kehilangan jabatan, tetapi tidak kehilangan harga diri.

Jika hari ini kita sulit menemukan orang jujur di panggung publik, maka kita harus mulai mencetaknya dari rumah, dari sekolah, dari kampus.
Karena negara yang besar adalah negara yang dibangun oleh karakter, bukan hanya kekuasaan.

Kita harus berhenti memberi ruang bagi para pembohong yang pandai berdalih.
Sudah saatnya memberi panggung bagi mereka yang jujur walau tak populer.

Negara ini milik semua orang, dan hanya bisa tumbuh sehat jika dikelola oleh hati yang bersih dan pikiran yang lurus.
Sebab dalam kejujuran, terdapat harapan yang tak bisa dibeli, dan masa depan yang tak bisa dimanipulasi. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Ali Hasyimi Tokoh Multitalenta

Ali Hasyimi Tokoh Multitalenta

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00