POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kyai Tiga Kitab

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
May 18, 2025
Kyai Tiga Kitab
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
Santri dari KH. Hasan Basri

Di sudut kota yang tenang di Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, berdiri Pondok Pesantren Bustanul Ma’arif, tempat di mana ilmu-ilmu langit ditanamkan ke dalam hati para santri. Di sanalah aku, Kang Billy, Kang Asep, dan Neng Visi mengabdikan diri untuk belajar langsung dari seorang guru yang penuh wibawa dan karomah: KH. Hasan Basri bin Kyai Mama Ijazi.

Kami datang sebagai murid biasa, tapi beliau menerima kami dengan hati yang luar biasa. Selama tiga tahun penuh, selepas salat Maghrib hingga menjelang Isya, kami duduk bersila di hadapannya, mengaji tiga kitab agung: Tijan Ad-Daruri, Jurumiyah, dan Safinah al-Najah.

Kitab Tijan Ad-Daruri membuka pemahaman kami tentang tauhid. Di dalamnya, kami belajar tentang keesaan Allah SWT, sifat-sifat-Nya yang Maha Sempurna, serta hal-hal yang menjadi fondasi iman. Kajian ini meneguhkan hati kami di tengah arus zaman yang kerap mengguncang keyakinan.

Sementara Jurumiyah memperkenalkan kami pada struktur bahasa Arab. Di kitab ini kami menyusuri jalan nahwu, memahami kaidah gramatikal, agar mampu menangkap makna dalam Al-Qur’an dan hadis dengan lebih tepat. Ilmu ini bagaikan kunci bagi kami untuk membuka pintu-pintu hikmah dalam literatur Islam.

Kitab ketiga, Safinah al-Najah, adalah bekal kami dalam fikih. Ia mengajarkan hukum-hukum ibadah, mulai dari wudhu hingga shalat, dari zakat hingga haji. Dari kitab ini kami tahu bahwa agama bukan hanya kepercayaan, tapi juga tindakan yang teratur dan terukur dalam hukum.

KH. Hasan Basri bukan hanya seorang pengajar. Beliau adalah samudra hikmah yang tak terduga kedalamannya. Salah satu karomah beliau yang paling membekas adalah ketika beliau terlihat tertidur saat kami membaca, tetapi setiap kesalahan bacaan kami langsung dikoreksi olehnya, tanpa ragu dan tanpa jeda.

Awalnya kami heran, bahkan merasa tak yakin. Tapi setelah berkali-kali mengalami hal serupa, kami tahu bahwa ini bukan sekadar kemampuan biasa. Beliau tetap mendengar dan memahami tiap lafal yang kami ucapkan, meski mata beliau seolah terpejam dalam keheningan malam.

📚 Artikel Terkait

Negara Kita Pernah Lho Menjadi Negara Judi, Simak Sejarahnya!

Meneguk Sejuk Sensasi Danau Laut Tawar Takengon Sambil Lebaran

JALAN YANG SUNYI

BENGKEL OPINI RAKyat

Di saat lain, beliau kerap menyampaikan nasihat dengan bahasa yang sederhana namun menggugah jiwa. Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga adab. Dalam diamnya, ada pendidikan. Dalam lirih ucapannya, ada ketegasan. Dan dalam kesehariannya, ada keteladanan.

KH. Hasan Basri adalah bagian dari mata rantai keilmuan yang agung. Beliau merupakan suami dari istri pertama Rd. Cucu Maryam binti Mama Kiyai Azhuri, yang merupakan putri dari Mama Kiyai Shoheh Bunikasih.

Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai sembilan orang anak yang menjadi penerus nilai-nilai luhur sang ayah. Anak pertama bernama H. Dadang Hasbi, disusul oleh Eeh, lalu Yeyep Hasan Saepulloh, Aah Syamsiah, Ibad Badriah, Yiyi Abdul Muhyi, Dadah Hasanudin, Iah Basoriah, dan si bungsu Dodih Abdul Qodir Zaelani.

Setiap malam selepas Maghrib, langkah kami menuju pesantren menjadi perjalanan spiritual. Tak pernah kami merasa lelah. Bahkan, meski hujan turun atau dingin menggigit, semangat mengaji di hadapan beliau tak pernah luntur.

Tiga tahun adalah waktu yang panjang, tapi terasa singkat ketika diisi dengan ilmu. Kami bukan hanya belajar membaca kitab, tapi juga membaca kehidupan. Dari KH. Hasan Basri, kami tahu bahwa ilmu bukan hanya tentang teks, tapi juga konteks dan laku hidup.

Ketika aku mengenang masa-masa itu, aku menyadari bahwa kami telah beruntung belajar langsung dari seorang ulama yang bersahaja. Tak banyak bicara, tapi penuh makna. Tak mencari pujian, tapi tulus memberi.

Kini, ketika kami harus melangkah ke dunia yang lebih luas, warisan ilmu itu tetap menyala dalam dada. Setiap bab yang dulu kami pelajari, kini menjadi cahaya dalam mengambil keputusan hidup.

Semangat mengaji tiga kitab itu tidak pernah padam. Di tengah gemuruh zaman digital, suara pelan beliau masih terngiang dalam batin kami. Seakan berkata, “Teruskan jalan ini. Ilmu yang bermanfaat akan menuntunmu pada keselamatan dunia dan akhirat.”

Kyai Tiga Kitab bukan hanya kisah kami berempat, tapi juga kisah tentang bagaimana ilmu diwariskan dengan kesungguhan, keikhlasan, dan keberkahan. Sebuah warisan yang tak tergantikan oleh apa pun di dunia. (bersambung)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00